[DMS#1] AGRA

[DMS#1] AGRA
Perpustakaan



Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tak terasa kini hubungan Agra dan Aurora sudah satu bulan. Kedua pasangan itu selalu saja bersama saat adanya waktu luang. Setiap jam istirahat selalu makan bareng. Datang dan pulang pun selalu bareng, bahkan tak jarang Aurora dibawah oleh Agra ke tempat tongkrongan teman-temannya.


Sebulan berjalannya hubungan mereka, tak terasa juga hari senin lusa mereka sudah ujian penaikan kelas. Semua siswa siswi DSHS disibukkan mencari materi kesana kemari buat persiapan ujian kenaikan kelas nanti.


Seperti saat ini Aurora tengah berada diperpustakaan bersama Keyra, Agra, Alif dan Deon. Bukan dengan senang hati ketiga pemuda itu bisa berada di tempat yang terkutuk menurut mereka, ketiga pemuda itu bisa ada disini karena paksaan dari Aurora yang mengatakan mereka harus belajar, jika tidak! Maka Aurora akan mogok bicara pada Agra. And fyi... Akhirnya Agra pun nurut dan menyeret Alif dan Deon bersamanya.


"Ra... Bosen" rengek Agra lalu meletakkan buku bahasa Indonesia yang sejak tadi ia baca.


"Ck! Kalo belajar tuh harus enjoy Agra, bukan malah ngedumel terus!" balas Aurora, membuat Agra mendengus kesal.


Berbeda dengan Agra dan Aurora. Alif dan Deon hanya memandang buku bahasa Indonesia itu tanpa minat. Benar-benar membosankan!


"Gimana mau enjoy, orang ini tulisan semua!" gerutu Agra lalu menyampingkan duduknya menghadap ke Aurora yang kini nampak sibuk membaca buku bahasa Indonesia sesekali mencatat yang menurutnya penting.


Aurora hanya cuek terhadap Agra membuat pemuda itu mendengus kesal. Karena merasa dicuekin dengan sengaja Agra menarik-narik anak rambut gadis itu dari samping, dan mengabaikan Alif dan Deon yang mendumel dalam hati karena Keyra memaksa mereka membaca kembali dan memahami buku bahasa Indonesia yang tebal itu.


"Ra... Rara.." sahut Agra dengan nada merengek dan masih menarik-narik anak rambut gadis itu, membuat sang empunya kesal.


"Apaansih Agra?!!" kesal Aurora.


Agra memangerucutkan bibirnya saat Aurora kembali berkutat dengan bukunya. Tanpa kehilangan ide, Agra pun menusuk-nusuk pipi gadis itu dengan telunjuknya.


Cukup! Aurora sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya pada Agra karena mengganggu konsentrasinya. Gadis itu pun kemudian meletakkan buku yang sejak tadi ia baca diatas meja, lalu memperbaiki duduknya menghadap ke Agra yang kini tersenyum saat melihat Aurora menghentikan kegiatannya.


"Kenapa sih?" tanya Aurora saat badannya telah sempurna menghadap ke arah Agra.


"Bosenn..." rengek Agra dengan bibir mengerucut membuat Aurora terkekeh lalu mengacak rambut pemuda itu.


"Lo bosen karna mikirin terus gimana caranya keluar dari sini. Coba deh lo enjoy aja. Cukup fokus sama kegiatan lo gak usah mikirin yang lain!" tutur Aurora panjang lebar membuat Agra mendengus kesal lalu menopang dagu menatap Aurora yang kini juga menatapnya.


"Gimana gue bisa fokus kalo fikiran gue aja gak bisa lepas dari lo" ucap Agra dengan senyum yang memperlihatkan giginya.


Aurora terkekeh, pipinya sedikit memerah mendengar ucapan Agra yang mungkin terdengar seperti gombalan.


"Gombal!" cibir Aurora dengan menabok pelan lengan Agra.


"Siapa yang gombal? Gue serius kok!" balas Agra dengan wajah sok seriusnya, membuat Aurora memutar bola matanya malas.


"Terserah!" sahut Aurora lalu kembali berkutat dengan bukunya dan lagi-lagi membuat Agra menghela nafas bosan.


Aurora gak capek apa ngeliat tulisan-tulisan kecil dengan gambar yang menurutnya aneh? Fikir Agra.


