
Setiap akademi yang memusatkan perhatian dalam mendidik calon Blazer muda yang diakui oleh Asosiasi Persatuan Blazer mempunyai sebuah organisasi khusus tertentu yang kurang lebih setara dengan Guild, yaitu Harbinger.
Harbinger merupakan organisasi khusus siswa yang terdiri dari para calon Blazer berbakat di akademinya masing-masing. Mungkin organisasi ini mirip dengan OSIS pada sekolah-sekolah biasa, perbedaannya Harbinger lebih menekankan pada kekuatan dan kemampuan bertarung para anggotanya sebagai syarat menjadi salah satunya.
Selain menjadi organisasi yang memimpin kegiatan kesiswaan dalam suatu akademi, Harbinger juga merupakan organisasi petarung dari pihak akademi. Organisasi ini diisi oleh para murid yang kekuatan dan kemampuannya diakui setara dengan Blazer resmi namun belum menjadi salah satunya berkat beberapa ketentuan tertentu.
Secara posisi Harbinger kurang lebih sama dengan Guild dalam pertarungan, hanya saja Harbinger tidak sebebas Guild dan hanya menerima perintah dari akademinya masing-masing.
Syarat menjadi Harbinger sendiri terbilang amat sulit karena hanya murid-murid berbakat dan terpilih yang dapat menjadi anggotanya, mereka para Harbinger dapat dikatakan adalah orang-orang terkuat seakademi.
Oleh sebab itulah saat ini seluruh ruangan rapat diisi kehebohan akibat kedatangan Sakuya yang seorang Harbinger Akademi Skymaze, namun dapat segera menenangkan diri karena memahami situasi Adele maupun akademi sekarang memungkinkan para Harbinger bergerak.
"Ah, ternyata Kak Sakuya adalah seorang Harbinger. Aku tidak akan heran mengapa dia bisa menghabisi begitu banyak Sea Monkey waktu itu," gumam Haikal tersenyum kecut begitu melihat lencana yang digenggam Sakuya.
Heru mengangguk pelan menanggapi gumaman Haikal memasang ekspresi serupa, "Yah, tidak mungkin seseorang yang mampu menghabisi belasan Sea Monkey dalam sekejap hanya seorang murid biasa."
Baik Haikal maupun Heru sebenarnya sudah menebak-nebak identitas Sakuya saat pertama kali bertemu mengingat sulit mencari calon Blazer yang dapat membunuh belasan Verg Normal-class dalam beberapa saat saja.
Haikal memang mampu mengalahkan beberapa Ear-Dog yang merupakan Verg kelas Normal dalam waktu singkat, tetapi dia dibantu oleh Salvia yang mengendalikan salju menjaganya dari belakang, sedangkan Sakuya?
Gadis itu bahkan mampu membantai belasan Verg Normal-class seorang diri, bukan hal yang bisa dilakukan oleh calon Blazer biasa. Tidak begitu sulit menebak identitasnya sebagai salah satu Harbinger dengan kekuatan sekuat itu.
"Hmm? Oh, Haikal! Arcless Blazer! Kau di sini rupanya!"
Saat mendapati Haikal duduk bersandar di dinding bersama Salvia, Heru, serta Verna, Sakuya segera menyapa dan mendekati mereka, lalu menjabat tangan Haikal dan mengayunkannya dengan cepat. Tentu hal itu mengundang perhatian seisi ruangan yang kini memandang Haikal penuh keterkejutan.
"Dari mana saja kau? Aku mencarimu setelah pertandinganmu melawan anak ini, kau tahu. Aku khawatir kau diculik oleh orang-orang Blackout itu," kata Sakuya cemberut sambil menunjuk Jack yang kini mendekat dan memberikan sebuah jitakan keras yang sukses membuat Sakuya menjerit.
"Apa yang kau lakukan, Jack?! Aku ini seniormu di sekolah!" Sakuya mengusap-usap kepalanya yang sedikit membengkak.
Jack tidak mempedulikan perkataan Sakuya dan melayangkan jitakan lainnya, sekali lagi sukses membuat Sakuya menjerit kesakitan, "Kau sudah menjitakku sekali, kenapa lagi sekarang?!"
"Pertama, kedatanganmu tidaklah membantu justru sebaliknya meski kau seorang Harbinger! Kedua!" Jack sudah mengangkat tangannya hendak memberikan jitakan lainnya saat Sakuya memeluk lengan Haikal berusaha bersembunyi, membuat urat di pelipis Jack muncul dan menunjuknya, "Kalau kau memang seorang senior, maka bersikaplah seperti salah satunya!"
