
Kemunculan Haikal yang tiba-tiba itu mengejutkan banyak pihak, baik para penonton awam maupun Blazer yang hadir di sana membelalakkan mata mereka bersamaan ketika melihat sosok Haikal yang masih utuh dan hidup, bahkan berdiri.
"Anak ini!" Veindal tanpa sadar bangkit dari kursinya sambil berseru keras dengan senyuman terlebarnya, begitu terkejut pemuda tersebut bukan hanya mampu selamat, tapi juga dapat menghalau serangan mematikan Gaia's Maelstrom milik Jack.
Aura muram dari penonton yang mengira Haikal telah berubah menjadi debu akibat serangan Jack sebelumnya kini menghilang tanpa bekas. Dapat terlihat mereka sekarang bersorak begitu kerasnya mengetahui jagoan mereka belum kalah.
"Tubuhmu memang sesuatu yang lain, ya," ujar Jack tersenyum kecut tak menyangka bukan hanya tidak bisa menumbangkan Haikal dengan sihir terkuatnya, tetapi juga Haikal tidak mendapat luka terlalu parah.
"Yah, aku sudah melatih tubuhku dalam waktu yang lama," balas Haikal mengusap aliran darah yang menetes dari bibirnya, "Aku tidak akan tumbang dengan mudah."
Biarpun tidak bisa dikatakan parah, Haikal sekalipun tak dapat lolos tanpa luka dari serangan terakhir Jack. Dia mendapat cedera di beberapa tempat tubuhnya, banyak luka gores, lecet, serta lebam yang diterima Haikal tetapi tidak sampai mengganggu gerakannya.
Pakaian Haikal juga sudah compang-camping berkat serangan Jack. Saat ini tubuhnya hanya tertutupi oleh seutas kain bekas baju yang menyilang dari pundak ke bawah serta celana panjang yang telah robek sedemikian parah hingga menjadi celana pendek.
Jack masih terkagum-kagum melihat kondisi tubuh Haikal yang masih utuh bahkan tidak mengalami cedera serius, padahal Gaia's Maelstrom merupakan jurus terkuat yang dia miliki ketika menggunakan sihir, kartu sihir semanggi dari Forbidden Magic Card-nya.
Serangan Jack sebelumnya memang hanya sekedar konsentrasi sejumlah besar energi jiwa yang berputar seperti angin puyuh kecil yang dipadatkan. Sekilas jurus ini terlihat sepele dan tak mengancam nyawa, namun jika dapat dikuasai dan digunakan dengan baik jurus sederhana seperti ini bahkan bisa menghancurkan sebuah kota kecil dalam sekejap.
Jack menggeleng pelan berniat menyudahi kekagumannya yang dirasa cukup berlebihan, "Haikal, bisa kau beritahu aku bagaimana caramu bisa selamat dari serangan barusan? Padahal menurutku seorang Blazer tingkat Advance saja tidak akan bisa selamat tanpa luka serius."
Haikal mengangkat alisnya menanggapi pertanyaan Jack, dia bisa melihat pandangan mata pemuda tersebut bukan berniat mencari tahu kelemahannya tetapi murni atas rasa penasaran. Dia juga tidak merasa keberatan memberitahu rahasia di balik kemampuannya.
"Aku belum bisa membangkitkan Soul Arc-ku sampai sekarang, jadi selama ini aku melatih kontrol dan efesiensi energi jiwa, sekaligus melatih fisikku sebisa mungkin sampai melebihi batas jika memungkinkan agar dapat menampung lebih banyak energi jiwa." Haikal memberitahukan rahasianya dapat selamat dari Gaia's Maelstrom.
Tubuh Haikal mengeluarkan aura merah kehitaman kental yang kemudian perlahan-lahan menyelimuti seluruh badannya, membentuk semacam baju zirah berwarna merah gelap sedikit transparan, "Lalu, dari hasil kerja kerasku selama ini aku berhasil membuat semacam baju zirah yang kusebut Berserker Plate ini."
Jack membelalakkan matanya menyaksikan penerapan 100% perwujudan energi jiwa hingga membentuk baju zirah seperti milik Haikal, tidak bisa mempercayai penglihatannya.
