
Mata para hadirin terbelalak hebat melihat perubahan yang terjadi pada penampilan Verna, bahkan para perwakilan Guild di ruangan masing-masing berhasil dibuat berdiri saking terkejut dan kagumnya mereka.
Veindal dan pengajar bereaksi kurang lebih sama, mereka juga ikut tercengang terhadap perubahan Verna. Bukan hanya sekedar penampilannya saja yang berbeda, namun tekanan energi jiwa yang dipancarkan juga jauh melampaui calon Blazer kelas satu pada umumnya.
"Awakening?" Dahi Salvia mengerut hebat merasakan peningkatan kekuatan Verna yang tidak wajar seiring perubahan penampilannya, "Tidak, ini bukan Awakening."
Salvia bisa melihat perubahan penampilan Verna yang begitu drastis, bahkan rambut serta iris matanya juga berubah warna menjadi merah menyala benar-benar seperti Blazer yang berhasil mencapai tahap Awakening, namun dirinya tak merasakan sensasi mirip perubahan Awakening serupa dengan dirinya maupun Edward dari Verna.
Verna kali ini tidak tersenyum seperti biasa, dia lalu mengangkat tangan kanannya ke depan dan menciptakan puluhan anak panah api, "Heat Arrow!" Tanpa membuang waktu Verna melesatkan puluhan anak panah tersebut menuju manusia salju raksasa tempat Salvia bernaung.
Puluhan anak panah tersebut melesat dalam kecepatan tinggi, tetapi Salvia mampu melihat lintasan sebagian proyektil api itu dan berhasil menahan semua serangan Verna menggunakan saljunya yang kini tersebar ke beberapa arah seperti sulur tanaman keras nan padat, namun lentur.
"Snow Tendril," gumam Salvia menghentikan serangan Verna. Dia kemudian berniat menenggelamkan semua anak panah api tersebut ke dalam saljunya, tetapi suhu apinya begitu panas sampai salju yang telah dipadatkan Salvia hingga sedemikian rupa mulai mencair dalam kecepatan yang tak bisa dipercaya.
Ketika Salvia berdecak kagum memandangi proyektil api Verna yang berhasil melelehkan saljunya, gadis yang kini berselimutkan gaun merah membara tersebut telah menutup jarak di antara mereka hingga berada tepat di bawah Giant Snowman tanpa Salvia sadari.
Memang tidak secepat Haikal ataupun Heru, namun kecepatan Verna bisa dikatakan lumayan untuk Blazer tipe Wizard.
Verna menyarangkan sebuah serangan telapak pada bagian kaki manusia salju milik Salvia. Dalam sekejap saja tempat yang diserang Verna seperti terhempas dan meleleh seketika, membuat mata Salvia melebar, "Heat Claw."
Sadar berada di posisi terancam, Salvia segera melompat keluar dari Giant Snowman dan memecahnya menjadi sejumlah besar salju sebelum kehilangan banyak energi jiwa sia-sia. Dia kemudian mengumpulkan salju-salju tersebut tepat di hadapannya dan menyatukan kedua tangannya di depan dada.
"Snow Tidal!" Bersamaan dengan seruan tersebut, salju milik Salvia membentuk beberapa gulungan ombak salju raksasa seperti tsunami yang diarahkan langsung pada Verna, "Terima ini!"
Verna mengangkat sebelah alisnya menyaksikan gulungan ombak salju raksasa yang siap menghempaskannya, kemudian menutup matanya sejenak dan berkonsentrasi, "Elemental Dress – Brown Gorilla."
Sejumlah besar energi jiwa meledak dari tubuh Verna, gaun merah berkobar layaknya api yang membalut tubuh langsingnya kini berubah menjadi cokelat kekuningan, disertai semacam sarung tangan yang juga berwarna sama membalut kedua lengannya. Iris mata serta rambutnya juga berubah warna menjadi kuning keemasan.
"Hard Spikes!" Sesaat setelah perubahannya selesai, Verna memukul lantai arena yang kemudian diikuti oleh belasan hingga puluhan pilar batu tajam menjulang ke langit menghentikan gulungan ombak salju milik Salvia.
Salvia berdecak pelan tak menyangka serangan besar-besarannya itu dapat dihalau dengan mudah oleh Verna, padahal sesaat sebelumnya Verna masih menggunakan sihir api, "Jangan-jangan...."
Dahi Salvia mengerut ketika melihat penampilan Verna yang belum pernah dia lihat, Salvia bisa merasakan terdapat sensasi dan pembawaan berbeda dari gaun merah yang membalut tubuh Verna sebelumnya.
"Ini bukan Awakening, namun selevel dengan Awakening...." Mata Salvia menyipit mendapat dugaan apa yang sebenarnya terjadi pada Verna, "Pemusatan energi jiwa?"
"Oh, kau tahu tentang pemusatan energi jiwa?" Verna mengangkat sebelah alisnya merasa cukup terkejut Salvia bisa mengungkap rahasia di balik peningkatan kekuatan serta tekanan energi jiwanya. Dia tersenyum kecil seakan menyindir Salvia sebelum berlari menutup jarak, "Memangnya kalau tahu kau yang sekarang bisa apa?"
