
"Bukankah itu Jade Phoenix?! Salah satu hewan panggilan langka bahkan di antara Summoner?!"
"Mendapatkan calon Blazer dengan Jade Phoenix.... Akademi Skymaze sungguh mengerikan."
"Tak kusangka ada 'telur emas' sebanyak ini dalam satu angkatan. Akademi Skymaze benar-benar sesuatu."
Sosok burung raksasa hijau di bahu Cecil menjadi perhatian seluruh penonton, pasalnya Soul Arc berwujud hewan panggilan saja sudah sangat langka, apalagi berbentuk Phoenix yang merupakan salah satu empat hewan penjaga mata angin, terutama Jade Phoenix.
Jade Phoenix dikatakan salah satu wujud Soul Arc jenis Summoner yang paling langka dan dicari karena selain berbentuk Phoenix dan kuat, api hijaunya mampu menyembuhkan luka fisik separah apapun asalkan target masih bernafas dan energi jiwa pengguna cukup.
Cecil adalah satu dari sekian pemegang Jade Phoenix yang bisa dihitung menggunakan jari tangan di seluruh dunia.
Sementara penonton melakukan diskusi panas sembari melontarkan sorak-sorai, Carlos di tengah arena melebarkan senyumnya tak menyangka dirinya bisa melawan salah satu calon Blazer dengan Soul Arc terlangka hari ini.
"Aku merasa terhormat bisa bertarung melawanmu, Cecil Vermillion." Carlos memberikan hormatnya pada Cecil sebelum melemparkan puluhan bola api kepada lawannya.
Keluarga Ogwine memang terkenal dengan kreativitasnya dalam tiap serangan menggunakan energi jiwa, namun lawan Carlos kali ini benar-benar tidak cocok untuknya. Sebagai pemegang Jade Phoenix api Carlos bukanlah apa-apa bagi Cecil.
Dengan satu ayunan tangan kanannya, Cecil menciptakan sebuah gulungan ombak api hijau yang menghapus seluruh serangan Carlos dalam sekejap sekaligus menyerang pemuda bermarga Ogwine tersebut.
Jade Phoenix di bahu Cecil pun mengepakkan sayapnya melayang ke udara sesaat sebelum Cecil menciptakan gulungan ombak api hijau itu, membuat semua yang memperhatikannya melonggo hebat. Tidak ada penonton yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari pertandingan kali ini, bahkan Verna dan Jack sekalipun tak bisa berkedip menyaksikannya.
Biarpun keduanya sudah mengetahui kemampuan Cecil sebagai seorang Summoner, tetapi Cecil tidak pernah bisa mengeluarkan kekuatannya sampai seperti ini. Paling tidak Cecil hanya dapat memanggil burung sebesar burung hantu saja, bukannya Jade Phoenix.
"Kekuatannya sebesar itu tapi tak pernah terdengar, bukankah itu aneh?" Heru pertama kali berkomentar di antara rekan sekelompoknya, Haikal dan Salvia.
Memang benar dengan kekuatan sebesar dan semencolok itu seharusnya Cecil sudah menjadi pusat perhatian dunia per-Blazeran bahkan mungkin melebihi Salvia ataupun Verna, itulah yang menjadi pertanyaan besar Heru di benaknya.
Pertanyaan Heru itu membuat Haikal dan Salvia tersadar dari lamunan mereka masing-masing, mulai memikirkan keanehan tersebut, "Mungkin saja dia sempat membuat heboh dengan statistik dan wujud Soul Arc-nya, tapi segera diredam oleh wujud Soul Arc kecil yang ia keluarkan sebelumnya." Salvia pertama kali mengutarakan tebakannya.
Tebakan Salvia memang tidak salah, mengingat hampir tak ada keuntungan yang bisa didapat dari Soul Arc berwujud burung sekecil burung gereja dalam pertarungan ataupun mendukung Blazer dari balik layar seperti pemilik Job jenis Support.
