A Little Hope For Ashma

A Little Hope For Ashma
31. Membawa pulang kekasihnya



Edward memandangi potret istrinya didalam sebuah figura, sudah satu tahun berlalu tetapi dia masih begitu yakin istrinya belum meninggal. Sebelum Edward melihat sendiri jasad Lily dia tidak akan percaya bahwa istrinya sudah tiada.


Dia tidak pernah lelah mencari keberadaan Lily, firasatnya mengatakan bahwa kekasihnya masih hidup namun entah berada dimana.


"Saya sangat merindukan kamu." ucap Edward begitu nelangsa.


Edward selalu mengingat peristiwa yang membuat dia kehilangan istrinya. Edward tidak akan pernah mahu memaafkan Adam, sebab lelaki itulah yang sudah membuat dirinya kehilangan Lily.


Perang dingin antara Edward dan Adam sudah terjadi saat usia mereka masih belia dikarenakan kedua orang tua mereka bermusuhan satu sama lain karena pemicunya adalah saingan dalam dunia bisnis.


Dulu, Edward dan Adam adalah teman baik, mereka juga sering sekali bermain bersama sebelum tragedi berdarah membuat mereka saling bermusuhan satu sama lain bahkan hingga sekarang.


Orang tua mereka saling membunuh gara-gara bisnis, meninggalkan trauma mendalam bagi Edward dan Adam yang pada saat itu masih belia tetapi harus menyaksikan sendiri kedua orang tua mereka mati didepan matanya.


Edward pada saat itu benar-benar terpuruk hingga dia didiagnosa oleh dokter menderita PTSD, pamannya yang membesarkan Edward adalah seorang pebisnis gelap maka dari itu pamannya mengajarkan tentang pekerjaan nya di dunia bisnis, lebih tepatnya menjadi seorang mafia.


Walaupun dunianya gelap tetapi Edward menikmatinya sebab dia tidak terlalu suka orang-orang yang bertampang ramah diluar sana padahal didalamnya terdapat kebusukan yang sangat menjijikkan, sungguh sangat membenci dan ironisnya dia merasakan sendiri, pamannya ternyata pengkhianat ulung. Edward tak tahan karena dipermainkan maka dari itu dia sudah menghabisinya saat usianya tujuh belas tahun.


Namun rona-rona cahaya dalam dunianya yang suram menyorot bagaikan perapian yang akan membakar dirinya. Bukan membunuh tetapi memberikan warna-warni pada kehidupannya yang sangat monoton, itulah awal pertemuannya dengan Lily yang sangat menggetarkan jiwa.


Mereka pun saling jatuh cinta, pada saat itu mereka belum mengetahui latar belakang masing-masing. Edward sudah berniat serius dengan Lily namun saat mengetahui Adam adalah kakak angkatnya seketika Edward menghilang tanpa jejak membuat Lily uring-uringan dalam waktu berbulan-bulan.


Adam begitu dendam mengetahui ada seorang lelaki bedebah yang berani-beraninya menyukai gadis pujaannya dan itu adalah Edward, anak pembunuh.


Bak ditelan bumi, Edward selama satu tahun menghilang menyisakan Lily dengan perasaan semu menunggu nya tetapi dia tidak kunjung datang membuat Adam meradang, padahal lelaki yang sangat mencintainya ada selalu didampingi Lily hanya saja dia tidak seberuntung si pria bedebah itu.


Adam yang sudah tidak bisa menahan akhirnya menyatakan cintanya lagi disaat Lily sudah tahu sejak lama dan Lily menghargai itu, mereka akhirnya menjalin hubungan, Lily berusaha mencintai kakak angkatnya itu namun jauh di lubuk sana Edward tidak akan pernah terganti walaupun dia tahu Edward adalah seorang mafia. Adam yang memberitahu semuanya tentang Edward, karena dia adalah seorang agen rahasia.


Seminggu sebelum pernikahan, Edward memunculkan dirinya dihadapan Lily dengan wajah yang menampilkan raut begitu dingin seperti cintanya pada wanita itu hempas begitu saja tetapi Lily tidak peduli, dia masih tetap mencintainya tidak peduli siapa sebenarnya Edward.


Pertemuan itu pula menyadarkan Lily tentang kebenaran permusuhan Edward dan Adam, dan yang dia tahu Edward akan segera membalas dendam pada Adam membuat hatinya sakit.


Kedua lelaki yang dia cintai harus saling menyakiti, dan Lily tidak bisa membiarkan itu terjadi maka dari itu untuk menyelamatkan Adam, Lily bersedia memenuhi keinginan Edward untuk menikah dengannya walaupun itu yang sangat Lily inginkan namun tidak dengan cara yang seperti ini apalagi dia dan Adam akan segera menikah dalam waktu dekat, tak mungkin juga Lily berkhianat namun dia tetap harus berpaling dari Adam sebab harus menyelamatkannya.


Tepat dihari pernikahan, Lily pergi bersama Edward meninggalkan Adam dengan rasa kecewa yang begitu mendalam. Dia malah menjadi istri Edward, Lily memang sempat membenci Edward sebab dia memiliki niat lain dibalik pernikahan mereka tetapi Lily tidak bisa menampiknya, dia selalu jatuh cinta berkali-kali pada Edward.


Setelah lima bulan pernikahan nya bersama Edward, Lily berhasil mengandung anaknya namun itu semua tidak lah lama sebab dia harus mendapati kenyataan menyakitkan bahwa dia harus keguguran. Entah tahu dari mana Adam mendengar berita itu sekaligus mendapati kebenaran bahwa Lily pergi saat hari pernikahan mereka karena berusaha melindungi Adam dari Edward, itu membuat Adam begitu marah dia juga memikirkan hal yang tidak-tidak bahwa Edward telah melakukan hal tidak baik pada Lily mengingat Edward adalah mafia bengis yang tak pandang bulu.