Pemusatan energi jiwa sendiri merupakan sebuah teknik langka yang dapat meningkatkan kekuatan seorang Blazer dalam waktu singkat. Pada dasarnya ini hanyalah pengendalian energi jiwa yang memusatkan sejumlah energi jiwa pada satu titik dan melepaskan semuanya sekaligus sehingga pengguna memperoleh kekuatan dahsyat untuk sesaat.
Sayangnya teknik ini memiliki satu kelemahan fatal, yaitu konsumsi energi jiwa akan meningkat drastis karena semua energi jiwa terkuras habis oleh pengguna demi kekuatan lebih. Selepas durasi dan efek teknik ini mencapai batasnya, pengguna tidak akan bisa bergerak bebas ketika kehabisan energi jiwa.
Haikal mengerutkan dahinya tidak percaya terhadap kekuatan yang Verna tunjukkan, "Ini sih bukan lagi tipe Wizard." Haikal tertawa masam menanggapi kekuatan Verna yang masih terus melayangkan serangan fisik kepada Salvia.
Salvia mengerahkan sejumlah saljunya menyerang Verna, tetapi gadis yang kini berambut kuning keemasan tersebut dapat menghempaskan semua salju Salvia hanya dengan mengayunkan sebelah tangan.
"Sial," Salvia berdecak pelan sebelum mengumpulkan sejumlah salju di bawah kaki dan mengangkat tubuhnya ke atas, melayang beberapa meter dari permukaan tanah, "Aku harus keluar dari jangkauannya."
"Mau lari?" Verna menyunggingkan senyuman kecil sebelum menghentakkan sebelah kakinya ke lantai arena, menciptakan belasan pilar batu langsing nan runcing mengejar Salvia, "Hard Spikes!"
Salvia ingin sekali mengumpat pada Verna tetapi berhasil ditelannya kembali. Sekarang bukan waktunya untuk berbuat demikian, dia harus segera menjauh dari jangkauan serangan Verna yang masih misterius.
"Kau yang memaksaku!" Bersama seruan tersebut tekanan energi jiwa yang terpancar dari tubuh Salvia meningkat drastis, diiringi oleh perubahan pada rambut dan iris matanya yang kini berubah menjadi merah muda.
Dia menarik saljunya ke atas langit hingga mencapai ketinggian sekitar 10 meter di atas permukaan tanah, lalu menutup mata dan mencurahkan seluruh konsentrasinya pada salju merah muda yang membuatnya melayang.
"Oh, itu dia perubahan penampilan milik Salvia!"
"Jika Salvia menggunakan itu maka selesai sudah!"
Para penonton makin heboh melihat rambut serta iris mata Salvia berubah menjadi merah muda. Meskipun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui keberadaan Awakening, dilihat secara sekilas saja siapapun bisa mengetahui dengan perubahan penampilan tersebut Salvia dapat meningkatkan kekuatannya begitu drastis.
"Awakening? Itu senjata utamamu?" Verna menaikkan sebelah alisnya menanggapi seruan Salvia, tetapi dia tidak semerta-merta diam. Verna bisa melihat saat ini Salvia sedang berkonsentrasi terhadap jurusnya sehingga dia memanfaatkan situasi ini.
"Elemental Dress – Green Falcon." Bersama gumaman tersebut lagi-lagi penampilan Verna berubah. Baik gaun, rambut, serta iris matanya berubah di saat yang bersamaan, saat ini warna yang membalut tubuhnya adalah hijau.
Berbeda dari dua perubahan sebelumnya—Red Lion dan Brown Gorilla—kali ini selain gaun terdapat sepasang sayap hijau menempel di belikat, membuat para hadirin terkesima oleh Verna sampai lupa bernafas.
Begitu perubahannya selesai, Verna segera mengepakkan sayapnya mengudara ke langit menyusul Salvia dalam kecepatan tinggi, "Kau tidak bisa lari dariku, Salvia!"
Verna mengangkat tangannya ke atas—tepatnya mengarah pada kumpulan salju tempat Salvia berpijak—lalu menciptakan sebuah pusaran angin kecil namun ganas mengintari lengannya, "Typhoon Blow!"
Pusaran angin di lengannya segera melesat menuju Salvia, tetapi belum sempat pusaran angin tersebut sepenuhnya terlepas, telinga Verna menangkap seruan lantang Salvia yang menggema dari ujung ke ujung arena.
"Snow Eruption!" Salvia mengalirkan sejumlah besar energi jiwanya ke dalam kumpulan salju di kakinya yang mana hal itu menyebabkan kuantitas salju bertambah begitu banyak dalam sekejap, lalu meledak seperti erupsi gunung berapi dari langit.
Verna terbelalak hebat mengetahui kuantitas salju yang Salvia ciptakan ini bisa dikatakan jauh lebih banyak dibanding ketika Salvia melawan Edward, namun tidak ada yang bisa dia lakukan selain memaksa jurusnya menerobos, "Hancurlah!"
"Jatuhlah!" Seakan menjadi serangan terakhirnya, Salvia berteriak sekuat tenaga mengerahkan seluruh kekuatannya dalam satu serangan ini, berharap Verna bisa dikalahkan dengan Snow Eruption ini.
Pada akhirnya ketika salju 'Snow Eruption' Salvia bertemu pusaran angin 'Typhoon Blow' Verna di titik tengah, keduanya berbentrokan sesaat sebelum meledak dan mengubah seluruh arena menjadi padang salju.