Tidak terdengarnya kabar mengenai Cecil bukan hanya itu saja, melainkan tertutupi oleh prestasi Verna yang disebut-sebut sebagai Blazer tipe Wizard terkuat di akademi Skymaze serta pengaruh bangsawan dari lingkungan sekitarnya. Bukan tidak mungkin bangsawan akan meloloskan kabar anak seberbakat Cecil sebelum ditekan lebih jauh atau bahkan dihabisi.
Melihat seluruh serangannya dapat dimusnahkan dengan mudah menggunakan satu serangan saja Carlos terbelalak lebar. Sejak dini Carlos sudah sering mendapat berbagai pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuannya sebagai Blazer di masa depan, ia benar-benar tak menyangka hasil pelatihan keras itu tidak ada apa-apanya di depan jenius sejati.
"Tapi aku belum selesai!" Tak terima dirinya dapat dikalahkan semudah itu, Carlos membakar kedua tangannya dengan api berwarna merah tua dan mengambil kuda-kuda, lalu mengayunkannya ke arah yang sama secara serentak, "Crimson Fire Lotus!"
Api merah tua di tangan Carlos kemudian berputar mengelilingi dirinya dan membentuk sebuah bunga teratai menghempaskan gulungan ombak api hijau milik Cecil, membuat sebagian besar penonton ternganga. Tidak mudah mencari Blazer jenis Wizard api yang bisa menghalau api dari Phoenix.
"Selanjutnya, Crimson Fire Palm!" Tidak berniat menghentikan aksinya sampai di sana saja, Carlos melesat ke arah Cecil dan memberikan sepasang pukulan telapak yang telah dilapisi api merah tua.
Cecil yang tak memiliki kelincahan tinggi terkena kedua serangan itu dengan telak dan termundur beberapa langkah tetapi tidak sampai keluar batas arena, "Jade Flame Cloak." Setelah sedikit bergumam Cecil mengeluarkan api hijau yang segera membentuk jubah menyelimuti tubuhnya.
Jubah tersebut menyembuhkan seluruh luka Cecil dalam kecepatan kasat mata, membuat sebagian besar penonton membulatkan matanya.
"Api penyembuhan Jade Phoenix memang beda."
"Kudengar kecepatan penyembuhan api Jade Phoenix luar biasa, tapi setelah menyaksikannya langsung sepertinya aku terlalu meremehkan kemampuan Jade Phoenix."
Tidak ada penonton yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari Cecil kali ini, mereka semua seolah tersihir oleh kemampuan Jade Phoenix milik Cecil, bahkan para Guild besar di ruangannya menonton sambil berdiskusi cara merekrut Cecil ke dalam Guild mereka.
Dahi Carlos mengerut hebat melihat kemampuan penyembuhan Jade Phoenix, dirinya sungguh meremehkan Jade Phoenix mengira bisa menang tanpa mengerahkan seluruh kekuatannya, "Aku takkan menahan diri lagi!"
Bersama teriakan yang menarik perhatian para penonton, Carlos mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya. Tekanan energi jiwa yang besar segera mengalir ke seluruh permukaan arena dan api berwarna merah tua keluar serta menyelimuti seluruh tubuhnya.
Banyak orang salah paham di pertandingan ini mengira Carlos adalah tipe orang yang kejam terhadap wanita, tetapi sebenarnya Carlos hanyalah orang yang bersemangat dan selalu ingin mengerahkan seluruh kekuatannya dalam pertarungan.
Namun meskipun Carlos orang yang terlalu bersemangat, ia tidak lupa menahan diri ketika berhadapan dengan lawan yang terlihat lebih lemah darinya, terutama wanita. Carlos masih mempunyai perasaan sebagai lelaki.
Perhatian sebagian besar penonton yang sebelumnya terpusat pada Cecil sekarang teralihkan kepada Carlos yang mana seluruh tubuhnya mengeluarkan api berwarna merah tua dalam jumlah yang sulit dicari di tingkatan SMA.