Adam yang meradang memikirkannya mengirimkan sinyal untuk membuka peperangan pada Edward, meminta nya untuk segera mengembalikan Lily.


Lily yang mengetahui akan ada pertumpahan darah dari kedua lelaki yang dia cintai itu berusaha keras untuk menghentikan mereka, hingga pada akhirnya Lily berdiri didepan Edward dan Adam dengan sangat ringkih dengan wajah penuh permohonan.


Kedua lelaki itu saling menodongkan pistol satu sama lain membuat Lily berdiri diambang tebing untuk menggertak mereka supaya berhenti, tetapi mereka yang tetap egois belum juga mau menurunkan pistol bahkan pelatuk nya sudah mereka cekal masing-masing. Lily frustasi diapun menyerahkan tubuhnya untuk jatuh kedalam air dengan ombak yang mengerikan, meninggalkan kedua pria itu dengan hati yang sembilu.


Edward dan Adam berteriak keras, mereka berdua pun ikut terjun kedalam air yang sangat terjang, berusaha menyelamatkan kekasih hatinya, namun tubuh Lily sudah tidak dapat mereka jangkau lagi sebab ombak berderu begitu hebat membuat mereka kehilangannya dengan sangat sakit.


...•••...


Lily menoleh dan mendapati Adam berada diambang pintu dengan wajah dingin. Adam segera menghampiri, ingin memberi keputusan pada permintaan Lily yang sudah kadung ingin.


"Baiklah. Hari ini kita pulang, bertemu dengan Mama," ucap Adam pada bibi Marianee yang dimaksud Mama itu. Ibu angkatnya yang telah merawat dia dari usia belia dan bibi Marianee adalah ibu kandung dari Lily.


Mata Lily berbinar terang, dia sangat senang mendengar permintaannya dikabulkan Adam. Lily sudah tidak sabar ingin bertemu ibunya, sangat.


Adam diam-diam bergejolak hatinya, memikirkan sesuatu yang tidak baik tentang Ashma, bagaimana reaksi wanita itu mengetahui orang yang dicintai Adam masih hidup. Tetaplah Ashma harus bisa mengerti, pasti dia mengerti itulah yang Adam inginkan.


Adam membawa Lily untuk pulang ke Mansion nya dengan hati yang gelisah walaupun begitu dia tetap teguh pada pendirinya untuk membawa Lily pulang.


Ditempat lain, Ashma tengah memejamkan matanya didalam mobil yang bergerak sedang. Dia dikawal oleh Jhon, pengawal Adam yang sangat dia percaya.


Ashma sudah selesai membeli kebutuhannya seperti susu hamil dan barang-barang yang dia butuhkan lainnya. Awalnya Adam yang akan mengantar Ashma tetapi lagi-lagi dia memiliki pekerjaan yang tiba-tiba membuat Ashma maklum.


"Jhon," panggil Ashma pada pengawalnya itu.


Jhonny melirik Ashma pada kaca depan, "Iya, Nona?"


Ashma ingin menanyai sesuatu tentang Adam, mungkin ini aneh tetapi firasat seorang istri bukankah sangat kuat.


"Apakah Adam dekat dengan wanita lain diluar sana?" tanya Ashma penasaran karena beberapa kali dia sempat mencium aroma wangi parfum vanilla dari jas Adam. Ashma menerka-nerka sepanjang hari saat mendapati sudah kesekian kalinya wangi baju Adam tidak sesuai dengan wangi parfum yang biasa lelaki itu kenakan.


Jhonny terkejut mendengar nya tetapi dia tidak menampilkan raut wajah itu, hanya saja dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Ashma.


"Tuan Adam tidak sedang dekat dengan wanita manapun diluar sana Nona, dia itu gila kerja jadi sepertinya tidak mungkin," jawab Jhon dengan berbohong demi kebaikan kesehatan nona nya..


Ashma menghela napas panjang, "mungkin aku hanya terlalu parno." batin Ashma, dia galau berat karena memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dia pikirkan.


Mobil yang ditempati Ashma berlalu cepat membelah jalanan yang sepi, Jhon menambah kecepatan sedikit tetapi tetap membawanya dengan hati-hati.


Beberapa waktu berlalu akhirnya Ashma sampai juga di Mansion besar dan megah milik suaminya, dia segera menenteng belanjaan nya yang tidak terlalu banyak didalam bagasi.


Ashma masuk kedalam mansion itu dengan langkah cepat karena entah mengapa dia ingin segera merebahkan tubuhnya diatas kasur. Semenjak kehamilannya yang semakin besar Ashma jadi mudah keletihan.


tidak terasa sekali sudah masuk bulan keempat dan Minggu lalu Ashma baru saja melakukan pemeriksaan bersama Adam, mereka sama-sama berbinar bahagia melihat perkembangan calon bayi mereka yang terlihat dilayar monitor.


Ashma segera melanjutkan langkahnya dan sayup-sayup dia mendengar tangisan bibi Marianee, karena cemas takut terjadi sesuatu padanya maka dari itu Ashma mempercepat langkahnya menuju bibi Marianee.


Mata Ashma segera mendapati hal yang tak terduga saat dia sudah sampai ditempat bibi Marianne sekarang tengah merengkuh seseorang, itu sangat membuatnya terkejut hingga dia melepaskan tentengan belanjaannya dengan tangan yang lemas.


#TBC