![[DMS#1] AGRA](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-dms-1--agra.webp)
Di sinilah malam ini Agra berada, basecamp Wolfer. Pemuda tampan itu menyesap rokoknya lalu menghembuskan asapnya, kegiatan itu terus berulang-ulang. Agra bukanlah perokok berat, ia hanya akan merokok jika merasa pusing ataupun lelah.
Teman-teman se-gengnya pun hanya menatap iba kepada pemimpin mereka itu. Tak biasanya seorang Agra seperti ini. Menyesap rokok namun pandangannya kosong seperti banyak pikiran.
"Bos, baik-baik aja kan?" celutuk Danis yang sejak tadi memerhatikan Agra.
Agra tidak merespon. Tatapannya lurus ke depan seolah menerawang jauh.
"Bos, kalo ada masalah ngomong lah sama kita. Siapa tau aja kita bisa bantu atau ngasih solusi," timpal Alex yang di angguki oleh lainnya.
"Bener tuh bos! Kita semua di sini saudara kan? lo yang pernah bilang sama kita, kalo kita semua ini saudara, gak boleh nutup-nutupin apapun," ujar Gara yang membuat Agra menghela nafas berat.
"Kalian gak akan bisa nemuin solusi dari masalah gue," ujar Agra dengan masih menyesap rokonya.
"Gimana kita bisa ngasih solusi, kalo bos aja gak cerita," balas Danis.
"Gue sayang sama cewek gue tapi cewek dimasa lalu gue datang lagi. Dan itu ngebuat gue bingung sama perasaan gue. Dua-duanya berpengaruh buat hati gue."
Alif dan Deon yang baru datang dan kebetulan mendengar itu, hanya bisa bertukar pandang seperti yang lain.
"Yakinin hati lo, Bro. Gimana pun juga lo harus milih. Kalau enggak, salah satu atau bahkan keduanya bakal sakit hati," ujar Alif.
***
Malam ini begitu indah karena bintang-bintang bersinar sangat terang. Namun sayangnya suasana hati Aurora kini sedang buruk. Tadi, ia sempat membuka sosial medianya. Dan beberapa gosip hot sekolah membuatnya overthinking malam ini.
Ada banyak foto Agra dan Lena berdua di akun gosip sekolahnya. Awalnya, hanya satu foto mereka yang muncul di explorer Instagram Aurora. Namun, karena rasa penasarannya, ia nekat men-stalking akun tersebut.
Dan hasilnya mengejutkan. Ada banyak foto kebersamaan Agra dan Lena yang dipaparasi oleh admin gosip sekolahnya.
Diantaranya; mereka pernah pulang bersama. Mereka pernah tertawa lepas bersama, mereka pernah diam-diam berdua di belakang sekolah, mereka pernah duduk berdua di perpustakaan, dan terakhir yang membuat dada Aurora sesak. Keluarga Agra dan sebuah keluarga yang ia yakini adalah keluarga Lena, pernah terlibat dinner.
Rasa insecure muncul dalam diri Aurora. Melihat Lena, Aurora tidak ada apa-apanya. Lena ada wujud paling nyata dari seorang putri dari sebuah kerajaan. Sangat sempurna. Lemah lembut, berkarakter, tahu tata krama dan tentunya berasal dari keluarga berkasta sama dengan Agra. Berbeda dengan Aurora yang lahir dari keluarga sederhana.
"Lena sebenarnya siapa, sih, Gra? Kenapa aku ngerasa kalian bukan hanya sekedar keluarga? Rasanya ganjil tiap kali ngeliat kamu sama dia."
Awalnya Aurora tidak ingin berburuk sangka. Namun, makin ke sini, keduanya tampak mencurigakan. Agra juga kadang kala aneh jika berpapasan dengan Lena atau pun kebetulan bersitatap. Aurora mengira itu hal normal, namun ternyata mereka memang seperti menutupi sesuatu.
Ia juga baru mulai merasa aneh ketika Agra memperkenalkan Aurora pada Citra di rumah sakit tanpa memberi tahu Citra bahwa Aurora adalah pacaranya. Agra hanya sekedar memperkenalkan keduanya. Dan juga, reaksi Agra yang tidak sengaja Aurora tangkap saat ia menanyakan siapa Lena, terlihat aneh. Agra tampak tegang dan bingung.
"Lo siapa sebenarnya, Len?