
"Black Karma? Lima menit? Kau sedang mengigau atau apa?" Shear tertawa sinis menanggapi perkataan Haikal yang dirasa tidak masuk akal, tetapi dia tak menurunkan kewaspadaannya.
Shear mengetahui meskipun calon Blazer, kekuatan Haikal maupun Jack bisa dibilang setara dengan Blazer tingkat Advance atau Expert. Dia sendiri meskipun berada di tingkat Expert lebih lama dibanding keduanya, Shear masih belum mengetahui kekuatan penuh mereka berdua sehingga harus berhati-hati.
Haikal nyatanya tidak mempedulikan tanggapan Shear, dia mengambil sebuah langkah, lalu langkah lainnya, kemudian satu langkah lain. Haikal melangkah demi selangkah dengan kecepatan lebih lambat dari berjalan sampai membingungkan Shear maupun Jack.
"Anak ini... mau apa dia?" Shear mengangkat alisnya tidak mengerti tindakan Haikal yang terlihat begitu terbuka, dia melesatkan sejumlah pisau terbang untuk melihat apa yang sebenarnya Haikal lakukan.
Jack bereaksi terhadap serangan Shear, dia mengerahkan beberapa tombak sihirnya hendak menahan pisau-pisau Shear, tetapi belum sempat dia melakukannya sosok Haikal menghilang dari pandangannya, begitu pula Shear yang kini melotot merasakan sakit hebat di perutnya.
"Ughh...." Shear seketika jatuh berlutut sembari memegang perutnya di depan Haikal yang tengah berdiri hanya berjarak beberapa langkah saja darinya, membuat Jack menggosok matanya beberapa kali tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Apa yang baru saja terjadi?" Jack bergumam dalam hati, dia bisa melihat kehadiran Haikal di depan Shear yang tiba-tiba jatuh berlutut, namun matanya hampir tak sanggup mengikuti pergerakan Haikal.
Meskipun Jack masih bisa mengikuti gerakan Haikal, sebenarnya yang dia dapatkan hanya sekelebat bayangan sesaat yang melesat menuju tempat Shear. Dia tak mampu melihat gerakan Haikal sepenuhnya.
Keringat dingin di punggung Jack belum berhenti mengalir memandangi Haikal, "Ini kekuatan Haikal?"
Jack memang pernah bertarung dan bahkan mengalahkan Haikal pada babak final lalu, namun tekanan energi jiwa Haikal sekarang dan saat itu sangatlah berbeda. Jack merasakan tekanan energi jiwa Haikal sekarang begitu pekat dan dingin, berbeda dari tekanan energi jiwa Haikal yang dia ketahui.
"Bangun." Haikal menendang dagu Shear sampai pria tersebut terhempas ke udara beberapa saat dan jatuh lagi bersama erangan kesakitan, tetapi Haikal tidak peduli, dia meraih kerah Shear dan mengangkat tubuh sosok pengendali boneka mekanik itu ke atas, "Kubilang bangun."
"Urgh.... Apa-apaan...." Shear bergumam pelan merasakan peningkatan kekuatan Haikal yang tidak wajar sebelum menatap mata pemuda tersebut, dia menemukan tatapan sedingin es dan setajam pedang menatapnya.
Keringat dingin Shear mulai mengalir membasahi punggung merasakan kengerian dari tatapan Haikal yang amat berbeda dari yang dia ketahui, tetapi dia tidak lantas menyerah begitu saja. Shear memainkan jarinya menggerakkan Knives Reaper untuk menyerang Haikal dari belakang, tapi sayang sebelum dia melakukan itu Haikal sudah melempar badannya lebih dulu menuju salah satu bangunan.
Bruaak!!
Shear menembus beberapa rumah sekaligus berkat sebuah lemparan dari Haikal saja, kini dia terduduk di lantai rumah dengan punggung tersandar di dinding retak. Darah segar keluar dari bibirnya bersama erangan penuh kesakitan.
"Apa-apaan anak ini?! Bagaimana bisa kekuatannya meroket sejauh ini?!" Shear menjerit dalam hati merasa terkejut sekaligus kebingungan, dia tidak pernah mendengar Haikal mampu meningkatkan kekuatannya sampai sejauh ini.
Sebagai seorang Blackout yang mengincar para finalis Turnamen Penyambutan, Shear diberi informasi mengenai kekuatan dan kemampuan Haikal sedetail mungkin, tetapi dia tidak pernah mendengar ataupun melihat peningkatan hingga setingkat ini dari seorang calon Blazer kelas satu!
