
Kota Adele terbagi menjadi empat distrik utama yang searah dan dinamai sesuai arah mata angin. Dalam situasi ini Adele sangatlah rentan terhadap serangan dari manapun, namun rute yang paling mengkhawatirkan memanglah Adele Timur.
Adele terletak di pertengahan provinsi Borneo Timur sebelah timur, berbatasan langsung dengan laut yang memisahkan Borneo dan Sulawesi, Selat Sulawesi. Sepintas posisi Adele memang bagus karena mempunyai akses langsung ke laut, tetapi di masa kini laut adalah wilayah berbahaya.
Berbeda dari darat ataupun udara yang masih dapat diamati, kedalaman laut sulit dicapai oleh penglihatan normal sehingga sulit melihat bahaya yang seringkali tiba-tiba menerjang dari dalam laut jika tanpa Soul Arc berkemampuan deteksi ataupun peralatan serupa.
Belum lagi laut masih menyimpan banyak misteri sejak dahulu, belum banyak wilayah laut yang telah ditelusuri oleh manusia menjadikan laut sebagai sarang yang amat cocok bagi Verg tipe Aquatic, terutama jika Verg tersebut bertubuh besar karena mudah bersembunyi di kedalaman.
Itulah alasan mengapa distrik paling rentan oleh serangan Verg adalah Distrik Timur, lalu inilah yang menjadi tujuan Haikal dan lainnya.
"Sepasang Verg kelas Normal arah jam empat! Model Predator berkaki empat, jenis Invader! Nama kodenya Direwolf!" Cecil berseru keras memperingatkan teman-temannya begitu penglihatan Jade Phoenix-nya menangkap dua Verg berwujud serigala besar berlari menuju mereka.
Mendengar peringatan Cecil, grup kecil yang terdiri dari enam orang calon Blazer itu segera mengambil formasi yang telah mereka tentukan sebelumnya.
Haikal dan Heru mengambil barisan paling depan mengingat keduanya adalah petarung jarak dekat, kemudian di belakang mereka terdapat Salvia dan Verna yang siap mengerahkan sihir untuk membantu Haikal dan Heru dari belakang sewaktu-waktu dibutuhkan, sementara Cecil berada di belakang dua gadis tersebut.
Cecil merupakan calon Blazer dengan Job Summoner, kemampuan utamanya yang paling dibutuhkan saat ini adalah jarak pandangan luas melalui Soul Arc-nya yang dapat dikendalikan dari jauh. Dia juga bertugas untuk menyembuhkan saat diperlukan.
Sedangkan, Jack? Dia berada di barisan paling belakang dalam formasi ini.
Forbidden Magic Card milik Jack amatlah berguna meski dari posisi manapun, dia dapat beradaptasi terhadap berbagai kondisi sehingga memungkinkannya menjaga bagian belakang formasi, mendukung sekaligus membantu Haikal dan Heru di barisan terdepan dari jauh.
"Heru, incar kepalanya!" Haikal meraih Soul Saber di pinggang dan segera mengaktifannya sebelum menendang tanah melesat ke depan.
"Aku tahu!" Heru tidak ingin ketinggalan, dia juga mengeluarkan Soul Arc-nya yang belakangan diketahui bernama Twin Kong, kemudian melesat cepat mengikuti Haikal dari belakang.
"Dasar anak laki-laki!" Verna memanyunkan bibirnya sedikit tidak terima Haikal dan Heru maju lebih dulu, tapi dia tidak mengeluh lebih jauh dan mengerahkan sihir dari jauh menembakkan beberapa bola air, "Ayo mulai, Salvia! Blue Sphere – Barrage!"
Sepasang Verg bernama Direwolf itu memang cepat nan gesit sehingga cukup banyak yang berhasil dihindari dan bola yang mengenai sasaran pun tidak memiliki daya hancur cukup untuk Verg sekelas Direwolf, tetapi tujuan Verna bukanlah serangan telak.
Salvia tidak menjawab seruan Verna dengan perkataan, dia langsung mengambil posisi sebelum mengaktifkan Awakening sekaligus pemusatan energi jiwa bersamaan, lalu mengerahkan salah satu jurus terkuatnya, "Niflheim Breeze!"
Salvia menghembuskan angin dingin kuat yang segera membekukan kedua Verg tersebut yang telah terkena serangan air Verna, membuat sepasang Direwolf itu tidak berkutik saat Haikal dan Heru melayangkan serangan.
Haikal mengayunkan pedang laser di tangannya membelah dua Direwolf sasarannya secara diagonal, sementara Heru melancarkan sebuah pukulan kuat pada kepala lawannya dan menghancurkan Verg berbentuk serigala tersebut berkeping-keping.
"Woah, mengalahkan Verg kelas Normal dalam sekejap tidak pernah bisa kubayangkan dalam mimpiku sekalipun!" Heru memandang tinjunya tidak percaya baru saja menghancurkan Direwolf secepat itu, Verg yang notabenenya memerlukan Blazer setingkat Intermidate atau Advance untuk dihadapi.
"Hmph, tentu saja! Itu karena jurus gabunganku dan Salvia!" Verna membusungkan dadanya melihat reaksi Heru, "Berterima kasihlah pada kami!"
