Absolute Soul

Absolute Soul
23. Perempat Final



Sudah beberapa hari semejak Turnamen Penyambutan secara resmi dibuka, kelompok Haikal berhasil lolos menuju perempat final tanpa kesulitan berarti, begitu pula kelompok Verna, Edward, serta kelima kelompok lainnya.


Sejauh ini kelompok Haikal menggunakan taktik yang sama dalam pertandingan kelompok, yaitu Haikal dan Heru maju menyerang sementara Salvia menjaga bola kristal dengan kemampuan saljunya yang serbaguna.


Berbeda dari elemen es yang padat, salju dapat dengan mudah dibentuk menjadi apa saja sesuai keinginan pengguna sehingga lebih mudah dimanipulasi daripada elemen padat. Salvia dapat menggunakan saljunya untuk menyerang maupun bertahan, maka dari itu Haikal menyerahkan garis pertahanan terakhir pada Salvia.


Namun perempat final tidaklah mengandalkan kerja sama kelompok seperti babak penyisihan, kali ini semua pertandingan akan ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan tiap individu dalam pertarungan satu lawan satu antar kelompok yang telah ditentukan sebelumnya.


Pertandingan pertama dalam perempat final dibuka oleh kelompok Verna melawan kelompok Gadriel, sebuah kelompok yang seluruh anggotanya terdiri dari murid kelas 1-B.


Dilihat dari jalannya pertandingan sejauh ini, kemungkinan besar kelompok Verna akan menang telak karena adanya Jack dan Verna. Saat ini tidak ada yang tidak mengenal nama Jack Calvin di seluruh akademi Skymaze berkat berbagai kekuatan dan kemampuannya.


Berbeda dari kebanyakan calon Blazer yang hanya memiliki satu Job berdasarkan jenis Soul Arc-nya, Jack mampu menggunakan berbagai macam kemampuan yang seharusnya berada di luar jangkauan kategori Soul Arc-nya, yaitu Support.


Soul Arc milik Jack diketahui bernama Forbidden Magic Card, sebuah Soul Arc berbentuk kartu remi yang mampu memberikan empat jenis karakteristik umum Soul Arc pada penggunanya. Dengan menggunakan Forbidden Magic Card-nya, Jack dapat meningkatkan kemampuan tertentu yang ia miliki sebanyak nilai kartu yang ia ambil.


Sejauh yang diketahui Forbidden Magic Card mampu memperkuat pertahanan dan kekuatan sihir Jack, hal ini bisa diketahui dari pertandingannya selama ini yang hanya memperlihatkan pertahanan dan serangan sihir yang luar biasa.


Meskipun dikatakan Jack dapat menyerang menggunakan sihir nyatanya ia hanya bisa menyerang menggunakan konsentrasi energi jiwa murni yang telah dipadatkan sedemikian rupa, tetapi kekuatannya berada jauh di luar level kelas satu SMA.


Tidak ada yang pernah mendengar nama Jack Calvin sebelumnya, namun berkat turnamen ini dirinya dapat dilihat oleh seluruh dunia. Mungkin nama keluarga Calvin akan terangkat setelah Turnamen Penyambutan usai.


Selain Jack Calvin yang diantisipasi oleh banyak orang di perempat final, nama Verna Galvoria juga menjadi perbincangan di antara penonton dikarenakan gadis yang dijuluki Witch Queen ini merupakan satu dari empat jenius paling terkenal di angkatan mereka.


Sejauh ini Verna hanya mengeluarkan kekuatannya satu kali yaitu ketika Jack meloloskan beberapa serangan lawan menuju bola kristal, tetapi meski hanya satu kali dirinya dimuat ke dalam kabar mingguan Blazer di kota Adele karena kekuatannya yang tak biasa.


Job milik Verna memang masih belum diketahui pasti, namun semua orang bisa menebak bahwa Verna mendapat salah satu Job paling hebat dan dicari di antara Job jenis Wizard lainnya, yakni Elemental Master.


Berdasarkan kabar yang umum diketahui, seorang Elemental Master mampu mengendalikan kelima elemen utama sihir, yaitu api, angin, air, tanah, dan petir. Dengan kemampuan mengerikan ini bukan tidak mungkin Verna dapat mengendalikan bencana setelah menguasai kekuatannya secara sempurna di masa depan.


Saat mengetahui hal ini hati Haikal dan Heru seakan hancur, Verna tak mempunyai belas kasihan sama sekali pada mereka berdua. Keduanya sudah berjuang mati-matian selama bertahun-tahun tapi Verna bisa menyalip mereka dengan mudah? Itu tidak adil, setidaknya itulah yang mereka pikirkan.