Jack tidak asing dengan teknik perwujudan energi jiwa mengingat dia juga menggunakan teknik ini sampai tahap tertentu demi membentuk wujud serangan sihirnya saat mengambil kartu semanggi dari Forbidden Magic Card, tetapi tak pernah terlintas di benaknya teknik perwujudan energi jiwa dapat digunakan sampai sedemikian rupa.
"Setinggi apa pengendalian energi jiwanya sampai bisa membentuk zirah tebal dan keras seperti itu?" Jack memang menggunakan perwujudan energi jiwa dalam menyerang menggunakan sihir tapi belum mencapai level yang Haikal perlihatkan sekarang, "Latihan macam apa sebenarnya yang dia tekuni sampai bisa mencapai tingkatan ini?"
Bukan hanya Jack yang terkagum-kagum melihat Berserker Plate Haikal, Salvia di pinggir arena tidak bisa menahan keterkejutannya memandang zirah merah gelap sedikit transparan melindungi tubuh Haikal tersebut.
"Apa itu sungguh murni menggunakan perwujudan energi jiwa?" Terlahir di keluarga Blazer, Salvia tentu mengetahui teknik perwujudan energi jiwa yang mengharuskan penggunanya mengendalikan dan membentuk energi jiwanya secara mandiri tanpa memerlukan bantuan dari Soul Arc.
Salvia memang sering memanipulasi bentuk salju yang dia gunakan dalam pertarungan, namun semua itu berkat Soul Arc-nya. Dia hanya menyampaikan keinginan dan visualisasinya terhadap Soul Arc, lalu Soul Arc-nya akan merespon dan membentuk salju secara otomatis.
Dia sendiri sudah beberapa kali melihat perwujudan energi jiwa yang dilakukan Veindal saat latihan, namun meski berada di tingkatan terkuat kedua, Salvia merasa ayahnya yang merupakan Blazer tingkat Cardinal itu kalah dibanding Haikal dalam penguasaan energi jiwa murni.
"Anak ini memang bukan Blazer resmi, tapi pengendalian energi jiwanya mungkin berada di tingkat tertinggi!"
"Soul Arc belum bangkit itu satu hal, namun penguasaan energi jiwa seperti ini sudah jauh melebihi Blazer lain!"
Tidak hanya Salvia dan Jack, Blazer lain serta para wakil Guild tidak bisa menahan niat mereka merekrut Haikal. Mereka saling mengutarakan keinginan mereka terang-terangan, membuat keributan kecil di wilayah para wakil Guild kecil sampai sedang.
Sementara di ruangan para wakil Guild besar sendiri meski tidak sampai heboh, mereka berdiskusi panas untuk menentukan bagaimana cara mereka merekrut Haikal. Tidak ada yang tak menginginkan Blazer seperti Haikal bergabung ke dalam Guild mereka.
Di arena sendiri Haikal menggaruk hidungnya sambil tersenyum canggung mendengar semua kehebohan tersebut, sedangkan Jack tertawa kecil melihat Haikal yang beberapa minggu lalu tidak dihiraukan bahkan diejek karena belum membangkitkan Soul Arc, sekarang pemuda itu justru diperebutkan oleh para wakil Guild melebihi dirinya.
"Kau sungguh pekerja keras, Haikal. Aku tidak bisa membayangkan sekeras apa usahamu sampai bisa menguasai perwujudan energi jiwa setinggi itu." Jack memuji Haikal sekali lagi menghentikan tawanya, dia lalu mengangkat tangan kanan dan menciptakan belasan tombak sihir sekali lagi mengarah kepada Haikal, "Tapi, jangan kira aku menyerah begitu saja."
"Tentu saja, tidak akan seru jika pertandingan ini berakhir begitu cepat hanya karena salah satu dari kita menyerah," balas Haikal tersenyum lebar sebelum merendahkan pinggang dan memusatkan sejumlah energi jiwa pada kakinya setelah menghilangkan Berserker Plate.
