[DMS#1] AGRA

[DMS#1] AGRA
Pensi



Inilah hari yang telah ditunggu-tunggu oleh sebagian besar siswa DSHS. Hari ini adalah hari digelarnya acara Pensi sekolah. Semua siswa-siswi yang memiliki bakat seni sangat antusias meramaikan acara ini, namun ada juga yang hanya biasa-biasa saja.


Beberapa pertunjukan telah berlalu, diantaranya Tari tradisional, Modern Dance, puisi, dan lain-lain.


Didepan panggung sana terdapat seorang siswi yang tengah bercerita lebih tepatnya berdongeng. Hampir saja semua orang tertidur mendengarkan dongeng itu. Berbeda dengan mereka yang hanya 'hampir' tertidur, Deon kini sudah terlelap di bahu Keyra dengan mulut yang sedikit terbuka.


Keyra mendengus kesal karena menopang kepala Deon yang lumayan berat. Gadis itu pun sontak mendorong kepala Deon ke arah Alif yang asik menonton pertunjukan.


Kepala Deon pun mendarat dipundak Alif membuat pemuda itu tersentak kaget dan langsung mendorong kepala Deon lagi ke arah Keyra. Kegiatan itu terus terulang hingga salah satu diantara mereka jengah sendiri.


Saat Keyra mendorong kepala Deon ke arah Alif dengan cepat Alif berdiri dari duduknya lalu berpindah ke samping kiri Aurora yang kosong, akibatnya Deon pun hampir terjatuh dari kursi karena tak adanya tempat mendaratkan kepalanya.


Mata Deon terbuka lebar saat merasakan kepalanya membentuk tempat yang tadi diduduki Alif. Deon menyeka sesuatu diujung bibirnya lalu memandang Keyra dan sekitar.


"Aku dimana? Aku siapa? Kamu siapa?" Dengan tampang idiotnya Deon berkata seperti itu membuat Keyra menjitak jidat tak berdosa Deon.


"Yeu.. Si bego!" cibir Keyra.


"Oke guys, itulah tadi persembahan dongeng yang sempat teman kita bawakan, kepadanya saya mengucapkan banyak terima kasih. Selanjutnya mari kita memasuki pertunjukan selanjutnya, yaitu sebuah lagu dari teman kita Reynald Erlangga dari kelas XI IPA 3, beri tepuk tangan yang meriah guys!!" seruan mc diatas panggung itu membuat sebagian orang kaget saat mendengar bahwa Rey akan membawakan sebuah lagu, tak terkecuali Agra, Aurora dan kawan-kawan mereka juga kaget dibuatnya.


Rey menaiki panggung dengan wajah datarnya dan sebuah gitar berwarna orange ke coklatan di tangan kanannya.


"SEMANGAT REY!!" teriak Aurora dan Keyra bersamaan menyemangati Rey.


Rey tersenyum tipis diatas panggung sementara Agra menatap Aurora kesal.


"Ngapain natap gue kek gitu?" heran Aurora saat Agra menatapnya kesal.


"Ngapain nyemangatin dia?" ketus Agra membuat Aurora terkekeh. Agra cemburu toh!


"Kenapa? Cemburu yah?" goda Aurora.


Agra memalingkan wajahnya!


"Gak!"


"Yaudah... SEMANG-"


Saat Aurora ingin kembali menyemangati Rey, sebuah tangan kekar membekap mulutnya. Disana ada Agra yang melotot kepadanya.


Aurora melepaskan tangan Agra lalu tertawa kecil menatap Agra.


"Bilang aja cemburu!" seru Aurora lagi dengan kekehannya.


"Iya... Iya gue cemburu! Puas?" ketus Agra.


Aurora tertawa lalu mencubit pipi Agra membuat pemuda itu mengadu kesakitan.


"Uughh... Pacar gue bisa cemburu juga yah?" gemas Aurora mencubit pipi Agra.


"Sakit Rara" seru Agra lalu melepas cubitan Aurora dipipinya membuat gadis itu nyengir menunjukkan deretan giginya.


