
Kedatangan seorang gadis berseragam sama seperti dirinya menunggangi Skyboard membuat mata Haikal terbelalak lebar, pasalnya bukan hanya dia tidak mengenali gadis tersebut melainkan jumlah Soul Device yang digunakan si gadis. Haikal tidak pernah melihat Soul Device sebanyak itu pada satu Blazer yang sama.
Skyboard sendiri merupakan salah satu Soul Device termahal yang pernah dia ketahui, pasalnya Soul Device ini mampu melayang beberapa meter di atas tanah. Salah satu Soul Device tingkat atas langka yang hanya bisa dimiliki oleh bangsawan, bahkan hanya beberapa bangsawan yang bisa memilikinya saking langkanya barang ini.
"Selain Skyboard, gadis ini juga mempunyai dua buah Soul Device berbentuk pistol." Pandangan Haikal kali ini jatuh pada sepasang pistol yang digenggam si gadis, sedikit sulit mempercayai pemandangan tersebut, "Mungkinkah dia berasal dari keluarga bangsawan tertentu?"
Selagi Haikal sibuk terhadap lamunannya, tanpa disadari Heru telah mendekatinya dan bereaksi kurang lebih sama seperti Haikal, sama-sama memandangi sang gadis di atas Skyboard-nya yang baru saja menghabisi belasan Sea Monkey, padahal Verg tersebut merupakan kelas Normal yang membutuhkan kekuatan setara Blazer tingkat Advance atau Expert.
"Tapi, jika harus dihitung dengan jumlahnya, maka belasan Sea Monkey ini seharusnya selevel Beast-class. Dia calon Blazer atau Blazer resmi berkekuatan Expert atau Master?" Haikal makin terlarut ke dalam pikirannya sampai tak menyadari si gadis datang mendekatinya.
"Hei, kalian tidak apa-apa?" Gadis itu spontan bertanya mengingat Haikal dan Heru satu-satunya manusia di tempat tersebut sebelum kedatangan dirinya.
"Ah iya, kami tidak apa-apa." Haikal lebih dulu merespon ketimbang Heru yang perhatiannya masih teralihkan oleh bagian tubuh Sea Monkey yang hanyut terbawa arus sungai.
Gadis tersebut menghela nafas pelan sebelum turun dari Skyboard-nya, "Kulihat kalian murid Akademi Skymaze juga, benar? Namaku Sakuya Hirogami dari kelas 2-C." Sakuya sedikit membungkukkan dirinya ketika memperkenalkan diri.
"Hirogami? Kak Sakuya berasal dari keturunan keluarga Kekaisaran Sengoku?" Haikal sedikit menaikkan alis ketika mendengarnya, sementara Sakuya mengangguk pelan mengonfirmasi pertanyaan Haikal.
Sejak berakhirnya Third Doom, perang besar melawan gempuran Verg terakhir, terdapat lima negara yang masih bertahan. Masing-masing negara mengubah bentuk pemerintahannya menjadi monarki sebagai persetujuan damai, termasuk pula Wulodhasia.
Di antara para pengungsi dari negara lain, Wulodhasia termasuk negara yang menerima banyak sekali pengungsi karena lokasinya berdekatan dengan negara-negara lain pasca invasi Verg puluhan tahun lalu.
Setelah Third Doom berakhir sebagian pengungsi ingin kembali dan membangun kembali negara mereka, tetapi tidak semuanya berhasil. Kebanyakan dari mereka gagal membangun negaranya kembali karena lokasinya berada di luar perbatasan yang mana merupakan wilayah kekuasaan Verg.
Meskipun raja Wulodhasia seringkali mengirim pasukan militer untuk melindungi pembangunan negara tersebut, tetap saja gempuran Verg bukanlah sesuatu yang mudah ditangani. Sebagian besar pengungsi yang berniat membangun ulang negara menyerah dan kembali ke Wulodhasia, sementara sisanya berhasil tetapi pemerintahannya berada di bawah yurisdiksi Wulodhasia.
Di antara banyak pengungsi tersebut hanya satu yang menolak bantuan militer Wulodhasia, yaitu pengungsi yang dulunya berkewarganegaraan Jepang. Mereka kembali ke tanah air mereka dan membangun negara tersebut dari awal bersama para pendukungnya.
Butuh waktu hingga puluhan tahun bagi mereka untuk memulihkan dan merebut kembali tanah air mereka, tetapi semua itu tidaklah sia-sia. Meski belum seluruh wilayahnya terebut kembali, Jepang nyatanya berhasil bangkit kembali, kali ini mereka mengibarkan bendera di bawah nama Kekaisaran Sengoku.
Kebangkitan Kekaisaran Sengoku ini menunjukkan bahwa umat manusia sungguh mampu melawan balik Verg, alhasil negara-negara yang dulunya pasif menjadi aktif dalam memerangi Verg di luar perbatasan demi mengambil kembali wilayah manusia yang hilang.
"Ah, namaku Haikal Alendra dari kelas 1-A." Tersadar dari lamunan sesaatnya, Haikal ikut memperkenalkan dirinya.
Mata Sakuya terbuka lebar mengetahui nama pemuda di hadapannya, "Haikal? Kau si Arcless Blazer yang mengalahkan Edward Ghaetas tanpa Soul Arc?"
Haikal sedikit bingung dengan julukan yang Sakuya sebutkan barusan, tetapi di antara siswa-siswi yang berpartisipasi dalam Turnamen Penyambutan hanya dia seorang yang dapat mengalahkan Edward dalam babak semi final.