Jack segera melesatkan belasan tombak sihirnya menuju Haikal, namun pemuda berpenampilan compang-camping itu dapat menghindari semuanya dengan cukup mudah. Tombak sihir Jack tidak lagi melesat secepat sebelumnya dan jumlah tombak yang diciptakan juga jauh lebih sedikit sehingga Haikal dapat mengatasinya cukup mudah.
"Mungkin setelah melepaskan Gaia's Maelstrom barusan energi jiwanya terkuras cukup banyak jadi tidak bisa sembarangan menyerang," batin Haikal menganalisis setiap serangan Jack sambil menghindar dan menepisnya.
"Omong-omong Haikal, apa kau bisa memberitahuku jurus apa yang kau gunakan untuk menghalau Gaia's Maelstrom tadi?" Sambil menyerang Jack melontarkan pertanyaan tak bisa menahan rasa penasarannya terhadap jurus yang digunakan Haikal ketika memukul pusaran energi jiwa raksasanya.
Haikal sedikit mengangkat alisnya ketika menghindar sembari menangkis tombak-tombak Jack yang terus berdatangan, "Ah, aku menyebutnya Void Breaker. Kau tahu tentang Void Palm, bukan?"
Haikal menjelaskan bahwa Void Breaker tidak jauh berbeda dari Void Palm, hanya saja dia mengonsentrasikan sejumlah energi jiwa pada bagian dalam maupun luar lengan serta kepalan tangan yang dia gunakan demi melipat gandakan tenaga fisiknya secara drastis untuk beberapa saat sekaligus meredam efek samping pada lengannya.
"Yah, singkatnya Void Breaker adalah versi jarak dekat dan menggunakan tinju keras daripada serangan jarak jauh dan telapak Void Palm yang lembut," ujar Haikal mengakhiri penjelasan bersamaan dengan hancurnya tombak sihir Jack terakhir menggunakan pukulannya.
Jack mengangguk pelan sambil memegang dagunya memahami cara kerja jurus Haikal, "Begitu rupanya. Hebat sekali kau bisa membongkar dan menyusun kembali mekanisme Void Palm menjadi jurus baru."
"Tidak sehebatmu yang dapat menguasai berbagai macam gaya bertarung sekaligus." Haikal mengangkat pundaknya tersenyum kecil.
Jack mengibaskan tangan menolak pujian Haikal, "Tidak, jika diperhatikan lebih jauh menggunakan jurus sebesar itu sambil mempertahankan Berserker Plate-mu menggunakan perwujudan energi jiwa murni itu...." Tidak perlu dijelaskan lebih jauh semua orang bisa menebak apa yang ingin Jack katakan.
Dalam dunia per-Blazeran menggunakan satu jurus atau lebih dalam waktu bersamaan memang bukanlah sesuatu yang istimewa, namun tidak ada di catatan sejarah manapun bahwa ada seorang Blazer yang mampu mengerahkan teknik perwujudan energi jiwa lebih dari satu secara bersamaan.
Inilah mengapa Jack begitu kagum terhadap Haikal, padahal belum mampu membangkitkan Soul Arc tapi sudah mencapai pengendalian energi jiwa setinggi ini.
"Tidak, justru karena kekurangan inilah Haikal mampu melakukan hal di luar nalar seperti ini," gumam Jack dalam hati menahan senyum kering di bibirnya.
Haikal menangkat alisnya sejenak melihat senyuman pada bibir Jack, dia lalu mendapatkan perasaan buruk secara tiba-tiba. Itu berasal dari tekanan energi jiwa Jack yang sekali lagi meningkat.
"Aku tidak akan bisa mengalahkanmu jika terus mengandalkan serangan jarak jauh seperti sihir," ujar Jack menyadari setiap tombak sihirnya dapat dipatahkan cukup mudah oleh Haikal. Dia kemudian mengambil selembar kartu dari tumpukan Forbidden Magic Card-nya, lalu menunjukkan kartu tersebut kepada Haikal sebelum terpecah menjadi partikel energi, "Kalau begitu akan kulayani kau sesuai keahlianmu."
Mata Haikal sedikit terbelalak melihat kartu yang ditunjukkan Jack. Dia menelan ludah secara spontan, "Kartu 10 sekop.... Ini pasti akan lebih sulit."