Haikal dan Heru tahu bahwa Verna tidak berasal dari keluarga yang biasa saja seperti mereka, Verna dilahirkan di keluarga Galvoria yang merupakan satu dari 13 keluarga bangsawan paling berpengaruh di Wulodhasia, wajar jika Verna memiliki kekuatan yang tak biasa.


Saat ini kedua kelompok yang dimaksud telah berada di sisi berlawanan arena masing-masing menunggu nama anggota kelompok dipanggil oleh pengacara.


Ekspresi Verna, Jack, maupun Cecil terlihat tenang menanggapi pertarungan antar individu kelompok yang sebentar lagi dimulai, sementara pihak lawan nampak gelisah dan khawatir. Sejauh ini kelompok Verna memang sudah diyakini sebagai kelompok unggulan, sulit mengungguli mereka yang terdiri dari seorang jenius dan seorang jenius tersembunyi.


"Dilihat dari penampilan mereka sejauh ini tidak mungkin pihak lawan bisa menang melawan kelompok Witch Queen."


"Aku setuju, tapi kita harus mengamati satu anggota mereka lagi."


Banyak penonton mulai berdiskusi mengenai kemampuan Cecil yang mana satu-satunya anggota kelompok Verna yang belum memperlihatkan kekuatannya.


"Cecil, tenangkan dirimu, abaikan mereka." Jack menepuk pundak Cecil berusaha menenangkannya, namun gadis itu tetap tidak bisa berhenti bergemetar.


"Y-ya, a-aku akan beryusaha!" Tanpa sengaja Cecil menggigit lidahnya sendiri saking gugupnya.


Berbeda dari Jack dan Verna yang dipandang sebagai sosok jenius generasi ini, Cecil merasa dirinya tidak pantas berada di kelompok ini karena ia merasa bakatnya biasa-biasa saja sebagai calon Blazer. Selain itu ia juga seorang pemalu.


Sebelum Cecil menjadi lebih gugup, Verna mengeluarkan Soul Arc-nya yang berbentuk tongkat sepanjang satu meter dengan sebuah bola berwarna ungu di ujungnya dan menghentakkannya kuat-kuat pada arena, membuat sebagian besar arena bergetar dan membungkam banyak penonton.


"Cecil, apapun yang orang lain katakan tidak ada hubungannya denganmu." Verna menatap Cecil dalam-dalam seperti sedang mengintimidasinya, namun ia tidak melakukannya, "Percayalah pada dirimu sendiri, seperti kau percaya kepada kami."


Verna menyentuhkan bola di ujung tongkatnya pada kepala Cecil sambil tersenyum, membuat gadis berambut hijau cerah dengan potongan bob pendek itu seakan tercerahkan.


Kata-kata Verna memang terdengar sederhana, namun kata-kata tersebut seperti merasuki hati Cecil.


Sejak kecil Cecil memang sering diejek dan direndahkan karena bakatnya yang biasa-biasa saja di lingkungan anak-anak berbakat, karena itulah ia menjadi kurang percaya pada dirinya sendiri.


Cecil menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya menenangkan jantung kecilnya yang berdetak kencang, "Ya. Aku mempercayai kalian, Verna, Jack."


Kedua rekan kelompoknya hanya tersenyum kecil, meskipun rasa gugupnya tidak hilang sepenuhnya setidaknya Cecil bisa bertanding.


Sesaat setelahnya pengacara mengundi peserta siapa melawan peserta siapa di pertandingan pertama.


Di babak perempat final dan seterusnya tiap kelompok akan bertarung secara individu yang dibagi menjadi lima babak untuk menentukan kelompok mana yang berhak menuju babak selanjutnya. Peserta yang bertanding akan diundi secara acak.


Dalam pertandingan lima babak ini semua pesertanya akan diundi secara acak, lalu peserta yang baru saja selesai bertarung harus langsung bertarung kembali ketika namanya terpilih. Peserta yang terpilih tidak boleh digantikan walau sudah diambang batas sekalipun, kecuali terluka parah yang tentunya wajib dirawat dan dilarang bertarung lagi.


"Oh, pertandingan perempat final pertama diawali oleh Carlos Ogwine melawan Cecil Vermillion!" Seru pengacara yang disambut antusiasme dari para penonton, sementara Jack dan Verna membeku lalu mengalihkan pandangan mereka pada Cecil.


"A-aku akan be-beryusaha...." Melihat Cecil yang kembali gugup bahkan lebih dari sebelumnya membuat Jack dan Verna menelan ludah, berdoa di dalam hati agar Cecil bisa memenangkan pertandingan ini atau setidaknya tidak memperkecil kepercayaan dirinya.