"Penggemar?" Haikal terkejut mendengar pernyataan Sakuya, dia merasa tidak pernah memiliki penggemar sejauh ini.
Sakuya kemudian menjelaskan dirinya merupakan anggota Klub Penggemar Haikal yang baru belakangan ini berdiri, dia juga menyatakan bahwa klub ini didirikan oleh beberapa siswa yang kagum terhadap Haikal setelah pertandingannya melawan Edward.
Sudah bukan rahasia kelas sikap Edward sangatlah arogan mengingat garis darahnya yang membawa darah keluarga Ghaetas, keluarga bangsawan tinggi di Wileshia, sehingga banyak yang tidak menyukai Edward, terutama saat Edward nampak menyiksa Salvia pada pertandingan lalu.
"Saat kau datang menyelamatkan Salvia itu sangat keren! Bukan hanya menahan dan menyelamatkan Salvia, tapi kau juga menantang Edward yang merupakan salah satu peserta yang diharapkan memenangkan turnamen hanya demi Salvia!" Sakuya terlalu bersemangat menjelaskan sampai beberapa orang yang kebetulan lewat di sana memperhatikan Sakuya cukup lama.
"Baiklah kak, kurasa aku sudah cukup paham mengenai klub penggemarku itu...." Merasa sedikit malu diperhatikan beberapa orang yang lewat di sana, Haikal meminta Sakuya berhenti. Dia kemudian menanyakan perihal julukannya.
"Oh, Arcless Blazer? Itu julukan yang disematkan siswa Skymaze untukmu, julukan itu juga diakui oleh Asosiasi Persatuan Blazer Wulodhasia," jawab Sakuya enteng.
Haikal tersedak nafasnya sendiri mengetahui dirinya memiliki julukan yang diakui oleh Asosiasi Persatuan Blazer sendiri, padahal dirinya belum bisa dikatakan Blazer resmi mengingat Haikal masih berupa calon Blazer di Akademi Skymaze.
Dia kemudian Salvia serta Verna yang telah mendapat julukan bahkan sebelum mereka diakui sebagai Blazer resmi, Snow Princess dan Witch Queen, sedangkan Haikal bahkan belum mampu membangkitkan Soul Arc-nya sendiri?
"Entah apakah ini pujian atau hinaan," gumam Haikal dalam hati memasang senyum kecutnya, merasa bimbang terhadap julukan baru yang tak diharapkannya.
Sakuya juga berbincang sebentar dengan Heru yang mana pemuda ini cukup mengguncang Akademi Skymaze beberapa waktu lalu karena kebanyakan lawannya ditumbangkan dalam satu pukulan. Biarpun sebelumnya Heru tidak mempunyai nama besar seperti Salvia, Verna, ataupun Edward, saat ini tak ada yang mengenal nama Heru di seluruh akademi.
Selagi Sakuya asyik mengobrol dengan Heru, Haikal mengalihkan perhatiannya pada jasad Sea Monkey yang dia bunuh sebelumnya, memandangnya penuh keheranan, "Kenapa medan pelindung tidak bisa menahan atau mendeteksi mereka?"
Haikal sudah mencari tahu banyak hal mengenai dunia per-Blazeran, salah satunya adalah medan pelindung anti-Verg yang digunakan untuk menangkal keberadaan Verg. Menurut artikel yang pernah dia baca, seharusnya Verg kelas Normal seperti Sea Monkey ini mustahil bisa melewati medan pelindung tersebut.
Adele merupakan salah satu kota terbesar di Wulodhasia, medan pelindung anti-Verg-nya pun berkualitas tinggi sampai-sampai Verg kelas Goliath sekalipun akan kesulitan menembusnya. Tetapi apa yang dia lihat hari ini bukan Verg Goliath-class maupun Behemoth-class, melainkan hanya belasan Verg Normal-class mampu memasuki wilayah Adele tanpa terdeteksi.
"Mungkinkah terdapat Verg kemampuan sejenis penganggu kinerja mesin di antara Sea Monkey ini?" Haikal mengusap dagunya memandangi aliran sungai tempat Sakuya membantai belasan Verg beberapa waktu lalu, "Tidak, Sea Monkey harusnya hanya bisa bernafas di dalam air bukan merusak medan pelindung."
Ketika Haikal tengah berpikir keras penyebab Sea Monkey mampu menembus medan pelindung kota, beberapa Blazer tiba tak jauh dari tempatnya berdiri. Blazer-Blazer tersebut merupakan utusan Veindal serta Asosiasi Persatuan Blazer cabang Adele, sebagian datang karena menyaksikan ledakan yang Sakuya buat.
Heru menjelaskan situasinya terhadap para Blazer tersebut, Haikal dan Sakuya juga menambahkan beberapa detail yang tidak Heru sebutkan. Sakuya juga memaparkan bahwa Verg-Verg yang berhasil menyusup ini adalah Verg Normal-class, Sea Monkey. Itu bisa terbukti dari jasad Verg yang berhasil Haikal bunuh.
"Baik, kalian boleh pergi, serahkan sisanya kepada kami." Salah satu Blazer mempersilahkan ketiganya pergi, dia sudah mendapat arahan untuk membiarkan Haikal, Heru, dan Sakuya pergi dari Veindal mengingat ketiganya merupakan calon Blazer tingkat SMA.