[DMS#1] AGRA

[DMS#1] AGRA
Find Her



Lima tahun berlalu begitu cepat. Agra merasakan waktu ini begitu cepat berlalu. Lima tahun lalu, ia masih menempuh pendidikan di London selama tiga tahun lamanya. Kemudian, dua tahun lagi ia habiskan untuk berlatih memimpin perusahaan Papanya. Sekarang, ia sudah cukup baik.


Agra bukan lagi seorang siswa begajulan yang sering menbuat masalah di sekolah. Sekarang, ia lebih terhormat. Semua orang yang berpapasan dengannya selalu membungkukkan diri untuk menghormatinya. Namanya terkenal dimana-mana bahkan di luar negeri. Ditambah dengan ketampanan wajahnya yang di atas rata-rata. Agra nyaris menguasai dunia.


Bram dan Citra tentu saja bangga dengan pencapaian anaknya. Tidak sia-sia Bram dulunya ikut mencari Aurora dengan menyewa detektif handal. Semua ia lakukan untuk masa depan Agra.


Alif dan Deon pun sama. Kedua sahabat Agra itu juga mendapat pencapaian yang tidak bisa dikatakan biasa. Setelah menyelesaikan pendidikan bisnisnya di Jerman, Alif sukses memimpin perusahaan Papanya yang bergerak dibidang teknologi dan sudah berhasil menciptakan sebuah game yang sangat diminati oleh kaum muda maupun dewasa.


Deon, juga berhasil memimpin perusahaan Papanya yang bergerak dibidang kuliner. Cowok itu sangat menyukai segala sesuatu yang menyangkut makanan, alhasil ia memilih perusahaan kuliner keluarganya untuk dikelolah.


Hal yang sama juga terjadi pada Rey. Kehidupan sang pewaris memang lah tidak jauh-jauh dari yang namanya memimpin perusahaan. Sedangkan Keyra, ia sudah tidak di Indonesia lagi. Setelah lulus sekolah, cewek itu menyusul Aurora ke Amerika dan melanjutkan pendidikannya di sana dengan mengambil jurusan kesenian.


Keyra dan Aurora pernah ke Indonesia satu kali saat liburan. Namun, tidak ada yang menyadarinya sebab, Agra, Rey, Alif dan Deon sedang sibuk-sibuknya saat itu.


Lena? Cewek itu kembali ke Jerman satu tahun setelah lulus sekolah. Lena melanjutkan pendidikannya di sana sekaligus menyembuhkan hatinya. Lena tidak bisa baik-baik saja jika terus di Indonesia dan menyaksikan Agra terus menerus merindukan Aurora setiap hari. Sekali pun Lena sudah merelakannya, namun rasa sesaknya masih saja terasa.


***


"Besok pagi kita ada jadwal penerbangan ke California, Pak. Salah satu kolega bisnis Pak Bram tengah merayakan pesta peresmian perusahaan di sana dan Bapak diundang sebagai tamu kehormatan."


Agra memijat pelipisnya mendengar penuturan sekretarisnya barusan. Sudah tiga hari tidurnya tidak teratur dan besok ia memiliki jadwal penerbangan. Ia benar-benar sangat ingin tidur sekarang.


"Oke, terima kasih. Kamu boleh keluar." Setelah sekretarisnya pergi, Agra membuka jasnya kemudian di sampirkan ke kursi dan ia berjalan menuju sofa panjang dalam ruangannya. Berbaring di sana dengan lengan yang menutupi mata.


Di ingatannya, kembali teringat masa-masa di mana ia dan Aurora bersama. Demi Tuhan, sampai sekarang Agra belum bisa melupakan cewek itu.


"Udah lima tahun, Ra. Udah lima tahun kamu hilang dari aku."


Waktu berlalu sangat cepat. Lima tahun terasa sangat singkat bersama dengan kesakitan di hatinya ketika mengingat penyebab Aurora menghilang.


Dalam kursi pesawat, Agra menyandarkan kepalanya dan menatap keluar jendela. Menikmati pemandangan awan dan juga langit biru. Dalam hati ia bertanya-tanya, akan kah dirinya bisa berjumpa dengan Aurora lagi?


***


"Selamat datang, Pak Agra," sapa salah satu orang di sana yang Agra yakini seorang Translator dari Si Pemilik acara. "Terima kasih, Pak." Agra membalas dan berjabat tangan dengannya.


Ada banyak pejabat di sana. Pria maupun wanita semua berpakaian normal. Agra duduk di kursi meja bundar yang berdekatan dengan sebuah pohon kecil. Ia didampingi sang sekretaris di sana. Berbincang-bincang dengan beberapa pejabat sepertinya. Semua percakapan yang Agra dengan tidak jauh dari pembahasan saham perusahaan, kerja sama, proyek baru, keunggulan perusahaan masing-masing dan banyak lagi hal lain yang membuatnya bosan.


Hingga, seruan seseorang membuatnya tiba-tiba tersentak.


"Welcome, Mrs. Aurora. So good to see you."


Aurora? Agra terpaku. Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat entah karena apa. Matanya terpaku pada sebuah pohon. Ia sangat ingin menoleh untuk melihat Aurora yang disapa orang tadi, namun lehernya terasa kaku untuk sekedar menoleh.


"Me too, Miss. Thank you for inviting me to your party. I'm honored for that."


Deg.


Agra mengenali suara itu. Bahkan setelah lima tahun lamanya, suara itu masih membekas dibenaknya. Itu suara Aurora. Auroeanya. Perlahan, Agra menolehkan kepalanya. Jantungnya semakin tidak karuan. Bahkan Agra merasa sebentar lagi jantungnya akan bertukar posisi dengan paru-parunya. Benar-benar sangat mendebarkan.


Hingga setelah kepalanya tertoleh sempurna, Agra tidak bisa berkata-kata. Benar, matanya tidak salah. Perempuan dewasa yang tampak menawan dengan dress putih formal yang sangat cantik itu adalah Aurora Mauren. Cewek yang selama lima tahun ini berhasil memporak-porandakan hatinya.


Ketika mata keduanya bertemu begitu Aurora tak sengaja menatapnya. Saat itu juga Aurora terlihat terkejut. Senyum yang tadi menghiasi wajahnya sirna seketika digantikan dengan raut tidak percaya.


.


.


.


END


MAKASIH SUDAH MEMBACA AGRA SAMPAI SINI❤