Absolute Soul

Absolute Soul
105. Arahan Haikal



Begitu Haikal menyampaikan rencananya Reyhard terlihat sedikit meragukan kewarasan Haikal karena menyusun rencana segila itu, namun dia dapat melihat bahwa jika rencana ini berhasil bukan tidak mungkin mereka berhasil membalikkan situasi berbahaya ini dan menghabisi sejumlah besar Verg.


"Memang benar dengan rencana ini kita bisa menepuk dua lalat sekaligus." Jack mengusap dagu mendengar rencana Haikal, "Tapi, apakah rencana ini memungkinkan? Maksudku, ini akan membutuhkan banyak Blazer tipe Wizard dan itu dapat mengurangi daya tempur kita di garis depan."


Haikal tidak menanggapi komentar Jack mengingat dia sudah menyebut rencana ini memang gila dan mustahil jika tak dilakukan dengan banyak orang, tetapi dia tetap bersikukuh bahwa jika rencananya berhasil maka pertempuran dapat segera berakhir—atau setidaknya mengulur waktu sebelum gelombang selanjutnya tiba.


Haikal dan Jack saling memandang sejenak sebelum beralih pada Reyhard yang nampaknya telah membuat keputusan.


"Baiklah, mari kita coba rencana Haikal." Reyhard segera mengarahkan Blazer di belakangnya untuk mengumpulkan seluruh Blazer tipe Wizard yang masih bisa bertarung dan menempatkan mereka di satu titik.


Reyhard berterima kasih kepada Haikal sebelum berkata, "Beristirahatlah sebaik-baiknya karena mungkin kami akan membutuhkan bantuan kalian juga nantinya."


Setelah berkata demikian Reyhard pergi meninggalkan ruangan bersama beberapa bawahannya yang tersisa membiarkan rombongan Haikal beristirahat lebih lama.


Saat Reyhard sudah benar-benar meninggalkan ruangan barulah Haikal menghela nafas berat nan lega, "Berhadapan dengan seorang Blazer tingkat Master seperti Komandan Reyhard sungguh melelahkan. Aku bahkan tidak tahu apakah senyumku terlihat alami atau tidak."


"Begitu saja kau sudah gugup? Kau masih harus banyak belajar, kawan," ketus Heru menertawakan Haikal yang nampak begitu bebas setelah Reyhard keluar dari ruangan.


Haikal mengangkat sebelah alisnya mendengar balasan Heru lalu ikut memasang senyum remeh, "Kau berkata demikian tapi tak melihat dirimu sendiri? Lihatlah kakimu begitu bergemetar."


"Ah, ini? Aku hanya terlalu bersemangat mendapat kesempatan bertemu dengan Blazer tingkat Master," ujar Heru sembari mengibaskan tangannya menolak asumsi Haikal.


"Berhentilah bertengkar karena hal sepele!" Sebelum Haikal membalas ucapan Heru, Verna lebih dulu datang dan memberi sebuah jitakan di masing-masing kepala mereka, membuat keduanya terdiam meringis kesakitan.


Verna mendengus merasa puas setelah melampiaskan kekesalannya terhadap pertikaian Haikal dan Heru, dia lalu memandang Jack sebelum bertanya, "Bagaimana menurutmu, Jack? Berapa perkiraanmu mengenai peluang keberhasilan rencana ini?"


Jack mengusap dagunya sejenak begitu mendengar pertanyaan Verna. Dia mengakui bahwa rencana Haikal terdengar sangat gila serta memiliki resiko yang tidak ringan, namun jika rencana ini berhasil maka semua dapat selesai dalam sekali serang.


"Aku tidak yakin seberapa besar peluang keberhasilannya, tapi satu hal yang pasti daya tempur di garis depan akan berkurang drastis," ujar Jack setelah merenung beberapa saat.


Dia kemudian mengambil beberapa benda kecil yang terdapat di ruangan dan meletakkan semuanya di atas meja, menyusunnya sedemikian rupa hingga menyerupai lokasi Benteng Muara beserta medan pertempuran yang tengah berlangsung.