Jack menarik kaki Sakuya ingin memberikan jitakan lain sementara gadis itu mencengkeram lengan Haikal lebih kuat seakan tak ingin berpisah. Di sisi lain ekspresi Haikal berubah-ubah menjadi sulit dideteksi, terlihat bingung, terkejut, sekaligus kesakitan.
Pemandangan itu lantas tidak hanya membingungkan Haikal, tetapi juga seisi ruangan melongo keheranan melihat sikap Jack maupun Sakuya yang sama sekali tak pernah mereka lihat.
"Jahat sekali kau, Jack! Aku ini baik luar maupun dalam mencerminkan Harbinger!"
"Mencerminkan Harbinger kepalamu!" Jack memberikan jitakan lainnya pada ubun-ubun Sakuya, kali ini lebih keras hingga membuat gadis tersebut berjongkok kesakitan memegang kepalanya yang sudah benjol besar.
Seluruh murid kelas satu yang melihat pemandangan itu tidak lagi peduli terhadap identitas Sakuya yang salah seorang Harbinger Skymaze, mereka lebih tertarik terhadap hubungan keduanya yang terlihat amat dekat.
Ada seorang murid yang bertanya mengenai hal tersebut tetapi Jack tidak menjelaskan hubungan mereka berdua lebih jauh, dia mengalihkan topik menuju usulan arah evakuasi sebelumnya.
"Ah, mengapa tidak ke selatan saja? Bukankah itu rute paling aman?" Sakuya berpendapat sambil mengusap bekas jitakan Jack di kepalanya.
"Aku pikir juga begitu tapi...." Jack kemudian menjelaskan situasi para pengungsi dari arena di gedung ini, meskipun jumlahnya tergolong sedikit dibanding pengungsi di gedung lain, karena banyak yang terluka mengambil rute selatan itu sedikit bermasalah.
Sakuya mengangguk pelan memahami situasi pengungsi di gedung ini, dia bisa melihatnya dalam perjalanan kemari, "Baiklah, kalau begitu aku akan ikut menjaga para pengungsi menuju tempat evakuasi sebelah selatan."
"Kau yakin sanggup?" Jack mengangkat sebelah alisnya merasa ragu.
"Hei, aku ini seseorang yang dipilih sebagai Harbinger." Sakuya mengeluarkan sepasang pistol dari pinggang, lalu memutarkan kedua pistol tersebut di tangannya sejenak, "Jika itu bukan Verg di atas Chimera-class maka serahkan saja padaku."
Jack memicingkan matanya memandang Sakuya masih sedikit ragu melihat sikap gadis tersebut yang sama sekali tak sesuai dengan seseorang yang menyandang nama Harbinger sebelum menghela nafas berat seakan pasrah, "Baik baik, lakukan sesukamu."
Sakuya memanyunkan bibirnya mendengar balasan Jack yang terdengar terpaksa, dia lalu mengalihkan perhatiannya kepada Haikal, "Hei, Haikal, apa sikap anak ini memang begini ketika bersamamu?"
"Ehm, kurasa tidak, Kak. Aku juga baru kali ini melihat Jack sampai emosian menanggapi ucapan seseorang," jawab Haikal tersenyum kecut mengakui terkejut atas sikap Jack yang sejauh ini terlihat tenang dan tak mudah terbawa emosi.
"Kau bilang apa?" Jack melirik Sakuya dengan sorot mata dingin, dia bisa mendengar percakapan kedua orang tersebut.
Sakuya segera memeluk lengan Haikal sekali lagi berniat berlindung dari jitakan Jack, beruntung pemuda berambut pirang itu hanya menghela nafas panjang tak memikirkan perkataan Sakuya lebih jauh.
Jack lalu memberikan arahan kepada seluruh calon Blazer di ruangan untuk memberitahu para pengungsi di gedung kelas satu bahwa dalam setengah jam atau kurang mereka akan bergerak menuju tempat evakuasi sebelah selatan melalui rute terdekat.
Tentu saja disertai kabar bahwa seorang Harbinger dan calon Blazer yang sanggup bertarung akan melindungi mereka, hal itu bisa meringankan kekhawatiran para pengungsi.
Para calon Blazer segera berpencar ke segala penjuru gedung kelas satu demi menyebarkan berita tersebut.
Jack sendiri menghela nafas lega satu bagian telah usai, dia lalu mengalihkan pandangannya menuju grup Haikal dan lainnya, "Jadi, bagaimana dengan kalian?"