
Tidak ada suara sedikitpun dari tribun, baik itu sorak-sorai maupun hinaan untuk sepasang pemuda yang tengah berdiri di tengah arena tersebut, lebih tepatnya tak ada yang bisa mengangkat suaranya.
Sejauh Turnamen Penyambutan dimulai sudah terdapat beberapa pertandingan yang cukup mengesankan di mata maupun hati para penonton, tetapi pertandingan yang satu ini sangat jauh di luar dugaan mereka.
Meskipun bukanlah rahasia Salvia merupakan ketua kelompok ini dan salah satu calon Blazer jenius di generasinya, mereka sama sekali tak menyangka kelompok ini akan menang bahkan tanpa Salvia turun tangan sekalipun, terutama dua pemuda yang langsung bergerak maju hanya murni memakai energi jiwa yang dialirkan ke seluruh tubuh.
Seharusnya tidak ada calon Blazer yang mampu melakukan itu di tingkatan mereka, bahkan calon Blazer tipe Warrior yang mengandalkan tubuh dalam pertarungan jarak dekat pun sulit menaklukkan lawan dalam sekali serang. Selain kekuatan keduanya yang sulit dipercaya merupakan kelas satu, kecepatan Haikal dan Heru juga hampir tak bisa dilihat oleh sebagian besar penonton yang hadir.
Beberapa Guild besar yang hadir juga ikut terdiam menyaksikan pemandangan tak biasa ini, tetapi mereka segera berdiskusi tak yakin akan hal barusan. Mereka menduga Haikal dan Heru memakai suatu cara kotor, namun tak ada yang bisa menemukan cara keduanya.
"Aku tahu kita sudah berlatih bersama, tapi aku tak pernah melihat kecepatan kalian yang sebenarnya," ujar Salvia menghela nafas pelan mendapati Heru dan Haikal melangkah ke arahnya.
Selama sebulan ini Heru dan Haikal memang sering berlatih di kediaman Salvia, namun mereka selalu berlatih lebih keras di rumah masing-masing tanpa diketahui Salvia. Bahkan setiap kali berlatih keduanya hampir selalu menggunakan beban seberat sepuluh Kilogram di kedua tangan dan kedua kaki.
"Tentu saja, jika tidak bukan kejutan namanya." Heru tersenyum lebar memamerkan gigi putihnya, sementara Haikal hanya tertawa masam menyaksikan tingkah konyol sahabatnya yang dirasa terlalu pamer.
Berbeda dari Heru yang menggunakan beban pemberat di saat berlatih saja, Haikal hampir tidak pernah melepaskan beban pemberat tersebut, baik saat makan maupun tidur, bahkan ketika mandi pun ia hanya melepasnya sebentar sebelum memakainya lagi.
Ditambah saat Haikal melakukan rutinitas olahraganya, yaitu berlari sejauh 15 Kilometer setiap harinya menggunakan beban yang lebih berat lagi, membuat tubuhnya hancur dan dibentuk ulang menggunakan energi jiwa.
Jika harus membandingkan siapa yang memperoleh kekuatan dari latihan, maka Haikal akan menang telak dari Heru.
Pengacara mengumumkan pemenangnya setelah tercengang cukup lama, lalu melanjutkan pengundian kelompok mana yang akan bertanding selanjutnya. Tentu tidak lupa ketiga murid yang melawan Haikal dan Heru lebih dulu dirawat oleh staf medis.
"Tak kuduga mereka punya kekuatan dan kecepatan yang mengesankan." Verna berkomentar menyaksikan kekuatan kekasih dan sahabat kecilnya itu, ia tak menyangka mereka bisa sampai ke tingkat ini dalam waktu sebulan, "Bagaimana menurutmu, Jack?"
Di belakang Verna yang tengah memutar ulang rekaman pertandingan Haikal dan Heru barusan berusaha menganalisisnya, Jack menyatukan kedua tangannya di bawah dagunya dengan senyum kecil di bibirnya, "Yah, aku bisa mengatasi mereka dengan kartu kelima Spade atau Diamond."
Mendengar itu Verna menghela nafas tak menyangka setelah menyaksikan kekuatan mereka Jack masih bisa tersenyum, "Seperti yang diduga dari Jack of All Trade, bahkan mereka pun bukan lawanmu."
"Bukan begitu maksudku, mereka bisa saja memberikan perlawanan yang cukup besar padaku, tapi mereka tetap tidak bisa mengalahkanku." Kepercayaan diri Jack bukanlah omong kosong belaka, ia benar-benar bisa mengalahkan Haikal ataupun Heru jika ia bersungguh-sungguh.
Di sisi lain Verna kembali menghela nafas merasa kasihan terhadap kekasih dan sahabat kecilnya itu, "Maaf kalian berdua, tapi kamilah yang akan memenangkan turnamen ini," batin Verna merasa bersalah mengingat Haikal dan Heru sudah berlatih keras sejak SMP, bahkan Haikal sejak SD.
