Absolute Soul

Absolute Soul
48. Latihan Virtual



Sekitar satu abad lalu dunia dilanda bencana besar berkat kemunculan makhluk asing bernama Verg yang mengakibatkan runtuhnya banyak peradaban di berbagai belahan dunia, hanya terdapat beberapa negara yang mampu bertahan dari bencana tersebut. Bencana ini kemudian dikenal sebagai First Doom pada catatan sejarah.


Pembantaian para Verg pada First Doom tidak berhenti sampai di babak pertama, tetapi juga berlanjut hingga Second Doom dan Third Doom yang meratakan ribuan negara menjadi tanah dan abu.


Perang antara umat manusia dan Verg yang selama ini selalu berakhir pada kekalahan manusia, akhirnya berhasil membalikkan keadaan saat ketika munculnya keempat pahlawan Blazer, Abyssal Blade, Wind Archer, Holy Archwizard, dan Lightning Shadow. Perang besar terhenti pada akhir Third Doom.


Pada Third Doom ini diketahui Verg memiliki tujuh kelas berdasarkan ukuran, kemampuan, dan tingkat keberbahayaannya.


Verg kelas terendah dan terlemah yang diketahui disebut kelas Insect—serangga—yang mana tidak begitu besar ataupun berbahaya jika hanya satu, namun dalam kelompok mereka bisa menjadi Verg yang sangat berbahaya bagi manusia biasa. Verg kelas ini dikatakan setara dengan Blazer tingkat Intermidate jika bersama kawanannya.


Selanjutnya ada kelas Normal, tingkatan yang berisi Verg berukuran sedang seperti anjing, domba, singa, dan hewan-hewan yang berukuran sedang lainnya. Verg kelas ini biasanya dihadapi oleh Blazer tingkat Advance karena cukup menyulitkan.


Di atas kelas Normal, terdapat yang namanya kelas Beast. Pada kelas ini Verg biasanya memiliki besar tubuh yang kurang lebih sama mobil atau truk, sebuah Verg kelas besar yang sulit dihadapi. Verg sekelas Beast biasanya hanya dapat dihadapi oleh Blazer setingkat Expert ke atas.


"Umumnya Verg yang termasuk ke dalam tiga kelas ini disebut sebagai Verg kelas bawah," jelas Andre menunjuk layar digital di depan kelas memperlihatkan contoh-contoh wujud ketiga kelas Verg tersebut, "Hari ini kita akan berlatih melawan Verg kelas Insect dan Normal secara virtual. Apa ada yang ingin ditanyakan?"


Para murid mengangguk pelan, Andre kemudian mengarahkan murid-muridnya bersiap melakukan latihan, "Haikal, kondisimu sudah baikan?" Andre mengalihkan pandangannya pada Haikal yang nampak melamun di mejanya.


"Aku tidak apa-apa, Pak, hanya sedikit melamun." Haikal beranjak dari mejanya dan mengikuti murid lain, sementara Heru menghela nafas sebelum mengekor di belakang Haikal.


Dahi Andre mengerut melihat Haikal yang tak begitu bersemangat seperti biasa, sedikit bingung terhadap pemuda tersebut padahal dua minggu lalu Haikal berhasil lolos menuju babak final, namun tak ada ekspresi gembira atau sejenisnya pada wajahnya.


Andre berusaha menebak apa yang ada di pikiran Haikal, namun beberapa saat setelahnya dia menggeleng pelan, "Sebaiknya kutanyakan saja kepada kepala sekolah nanti, kurasa dia punya suatu hubungan dengan Haikal." Andre melangkah ke luar kelas seusai bergumam demikian.


***


Selepas memakai pakaian olahraga tertentu yang telah disiapkan pihak akademi, para murid kelas 1-A digiring menuju sebuah ruangan besar bernama 'Virtual Training Room'. Ruangan ini hampir seluas arena Turnamen Penyambutan, bedanya ruangan ini sepenuhnya tertutup dari dunia luar.


Virtual Training Room terbagi menjadi dua bagian oleh sesuatu yang seperti kaca tetapi memiliki puluhan pola ukiran heksagon setiap lima sentimeternya. Sekitar empat perlima luas ruangan berada di balik kaca berpola heksagon, sementara sisanya lantai tempat para murid berdiri.


"Selamat datang di Virtual Training Room." Andre menyambut murid-muridnya dari sebuah ruangan yang terdapat kaca tebal beberapa meter dari atas lantai, "Aku akan menyebut nama kalian satu per satu, bagi yang namanya dipanggil silahkan memasuki ruang virtual."


Andre memanggil nama seorang murid mengarahkannya ke dalam ruangan di seberang mereka kemudian menjelaskan, "Di dalam ruang virtual kalian tidak perlu menahan diri, lantai serta dindingnya terbuat dari material berdaya tahan tinggi."


Virtual Training Room adalah ruang latihan virtual yang biasa digunakan oleh murid-murid untuk berlatih melawan Verg secara virtual. Murid tidak akan terluka jika terserang oleh Verg karena sejak awal Verg tersebut hanyalah ilusi yang dihasilkan Virtual Training Room.


"Kuharap kalian paham karena penjelasanku ini termasuk sangat mudah dipahami," tambah Andre sebelum mengaktifkan ilusi hologram, menggambarkan situasi reruntuhan kota bersama beberapa sosok makhluk berbentuk semut bersayap seukuran anak kucing melayang beberapa sentimeter di atas aspal.


Makhluk semut bersayap berukuran besar itu adalah ilusi hologram Verg yang diciptakan oleh ruang virtual, salah satu Verg kelas Insect, nama kodenya adalah Ant-Bee karena mengambil wujud semut raksasa disertai sejenis sengat seperti lebah pada bagian abdomennya.


