[DMS#1] AGRA

[DMS#1] AGRA
News



Bram meminta Agra untuk ikut bersamanya menghadiri meeting antar pebisnis dan pewaris di kantor Demiand Corp. Cowok itu sudah siap dengan setelan rapi dan formal. Membuatnya kelihatan tampak gagah dan berkarisma. Agra sebenarnya tidak masalah untuk ikut-ikutan hal seperti ini lagi dan lagi. Hanya saja, suasana hatinya sekarang masih memburuk.


"Lena juga bakal hadir sebagai pewaris keluarga Mendensen. Papa harap interaksi kalian gak mengecewakan," ujar Bram sebelum turun dari mobil hitam mewah yang membawanya ke kantor.


Agra hanya diam kemudian menyusul Bram. Dua lelaki berbeda usia itu berjalan bersama memasuki kantor dengan langkah teratur diikuti beberapa bodyguard di belakangnya. Semua pegawai otomatis membungkuk hormat. Agra hanya abai dan terus berjalan dengan pandangan lurus ke depan walau pun terdengar banyak yang berbisik-bisik memujinya.


"Papa udah atur posisinya. Kamu harus duduk di dekat Lena, bukan di samping Papa," kata Bram saat memasuki lift khusus petinggi perusahaan. Agra melempar pandangan protes. "Posisi aku kan kursi di samping Papa kenapa sekarang harus di dekat Lena?"


"Kamu keberatan?" Balas Bram tanpa membalas tatapan Agra. "Bukan gitu, Pa. Aku heran aja, entar apa kata orang?"


Bram justru terkekeh, membuat kebingungan Agra bertambah. "Orang-orang taunya kamu sama Lena punya hubungan spesial, mereka pasti bisa memaklumi." Agra mengernyit. "Mereka dapat informasi darimana?"


Bram menoleh, mengangkat sudut bibirnya. "Berita kerja sama antara perusahaan kita dan perusahaan keluarga Lena, bukan lagi berita baru. Semua orang udah tau. Apalagi mereka pernah beberapa kali ngeliat kamu jalan sama Lena."


Agra sampai dibuat tidak bisa membalas. Demi Tuhan, selama ini ia tidak tahu bahwa akan ada banyak mata-mata di luar sana yang dapat mengganggu privasinya.


Lift terbuka, para bodyguard yang menunggu di depan lift membungkukkan badan kemudian mengekor di belakang Agra dan Bram. Mereka masuk di ruangan berpintu kaca yang mana di dalamnya sudah banyak orang berjas yang menunggu.


Bram duduk paling ujung sebagai posisi pemimpin, sementara Agra yang biasanya duduk di samping kanan Bram kini harus duduk di samping Lena. Cewek berdress formal itu tersenyum anggun padanya. Agra membalasnya tipis.


Rapat dimulai dengan khidmat, Agra hanya diam mendengarkan. Sementara Lena sesekali menyahut di dekat ayah cewek itu. Rapat berlangsung hingga satu jam, membuat bokong Agra keram karena terlalu lama duduk.


"Terima kasih atas kerja samanya."


"Semoga proyeknya lancar Pak Bram."


Dan masih banyak lagi basa-basi yang membosankan di telinga Agra. Setelah semua orang keluar dan kini tinggal Agra, Lena, Papa Lena dan Bram. Bram tersenyum menghempiri Agra. "Kamu pulang bareng Lena, ya? Papa sama Om Mendensen masih ada urusan."


Agra tahu Bram sengaja. Tetapi apa boleh buat? Ia hanya bisa mengangguk. Mereka berpamitan pada Bram dan Mendensen. Lalu, keduanya berjalan berdua menuju lobi. Lena yang dengan anggun melangkah di sisi Agra yang tampak gagah, membuat orang-orang di kantor terkagum. Memuji betapa serasinya seorang Agra dan Lena.


Hingga keluar pintu, ada banyak wartawan yang mencoba meliput keduanya. Ada banyak blits kamera yang membuat Lena terganggu hingga Agra yang kasihan, mengeluarkan kaca mata dari saku jasnya kemudian diberikan pada Lena. "Makasih," ucap Lena.


Hal kecil tersebut semakin membuat para wartawan ingin mengetahui lebih jauh tentang keduanya. Namun, baik Agra maupun Lena tidak berniat memberikan jawaban.


***


Begini lah romantisnya Agra Sang Pewaris Demiand Corp pada Lena Sang Putri dari keluarga konglomerat Mendensen.


Berjalan beriringan, Agra Fransisco Demiand dan Lena Jaquenza Mendensen terlihat sangat serasi!


Perhatiannya Agra yang memberi Lena kacamata karena tidak ingin kekasihnya terganggu blitz kamera!


Bak seorang Pangeran dan Putri Raja, Agra Fransisco Demiand dan Lena Jaquenza Mendensen sukses membuat netizen gemas!


Intip beberapa fakta Agra Fransisco Demiand dan Lena Jaquenza Mendensen!


Mata Aurora terarah lurus pada layar kaca yang menampilkan sosok Agra dan Lena yang benar-benar seperti seorang Pangeran dan Putri Raja dari sebuah kerajaan. Keduanya tampak serasi tanpa celah sedikit pun.