"Ya, terima kasih, Verna! Kau yang terbaik! Aku sayang padamu!" Heru tersenyum lebar kepada Verna sambil mengangkat jempolnya tinggi-tinggi dan beralih memandang Salvia, "Kombinasi jurus kalian hebat!"
Verna yang mendengar itu wajahnya segera memerah setelah terdiam beberapa detik, tak menyangka Heru tiba-tiba berkata demikian. Dirinya sama sekali tidak siap terhadap 'serangan telak' dari kekasihnya barusan.
Haikal dan Salvia tersenyum kering tidak tahu harus bagaimana menanggapi suasana ini, sementara Jack di belakang berusaha menahan seringainya mengamati Haikal dan Salvia sebelum dikomentari oleh Cecil, "Jack, kenapa kau tersenyum seperti itu?"
"Menyerang?" Cecil memiringkan kepalanya tak memahami kata tersebut, dia tidak melihat Heru melayangkan serangan pada Verna sebelumnya—lebih tepatnya belum pernah satu kali pun.
Jack tersenyum kecut menanggapi kepolosan Cecil, bingung harus menjelaskan atau membiarkan kepolosan Cecil sebagaimana seharusnya.
Keenamnya meskipun berhasil mengalahkan Verg kelas Normal dalam sekejap yang seharusnya mustahil dilakukan untuk ukuran calon Blazer kelas satu lantas tidak tinggi hati.
Verg kelas Normal hanya kedua terlemah di antara ketujuh kelas lainnya, mampu mengalahkan lawan sekelas itu dalam kurang dari satu menit memang merupakan prestasi besar untuk ukuran mereka, namun beda cerita jika dibandingkan sekelompok Blazer resmi.
Mereka tahu sekelompok Blazer resmi setingkat Intermidate pun dapat melakukan hal serupa dengan mudah, apalagi jumlah Verg Normal-class hanya sepasang sementara mereka berenam. Itu jelas terlalu berat sebelah.
Meski prestasi ini bukanlah hal kecil untuk ukuran calon Blazer, tidak ada waktu bagi keenamnya merayakan keberhasilan mereka mengingat saat ini mereka berada di tengah pertempuran sungguhan bukan di Virtual Training Room. Verg akan terus berdatangan tanpa diminta.
Benar saja, tidak lama kemudian Cecil memberitahu Haikal dan lainnya terdapat sekelompok Ant-Bee datang dari satu arah. Dia dapat mengetahui hal ini melalui penglihatannya yang sekarang terhubung dengan Jade Phoenix yang melayang beberapa meter di atasnya.
Cecil juga menjabarkan sekelompok Ant-Bee ini berjumlah tidak kurang dari 20 ekor.
"Ant-Bee, ya?" Haikal tersenyum lebar mendengar tentang Ant-Bee dari Cecil, dia lalu memandang Heru yang juga memasang ekspresi serupa, "Kalau tak salah kita tidak sempat berlatih di Virtual Training Room melawan Ant-Bee karena diusir oleh Pak Andre waktu itu, bukan?"
Heru melirik Haikal sambil menaikkan sebelah alisnya dengan senyum menantang, "Oh, kita akan melakukannya sekarang?"
"Entahlah, kau mungkin tidak bisa mengikutiku mengingat kondisimu jauh dari prima setelah mengalami peristiwa hidup dan mati beberapa waktu lalu," ujar Haikal mengangkat bahunya.
Dahi Heru sedikit berkedut mendengar pancingan Haikal, "Ah, begitukah? Kupikir kau yang tidak berani setelah dibuat babak belur oleh Jack di pertandingan lalu."
Haikal memicingkan pandangannya pada Heru merasa tidak senang terhadap perkataan pemuda tersebut, begitu pula sebaliknya yang melakukan hal serupa membuat Verna dan Jack menepuk jidat mereka bersamaan.
"Mereka mulai lagi," gerutu Jack memijat keningnya yang terasa berdenyut.
"Ya, aku bisa menebak bagaimana akhir debat mereka kali ini," tambah Verna tidak kalah sakit kepala dari Jack.
"Kebetulan aku juga berpikir demikian."
Selang beberapa saat Haikal dan Heru memutuskan sesuatu sebelum tiba-tiba berlari kecil ke arah datangnya para Ant-Bee yang diberitahukan Cecil.
"Siapa yang mengalahkan lebih banyak Verg pemenangnya!"
"Siapa takut!"
Bersama seruan tersebut ketika segerombolan Ant-Bee datang, Haikal dan Heru memberikan sambutan meriah pada mereka semua. Haikal menebas setiap Ant-Bee dengan Soul Saber di tangannya, sementara Heru melayangkan tinjuan demi tinjuan menghancurkan lawannya satu per satu.
Jack dan Verna hanya bisa menggelengkan kepala mereka menyaksikan tingkah konyol kedua pemuda tersebut, di sisi lain Salvia dan Cecil melihat Haikal dan Heru lalu memandang Jack serta Verna bergantian dengan wajah polos, "Kita tidak membantu mereka?"