"Lo lucu kalo lagi cemburu!"


"Sok ta-"


Ucapan Agra terpotong kala alunan suara gitar menggema diindra pendengarannya. Disana Rey sudah stay dengan gitar dipangkuannya dan Microfon didepannya.


Lelah hati ini


Apakah selama ini cinta yang ada hanyalah semu?


Betapa sakitnya hatiku


Dan dirimu memilih dirinya


Hingga kau hiraukan cinta kita.


Mata Rey lurus memandang ke satu titik saat menyanyikan lagu ini. Pandangannya hanya tertuju pada Aurora yang kini menatapnya juga, gadis itu tersenyum dan bergumam 'Semangat' dengan gerakan mulutnya. Rey tersenyum tipis lalu melanjutkan lagunya.


Ketika dia yang kau cinta mencintai yang lain


Betapa dalamnya terluka hatiku


Dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku


Saat ku dengar suaramu ku tak mampu pergi... Ku tak mampu pergi..


Lagu ini benar-benar mewakili perasaan Rey kali ini. Cintanya yang semu. Aurora yang memilih yang lain, dan gadis yang ia cintai mencintai orang lain. Harus bagaimana lagi agar Rey bisa keluar dari zona ini? Jika mendengar suara Aurora saja dapat membuat hatinya kembali jatuh tanpa ingin diperintah. Hatinya sudah tak mampu pergi kemana-mana lagi. Sekuat apapun Rey berusaha hatinya tetap tak ingin diperintah.


Semua orang hanyut dalam alunan musik dan suara Rey yang serak namun indah didengar. Entah ini perasaan Aurora saja atau memang Rey sejak tadi menatapnya dari awal pemuda itu bernyanyi. Aurora hanya merasa ada yang aneh dengan lagu yang Rey bawakan, seperti ada pesan yang tersirat dalam lagu ini yang Aurora tak tahu apa pesan tersirat itu.


Lelah rasanya hati untukku bertahan


Namun aku sungguh-sungguh tak mampu


Oohhh....


Mata elang Rey terus saja menatap Aurora yang kini menatapnya heran. Agra yang menyadari ada sesuatu yang tersirat dalam tatapan itu, sontak mengangkat tangannya merangkul Aurora dengan posesif.


Aurora tersentak kaget merasakan saat ada orang yang merangkulnya. Namun gadis itu tersenyum saat mengetahui bahwa Agra lah yang merangkulnya, setelah itu Aurora pun meyandarkan kepalanya dibahu Agra dan menikmati penampilan Rey, meskipun ada hal aneh yang Aurora rasakan pada Rey. Ketiga temannya juga menatap Rey dengan tatapan herannya, eh ralat bukan mereka bertiga tapi hanya Alif dan Deon, karena Keyra tahu betul siapa yang Rey maksud dalam lagu ini, gadis itu hanya tersenyum tipis menatap Rey.


Berbeda dengan mereka yang menatap Rey aneh. Agra malah menatap Rey dengan mata elangnya yang tajam.


Melihat pemandangan itu, dimana Agra merangkul Aurora dengan posesifnya dan Aurora yang menyandarkan kepalanya dibahu Agra, Rey memalingkan wajahnya kebawah dimana gitarnya berada, pemuda itu hanya menatap tangannya yang begitu lihai memetik senar gitur, tak lupa pula senyum kecut terbit dibibir pemuda berlesung pipi itu.


Ketika dia yang kau cinta mencintai yang lain


Betapa dalamnya terluka hatiku


Dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku


Saat ku dengar suaramu hatiku bergetar


Saat ku tatap matamu ku tak mampu pergi.


Ku tak mampu pergi....


Rey mengakhiri lagunya dengan sedikit improvisasi pada nada gitarnya. Setelah itu Rey mengucapkan terima kasih lalu turun dari panggung dengan gitarnya tanpa menatap Aurora yang masih nyaman menyandar dibahu Agra yang masih merangkulnya.


Semua orang bertepuk tangan setelah Rey menyelesaikan lagunya.