Jack menunjuk suatu benda yang menandakan barisan terdepan Benteng Muara, "Normalnya tempat ini akan diserahkan kepada para Blazer tipe Warrior dan Rogue karena kemampuan bertarung jarak dekat mereka."


"Lalu, di belakang mereka terdapat Blazer tipe Wizard dan Support yang siap mendukung dari jarak menengah dan jauh," jelas Jack menunjuk sebuah benda yang berada di belakang benda 'Barisan Terdepan Benteng Muara'.


"Kunci rencana Haikal berpusat pada Blazer tipe Wizard, terutamanya yang mampu mengendalikan air," lanjut Jack menjelaskan, "Itu berarti kita harus mengorbankan dukungan Blazer Wizard di garis depan yang mana juga akan mempengaruhi Blazer tipe Warrior lainnya."


Jack mengerutkan dahi sejenak sebelum memandang Haikal, "Bagaimana jika pertahanan Blazer Warrior di garis depan runtuh lebih dulu sebelum para Blazer Wizard peran mereka?"


"Kita tidak akan gagal." Haikal menggeleng pelan sambil memasang senyum percaya diri.


Jack mengangkat sebelah alisnya, "Atas dasar apa kau berkata demikian?"


"Soul Arc-mu," balas Haikal singkat, sukses membuat Jack dan lainnya terdiam seketika.


Keheningan berkuasa di antara mereka berenam sampai Jack mengedipkan matanya beberapa kali dan mengorek kuping sebelum berkata, "Maaf, kurasa aku salah dengar. Bisa kau katakan lagi?"


"Kau tak salah dengar, Jack." Haikal tersenyum penuh makna, "Aku yakin kita akan berhasil karena Soul Arc dan dirimu, Jack."


Umumnya Soul Arc milik Blazer tipe Support hanya memiliki kemampuan untuk memperkuat satu tipe statistik saja, tetapi Jack mampu meningkatkan setiap statistik seorang Blazer atau lebih.


Hal itu terbukti ketika pertandingannya melawan Haikal, Jack mampu menandingi bahkan mengungguli kekuatan fisik Haikal yang notabenenya Blazer tipe Warrior yang unggul dalam statistik fisik.


Di saat yang bersamaan Jack juga dapat menciptakan serangan sihir sekuat Gaia's Maelstrom yang bahkan mampu membuat kagum dan iri sejumlah besar Blazer tipe Wizard, sebuah teknik yang dapat menghancurkan arena Akademi Skymaze jika tidak ditahan oleh pelindung.


Belum lagi kekuatan penuh Magic Javelin Rainfall yang baru-baru ini digunakan untuk menghabisi atau setidaknya melukai ratusan Verg berkelas Normal ke bawah di luar Benteng Muara.


"Dengan Forbidden Magic Card Jack, kita bisa meningkatkan kekuatan sejumlah besar Blazer sekaligus. Blazer tipe Support lain akan fokus kepada mereka yang tak terjangkau oleh kemampuan Jack," jelas Haikal menutup penjelasannya.


Haikal membusungkan dadanya merasa dirinya cukup hebat mampu memanfaatkan kekuatan dukungan Jack yang baru saja dia rasakan saat melawan Shear lalu, tetapi sebelum Haikal sempat merasa lebih bangga lagi Verna memukul kepala pemuda tersebut cukup keras hingga dahi Haikal menghantam lantai.


"Kau bodoh atau apa?! Biarpun kekuatan Jack memang praktis dan memiliki jangkauan lebih luas ketimbang Blazer tipe Support lainnya, bukan berarti semua bisa dilakukan semudah itu!" seru Verna melepaskan amarahnya sampai Cecil menarik lengan Verna berusaha menenangkan gadis penuh emosi tersebut.


Jack tertawa tipis melihat reaksi Verna yang cukup mengejutkan dirinya, sementara Haikal bangkit sembari mengusap ubun-ubunnya yang terasa sakit. Mereka berdua kemudian berbagi pandang sebelum Jack mengangkat suara.