"Kau pasti kebingungan kenapa kekuatanku bisa meningkat sampai ke tahap ini, bukan?"
Haikal sendiri tidak mempedulikan reaksi Shear, dia sekali lagi menarik kerah pria itu dan melemparnya kembali ke tempat semula, kali ini dengan tenaga yang tidak sekuat sebelumnya. Shear terhempas dan menghantam sebuah bangunan di tempat itu tetapi tidak sampai menembus.
Jack yang sejak tadi diam di tempat yang sama sedikit terkejut melihat Shear terhempas dan menghantam bangunan di belakangnya, matanya terbuka lebar mendapati hal tersebut. Pandangannya lalu teralih pada sosok Haikal yang baru saja keluar dari lubang bangunan akibat hantaman Shear.
"Haikal, kurasa ini sudah lebih dari cukup," ujar Jack berusaha menenangkan Haikal yang dia rasa sedang marah atau sejenisnya, tetapi dia salah.
"Lebih dari cukup? Tidak, ini belum cukup, sama sekali belum cukup." Haikal tidak menoleh pada Jack, "Dia dan Blackout sudah membawa bencana besar pada Adele, ini masih jauh dari kata cukup."
Dahi Jack mengerut hebat mendengar balasan Haikal. Selain tekanan energi jiwanya yang terasa begitu pekat dan dingin, dia juga dapat merasakan kepribadian Haikal yang terkenal hangat dan ramah ikut berubah seiring peningkatan kekuatan yang diperolehnya.
Jack menghela nafas sesaat sebelum memancarkan tekanan energi jiwa yang tidak kalah dari Haikal, matanya memicing tajam memandang pemuda tersebut. "Haikal, aku tidak tahu dendam kesumat atau masalah apa yang kau miliki terhadap Blackout, tapi kau tak boleh membunuhnya."
Tanpa menunggu jawaban Haikal, Jack melepaskan sejumlah tombak sihir menuju Shear yang segera berubah menjadi rantai pengekang, mengikat pria yang bisa dibilang hanya berjarak selangkah dari kematian.
Haikal melirik Jack menunggu alasan mengapa Jack bersikap lunak terhadap Shear yang notabenenya adalah salah satu Blazer buronan terkenal sekaligus anggota Blackout yang bisa dipastikan menjadi dalang di balik kekacauan Adele saat ini, namun Jack tidak menjawab harapan Haikal.
Keduanya saling melempar pandangan merasa curiga, tetapi Haikal tidak ingin membuat keributan yang tidak diperlukan sehingga memutuskan mengalah. Dia menarik tekanan energi jiwanya sekaligus teknik Black Karma yang tengah dia gunakan.
Perlahan bercak hitam pada tubuh Haikal mulai menyusut menuju tangannya kembali dan akhirnya menghilang tanpa bekas, begitu juga tekanan energi jiwanya yang terasa pekat dan dingin.
"Baiklah, lakukan sesukamu." Haikal sedikit tidak terima dengan keputusan Jack yang terlalu baik bagi penjahat seperti Shear, tetapi dia bisa memakluminya setelah berpikir ada kemungkinan Shear merupakan anggota inti Blackout yang dapat diinterogasi mengenai rencana serta tujuan Blackout ke depannya.
"Terima kasih." Jack ikut menarik tekanan energi jiwanya, sorot matanya juga ikut melunak memandang Haikal tak ingin menekan pemuda tersebut lebih jauh lagi sambil bergumam dalam hati, "Aku tak bisa membiarkanmu membunuh manusia, setidaknya untuk sekarang."
Saat Jack hendak memusatkan perhatiannya untuk menahan Shear, tiba-tiba Haikal jatuh ke tanah diikuti erangan kesakitan sesaat membuat dahinya mengerut keheranan, "Haikal?"
"Maaf, Jack, bisakah kau juga membawaku? Seluruh tubuhku kesakitan dan tidak bisa bergerak," ujar Haikal masih meringis kesakitan.
Jack merasa heran mengingat Shear tidak sempat menyarangkan serangan kepada Haikal pada pertarungan berat sebelah sebelumnya, kemudian sebuah dugaan terlintas di benak Jack yang membuatnya memasang senyum kecut, "Jangan bilang teknikmu yang barusan itu...."
"Benar, tebakanmu sama sekali tidak meleset." Haikal menjawab setelah hening sesaat.
Pada akhirnya Jack menghela nafas panjang sebelum menuruti permintaan Haikal, dia mengangkat Shear dan Haikal bersamaan menggunakan rantai sihirnya.