***
Hari pertama Turnamen Penyambutan ditutup dengan pertandingan yang mengejutkan banyak orang, yaitu pertandingan kelompok Edward melawan sebuah kelompok.
"Meskipun sifatnya angkuh dan suka merendahkan orang lain, kekuatan Edward memang tidak bisa dipandang sebelah mata." Heru pertama kali membuka mulut membicarakan kemampuan Edward yang tak biasa, "Bagaimana menurutmu, Haikal?"
Haikal tidak langsung menjawab pertanyaan Heru, ia juga merasa kekuatan yang besar dari es milik Edward. Di pertandingan tadi emang terdapat beberapa murid yang memiliki Soul Arc sejenis Edward, hanya saja es yang dihasilkan Edward jauh berbeda dari mereka.
"Es biru murni yang bahkan hampir transparan sepenuhnya, itu es yang sulit dicari di manapun." Haikal tersenyum pahit mengingat bentuk es ciptaan Edward, tak menyangka esnya akan sekuat itu.
Sejauh yang ia tahu hanya Blazer tipe Wizard berelemen es tingkat Expert ke atas yang bisa menciptakan es biru dan muri seperti Edward, tetapi untuk level murid SMA bukankah mustahil Edward telah mencapai tingkatan itu?
Blazer diketahui terdiri dari delapan tingkatan, yaitu Newbie, Intermidate, Advance, Expert, Master, Lord, Cardinal, dan Divinity sesuai urutan dari terlemah hingga terkuat. Umumnya level murid SMA seperti Haikal, Heru, dan Salvia adalah Newbie atau bahkan lebih rendah lagi, namun tidak bisa dipungkiri bahwa Edward mampu menciptakan es selevel dengan Blazer tingkat Expert.
Hampir seluruh murid kelas satu akademi Skymaze yang mengikuti turnamen ini kemampuannya bahkan belum bisa dihitung sebagai Blazer tingkat Newbie, bagaimana mereka bisa menang melawan Edward yang mempunyai kekuatan selevel Blazer tingkat Expert?
Turnamen Penyambutan memanglah ditujukan untuk menunjukkan potensi para murid baru, tapi tidak ada larangan pertandingan untuk tak mengeluarkan seluruh kekuatannya. Jika murid seperti Edward mengeluarkan seluruh kekuatannya, bukankah ada kemungkinan murid lain bisa terancam nyawanya?
Memang selama ada pengawasan dari para guru dan berbagai penonton tidak ada murid yang bisa melakukan hal seperti itu, hanya saja bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami cedera parah hingga tidak bisa menjadi Blazer atau bahkan kelumpuhan setelah pertandingan selesai.
"Salvia, bagaimana menurutmu? Apa Edward bisa kau atasi jika berhadapan dengannya?" Haikal mengalihkan pandangannya pada Salvia, merasa ragu dan penasaran dengan gadis ini.
Biarpun Salvia disebut-sebut sebagai Blazer jenius yang hanya muncul dalam beberapa dekade sekali, kekuatan es Edward secara kasat mata masih berada di atasnya. Elemen salju milik Salvia dan es milik Edward merupakan tipe yang sama-sama berfokus pada suhu rendah, tetapi elemen es masih lebih baik dibandingkan elemen salju.
Salvia terlihat berpikir merenungkan pertanyaan Haikal, ia sendiri merasa ragu dapat menang melawan es Edward yang begitu biru dan murni, "Aku bisa menahannya, namun untuk mengalahkannya akan sulit."
Haikal dan Heru sama-sama memasang wajah masam mendengar pernyataan Salvia. Memang gadis itu tidak mengatakan mustahil, tapi Salvia yang dikatakan jenius saja berkata seperti itu, bagaimana dengan mereka berdua yang calon Blazer biasa-biasa saja?
"Kurasa yang bisa kita lakukan hanya berlatih lebih giat lagi, bukan? Masih ada satu hari lagi sebelum turnamen dilanjutkan." Haikal berpikir akan meningkatkan porsi latihannya selama turnamen masih memasuki masa jeda.
Mengingat Turnamen Penyambutan digelar oleh dan berlokasi di akademi Skymaze serta seluruh pesertanya adalah murid kelas satu, turnamen selalu dijeda selama satu hari untuk menyambung kegiatan belajar mengajar dan memberi waktu para pesertanya memulihkan diri.
Haikal berpikir untuk memberitahukan cara berlatihnya kepada Salvia maupun Heru, tapi ia masih ragu karena sampai sekarang belum ada efek samping. Ia menduga mungkin efek sampingnya akan muncul setelah berlatih selama beberapa bulan, namun sampai sekarang belum ada sedikitpun tanda-tanda semacam itu membuatnya tambah ragu.
Setelah turnamen hari ini dinyatakan selesai ketiganya berpisah menuju tempat tinggal masing-masing, berniat melanjutkan latihan yang lebih keras ataupun memikirkan strategi melawan semua kelompok yang telah mereka lihat hari ini.
Tanpa disadari dua hari telah berlalu, Turnamen Penyambutan babak penyisihan telah memasuki babak kedua.