"Haikal, memang benar kekuatanku mampu meningkatkan berbagai statistik seorang Blazer atau lebih dalam satu waktu, namun semua butuh bayaran yang setimpal," ujar Jack yang lalu menjelaskan lebih lanjut mengenai Forbidden Magic Card.


Kekuatan peningkatan Jack berhubungan dengan jenis kartu yang dia tarik. Jika Jack menarik kartu semanggi maka statistik yang meningkat adalah kekuatan sihir, jika sekop maka kekuatan fisik yang akan meroket.


Kekuatan Jack memang terdengar praktis dan sangat berguna dalam berbagai situasi, tetapi kekuatan sebesar itu juga tidak murah. Jack memerlukan energi jiwa yang cukup untuk merealisasikan peningkatan tersebut.


Katakan saja saat Jack menarik suatu kartu bernilai dua berarti menarik satu poin energi jiwa, lalu menarik kartu senilai tiga berarti Jack juga membutuhkan satu poin energi jiwa tambahan untuk mewujudkannya dan begitu seterusnya sampai kartu paling tinggi nilainya.


"Ditambah, semakin banyak orang yang kuberi peningkatan maka semakin banyak pula energi jiwa yang kuperlukan." Jack tersenyum pahit seusai menjelaskan syarat mutlak kemampuannya.


Dia menambahkan untuk memperkuat kekuatan fisik Haikal dan Heru sebelumnya juga membutuhkan kurang lebih dua puluh persen dari total energi jiwanya.


Haikal mengusap dagunya sejenak merenungkan penjelasan Jack, "Bagaimana jika peningkatan hanya bernilai dua kali lipat?"


"Jika hanya dua kali lipat aku dapat memperkuat 15 sampai 20 orang dalam beberapa menit dengan jumlah energi jiwa sebanding," jawab Jack secara kasual sampai dia menyadari maksud di balik pertanyaan Haikal tersebut, "Maksudmu...."


"Baik, kau fokus saja pada 15 sampai 20 orang tersebut. Blazer Support lain akan menutupi sisanya." Haikal kemudian menyerahkan kantung berisi pil pemulih energi jiwa pemberian Sakuya kepada Jack, "Gunakan ini saat energi jiwamu menipis."


Jack ingin mengatakan sesuatu namun belum sempat dia mengangkat suara, Haikal sudah memberi arahan kepada Cecil yang berposisi sebagai penyembuh di garis aman bersama Jack. Dia juga mengarahkan Salvia menuju garis depan membantu Blazer Warrior dan Rogue menggunakan jangkauan sihir luasnya.


"Lalu, Verna akan mengikuti Blazer Wizard lain untuk mengeksekusi inti rencana," ujar Haikal menunjuk Verna yang kini mendengarkan dengan seksama, "Terakhir, aku dan Heru akan maju di barisan paling depan."


"Haikal, itu terlalu gegabah." Salvia segera menyerobot perkataan Haikal yang disambung oleh Verna, "Salvia benar. Biarpun kalian sudah menjadi lebih kuat bukan berarti kalian tidak dapat terluka atau bahkan...."


Verna tak mampu menyelesaikan kata-katanya begitu bayangan kematian Heru dan Haikal terpintas di benaknya, namun sebelum imaijnasi Verna menjadi lebih liar Heru menepuk pundak gadis berambut ungu tersebut.


"Jangan terlalu khawatir begitu. Kau sudah melihatku hampir mati beberapa kali, buktinya aku masih hidup sampai sekarang," ujar Heru sembari tertawa lantang yang semakin lama semakin mengecil dan akhirnya berhenti sebelum mengalihkan pandangan setelah melihat tatapan tajam Verna yang seakan hendak melahapnya hidup-hidup.


Verna menghela nafas melihat sikap kekasihnya tersebut yang benar-benar membuatnya tak tega meninggalkan Heru sendirian. Dia lalu memandang Haikal, "Aku tidak bisa membiarkan kalian maju ke garis terde—"


"Lalu, apa kau ingin mengatakan agar aku dan Heru duduk diam di ruangan ini sambil minum teh membiarkan kalian menghadapi bahaya?" Haikal memandang Verna dengan sorot mata tajam, membuat sang gadis bergidik sesaat.