"Pak Andre, apa kami sungguh harus berlatih melawan mereka?" Salah satu murid terdengar tak yakin mengikuti pelatihan ini begitu melihat sosok Verg yang sebenarnya, meski hanya sebatas virtual semata.


"Tentu saja, tujuan kalian menjadi Blazer adalah melawan Verg, bukan? Apa yang kalian harapkan?"


Latihan tersebut tidak berjalan selancar yang mereka kira. Sebagian besar murid kelas 1-A jika tidak lari dan menyerah maka mengalami kekalahan telak, namun mereka tak mengalami luka selain akibat terbentur lantai atau dinding.


Tentu hal ini sudah Andre perkirakan sejak awal, hanya beberapa murid tahun pertama yang berhasil mengatasi para Verg virtual ini dengan baik. Hampir tidak ada yang pernah menang, tapi setidaknya beberapa berhasil bertahan.


"Haikal, kau masih memikirkan perkataan kepala sekolah?" Melihat sahabatnya yang nampak kehilangan semangat, Heru tak bisa menahan rasa penasarannya.


"Ah, sebenarnya iya, sedikit." Haikal memaksakan senyumnya memandang Heru, "Jangan terlalu khawatir, aku akan baik-baik saja setelah beberapa hari."


"Baiklah kalau kau berkata begitu." Heru menghela nafas sejenak sebelum menunjuk ruang virtual yang mana terdapat seorang murid tengah kesulitan dikepung beberapa Ant-Bee sekaligus, "Lebih baik kau fokus saja ke sana, melakukannya lebih sulit dari yang terlihat."


Pandangan Haikal lalu teralih pada pertarungan di dalam ruang virtual, "Ant-Bee, ya?" Matanya menyipit melihat ilusi Verg berwujud gabungan semut dan lebah itu.


Ant-Bee sebenarnya bukanlah lawan sulit bahkan bagi para calon Blazer seperti Haikal dan Heru, namun jika mereka berkumpul setidaknya sampai berjumlah delapan atau lebih maka kekuatannya bisa mengimbangi Blazer tingkat Intermidate, bahkan bukan tidak mungkin sampai menyamai Blazer tingkat Advance jika lebih banyak jumlahnya.


Verg kelas Insect ini memang termasuk Verg paling lemah di antara ketujuh kelasnya, tetapi biasanya mereka menyerang dalam kerumunan sehingga para Blazer tingkat Intermidate sekalipun sulit menangani mereka sendirian.


"Apa maksud pak Andre memberikan latihan sesulit ini pada siswa?" Dahi Haikal mengerut menyaksikan rekan sekelasnya menghadapi tiga sampai empat Ant-Bee sekaligus dalam ruang virtual.


"Apa kau tidak tahu tentang insiden penikaman peserta Turnamen Penyambutan?" Seorang gadis berambut merah datang mendekati Haikal dan Heru yang sedang duduk mengamati pertarungan pada ruang virtual dari jauh, membuat keduanya mengangkat alis sedikit heran, "Anna?"


"Tentu saja ini aku, siapa lagi gadis berambut merah di kelas kita memangnya?" Kini giliran Anna yang mengangkat alis menanggapi respon Haikal dan Heru yang nampak begitu terkejut. Dia menghela nafas pelan sejenak sebelum menunjuk lantai di sebelah Haikal, "Boleh aku duduk?"


Haikal dan Heru saling berpandangan sesaat merasa heran tiba-tiba Anna datang mendekati mereka padahal sebelumnya gadis ini bahkan belum pernah berbicara pada keduanya. Belum sempat keduanya merespon Anna sudah duduk di samping Haikal lebih dulu, membuat dua orang tersebut kembali mengangkat alis.


"Haikal, selagi kau dirawat di rumah sakit, akademi sedang gencar-gencarnya menangani kasus ini." Anna menjelaskan bahwa kasus penikaman peserta Turnamen Penyambutan diduga berasal dari organisasi gelap tertentu yang ingin menghabisi bibit-bibit unggul Blazer.


Kasus ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi, beberapa tahun lalu di turnamen yang sama terjadi pula kasus penikaman bahkan pembunuhan terhadap peserta Turnamen Penyambutan, namun pihak akademi sengaja menutupi kasus ini agar tidak bocor ke luar.


"Kenapa ditutupi? Bukankah lebih baik jika bekerja sama dengan media?" Heru lebih dulu merespon penjelasan Anna mengenai akademi mengutupi kasus penyerangan ini, sebelum Haikal menyikut tubuhnya cukup keras.


"Bodoh, jika ketahuan oleh media maka keamanan salah satu akademi terbaik se-Wulodhasia ini akan diragukan, banyak calon Blazer yang tak mendaftar kemari dan akhirnya akademi ini terpaksa ditutup!" Haikal menjelaskan sekilas sebelum memandang Anna kembali, "Apa hanya itu saja alasannya?"


"Menurutmu ada alasan lain?" Anna mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Haikal, merasa cukup tertarik pada pendapat pemuda berambut hitam pekat ini.


Haikal memaparkan jika memang itu alasan Andre mengadakan latihan virtual, bukankah setidaknya para murid juga harus dihadapkan pada Blazer lain yang berniat buruk? Seperti Blazer organisasi gelap misalnya.


Anna terdiam sesaat mendengar pendapat Haikal merasa ada yang aneh sebelum terlintas sesuatu di benaknya, "Mungkinkah ini ada hubungannya dengan gerak-gerik Verg di luar perbatasan?"


Tanpa sadar pernyataan Anna menarik minat Haikal dan Heru, mereka tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya.