![[DMS#1] AGRA](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-dms-1--agra.webp)
Sejak dirinya datang ke sekolah, Agra belum melihat keberadaan Aurora pagi hari ini. Padahal, pagi tadi Agra sengaja berlama-lama di parkiran untuk menunggu kedatangan cewek itu. Tetapi sampai bel PBM berbunyi, Aurora sama sekali tidak nampak. Hanya Keyra yang Agra lihat turun dari mobil antarannya tanpa Aurora seperti biasanya.
Dimana Aurora? Apa cewek itu absen hari ini? Kenapa?
Agra tidak bisa mencegah dirinya untuk cemas. Ia tahu betul bagaimana watak Aurora. Cewek itu tidak akan membiarkan absennya terisi huruf A walau hanya satu. Jika Aurora tidak datang ke sekolah, pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.
Agra sangat ingin bertanya pada Keyra. Namun, ia tengsin jika Keyra malah menjutekinya.
"Yon, tanya Keyra dong Rara dimana. Entar kalo gue Key malah nyolot." Deon yang sedang menikmati bakso dan tiba-tiba disuruh Agra, mendengus. "Sama aja kali. Kalo gue yang nanya, dia pasti bakal tau kalo gue disuruh sama lo."
Agra menghela napas. "Kalo gitu lo aja, Lif." Alif yang tengah bermain game langsung menggeleng. "Jawaban gue sama kayak Deon. Lagian lo jadi laki cupu banget, sih. Tanyain sendiri lah. Kalo dijutekin Keyra anggap aja itu cobaan dalam perjuangan lo."
Bahu Agra terkulai. Alif dan Deon sama sekali tidak bisa menolongnya sementara ia sangat ingin tahu kenapa Aurora tidak masuk sekolah hari ini.
"Bukan masalah dijutekinnya doang. Tapi lo berdua tau sendiri kan Key gimana?"
Alif dan Deon tentu tahu bagaimana karakter seorang Keyra Tamara. Cewek itu benar-benar seperti toa. Suaranya tidak dapat dipungkiri. Jika pun Alif atau Deon yang berada di posisi Agra, sepertinya dua cowok itu akan memilih untuk tidak berurusan dengan Keyra juga. Mengingat, cewek itu sangat mudah membuat orang yang tidak ia sukai malu di depan banyak orang. Apalagi ini sedang berada di kantin dan banyak orang.
***
Hal yang sama juga dirasakan oleh Rey. Ia mencari-cari Aurora namun tidak menemukannya. Di perpustakaan, kelas, kantin bahkan taman belakang sekolah, Aurora tidak ada di mana pun. Tumbenan sekali cewek seperti Aurora yang benci alpa, tidak ke sekolah hari ini. Rey bisa merasakan bahwa ada yang terjadi pada Aurora.
"Eh, Rey? Ada apa?" tanya cewek yang duduk sendirian itu. "Sendiri aja nih? Aurora mana?" Rey sengaja memancing. Bersikap seolah-olah ia tidak tahu Aurora absen.
Dahi Rey berkerut ketika reaksi yang diberikan Keyra cukup aneh. Cewek itu seperti terkejut, kemudian bingung, layaknya seseorang yang tidak tahu harus berkata apa.
"Ah, Rara? Itu ... em ... dia ... emm ... lagi anu ... lagi ada les pagi! Iya les pagi! Jadi dia absen hari ini, hehe." Kerutan kening Rey semakin dalam kala mendengar suara gugup Keyra. Tidak seperti Keyra yang biasanya blak-blakan. Apakah ada yang disembunyikan cewek ini?
"Beneran? Kok bisa les pagi? Kan masih hari sekolah?"
Keyra menggaruk pelipisnya kemudian mengangkat bahu. "Gak tau deh. Gue juga heran sama tutornya. Aneh kan?" Rey mengangguk. Iya aneh. Tapi gelagat Keyra yang gugup lebih aneh dibanding tutor les Aurora.
"Em, Rey. Gue duluan ke kelas ya? Tugas rumah gue belum selesai."
"Tapi gue bel-"
"Bye!"
Keyra pergi dengan langkah cepat meninggalkan Rey yang menatap punggungnya. Keyra benar-benar aneh. Apa sebenarnya yang terjadi pada Aurora?