Carlos kemudian mengangkat tangan kanannya hingga setinggi dagu, lalu memusatkan seluruh apinya pada telapak tangan tersebut, memadatkan semuanya menjadi satu bola api kecil namun memancarkan cahaya menyilaukan.
Meskipun Cecil tidak memiliki banyak pengalaman bertarung Cecil bisa merasakan dan mengira-gira seberapa banyak energi jiwa yang dipusatkan Carlos pada telapak tangan kanannya itu.
"Terima ini, Crimson Fire Blast!" Sembari berteriak keras Carlos melepaskan seluruh api yang terpusat di telapak tangan kanannya pada Cecil dalam bentuk tiang sinar merah tua horizontal, tetapi sebenarnya itu adalah kumpulan energi jiwa api yang telah dipadatkan sedemikian rupa.
Cecil yang melihat serangan Carlos tersebut sedikit tertegun kagum terhadap lawannya. Sejauh ini dirinya dianggap tidak berbakat dan tidak berguna di kalangan bangsawan dapat, tetapi ada lawan yang mengerahkan seluruh kekuatannya hanya untuk melawan dirinya? Tidak, tak ada selain Carlos hingga sekarang.
"Aku tak ingin mengecewakan orang-orang yang mendukungku di belakangku, jadi aku juga harus...." Mengikuti Carlos yang mengerahkan seluruh kekuatannya, Cecil pun mengeluarkan semua kekuatan yang tersisa di dalam dirinya, "Jade Empress Robe!"
Dalam seketika tubuh Cecil menciptakan api hijau menyala, lalu membentuk gaun berwarna hijau giok indah, membuat semua orang terpana menyaksikannya. Andaikan bukan terbuat dari api yang tak memiliki bentuk tetap selain dikendalikan oleh penggunanya orang-orang yang melihat Cecil mengira gadis itu akan mengikuti lomba rancang busana.
Cecil kemudian merapatkan kedua tangannya di depan dada dan memusatkan seluruh energi jiwanya ke kedua telapak tangannya. Selang beberapa detik setelahnya Cecil melepaskan kumpulan energi jiwa tersebut sekuat tenaga, "Jade Flame Storm!"
Sejumlah besar energi jiwa yang telah terpusat itu segera melesat mengarah pada Carlos, atau lebih tepatnya serangan Crimson Fire Blast-nya. Tak butuh satu kedipan mata hingga kedua serangan tersebut bertemu.
Ledakan berkat bentrokan kedua serangan tersebut tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali mengikuti jumlah energi jiwa yang terus dikerahkan oleh Cecil maupun Carlos. Setelah adu serangan itu berlangsung hingga lebih dari sepuluh detik, barulah ledakan terakhir sekaligus terbesar tercipta di tengah arena seiring berakhirnya serangan dari keduanya.
Blaarrr!!
Ledakan besar tersebut terdengar begitu nyaring hingga yang mendengarnya dari jarak dekat bisa tuli, namun untungnya arena akademi Skymaze dilengkapi dinding penyerap dampak dan suara sehingga para penonton bisa menghela nafas lega.
"A-apa yang terjadi...?" Sang pengacara ingin berkomentar lebih jauh, tetapi penglihatan seluruh arena terhalang oleh debu-debu ledakan yang melayang-layang di udara.
Butuh beberapa waktu hingga debu-debu tersebut menghilang sampai keadaan pertandingan terlihat kembali.
"Ha-hasil yang sangat mengejutkan!" Seru sang pengacara menyaksikan seseorang yang masih berdiri di tengah arena namun dengan luka yang tak bisa dianggap sepele, sesosok siluet dengan sedikit kobaran api di sekitar tubuhnya di antara debu ledakan yang tersisa, "Pemenangnya pertandingan kali ini berasal dari kelompok Gadriel, Carlos Ogwine!"