Tanpa memperdulikan orang lain dan Keyra serta Alif juga Deon yang ada di dalam perpustakaan ini, Agra pun menidurkan kepalanya dibahu Aurora.


Aurora tersentak kaget saat merasakan bahunya tertimpa sesuatu yang berat. Matanya membulat saat melihat sesuatu itu.


"Agra, banyak yang liatin ih!" desis gadis itu berbisik namun Agra hanya bodo amat.


"Ck! Biarin ajalah! Gue bosen, ngantuk!" balasnya lalu menyembunyikan wajahnya dicecuruk leher Aurora.


"Agra maluuu.." bisik Aurora namun Agra tetaplah Agra.


"Diem Rara gue ngantuk" sahutnya lalu memejamkan matanya menuju alam mimpi.


Aurora hanya pasrah saja, gadis itu juga mengerti pasti ini sangat membosankan menurut Agra. Pandangan Aurora kini beralih menatap kedepannya. Disana Alif dan Deon pun sudah berkelana dialam mimpinya dengan menelungkupkan wajahnya diantara lipatan tangannya diatas meja.


Aurora dan Keyra pun melanjutkan kegiatannya, sesekali Aurora mengelus rambut Agra saat pemuda itu menggeliat dalam tidurnya.


Satu jam pun berlalu Aurora dan Keyra telah selesai dengan buku bahasa Indonesia-nya.


"Key, gue nitip buku ini yah! Sekalian kan lo mau nyimpen buku yang abis lo baca?" sahit Aurora dengan memberikan buku yang habis ia baca ke Keyra


"Heem... Yaudah sini biar gue yang simpen" balas Keyra dengan mengambil buku yang disodorkan Aurora.


"Makasih Key!"


Keyra tersenyum dan mengangguk lalu berjalan menyimpan buku mereka di rak buku perpustakaan.


"Entar aja. Lo bangunin Alif sama Deon aja dulu" balas Aurora yang mendapat anggukan dari Keyra.


Keyra pun beralih pada Alif dan Deon.


"Lif.. Yon.. Bangun!" Keyra mengguncang pelan bahu kedua pemuda itu namun tidak ada respon sama sekali.


"Yon!! Alif!!" serunya sedikit keras namun Alif dan Deon hanya menggeliat ditempatnya.


"ALIF DEON BANGUUUNN!!" teriak Keyra. Perpustakaan sudah kosong hanya sisa mereka berlima, jadi tidak ada yang marah saat Keyra berteriak.


"AYAAAAAMMM!!" teriak Deon kaget saat mendengar suara orang berteriak dikupingnya saat ia tidur. Sedangkan Alif langsung bangkit dari tidurnya kala mendengar teriakan Keyra.


"KEYRAAAAA!!" teriak Alif dan Deon bersamaan saat mengetahui siapa sang pemilik suara cempreng yang membangunkan mereka dari mimpi indahnya.


"Apa?!" sewot Keyra tak santai.


"Ngapain lo bangunin gue sih?! Hampir aja gue ciuman sama Ariana Grande, eh suara lo malah ngeganggu! Mana cempreng lagi!!" gerutu Deon panjang lebar.


Keyra melotot tak terima saat mendengar Deon mengatakan suara indahnya itu cempreng.


"Eh! Kalo ngomong tuh yang bener! Suara mirip Anne Marie gini dibilang cempreng!" balas Keyra tak terima.


"Anna Marie kentut lo bau!"


"Enak aja! kentut lo noh yang baunya nauzubillah!"


"Eh ngaca dong! Emang lo kir-"


"Eh... Eh.. Apaansih!" Keyra dan Deon tersentak kaget saat Alif tiba-tiba merangkul mereka lalu membawanya keluar perpustakaan menyisakan Agra yang masih tertidur dipundak Aurora dan Aurora yang terkekeh melihat kelakuan mereka.


Kini Aurora beralih menatap wajah Agra yang tertidur dipundaknya, benar benar damai, fikir Aurora.


Aurah menyeramkan dan brandal hilang seketika dari wajah Agra saat pemuda itu tertidur, yang ada hanyalah wajah polos, damai, menggemaskan dan menenangkan kala pemuda itu tidur. Dan sekarang wajah tertidur Agra adalah pemandangan favorit Aurora.


"Agra..." seru Aurora lembut. Gadis itu berniat membangunkan Agra yang terlelap dipundaknya. Jujur, Aurora merasakan pegal dipundaknya menopang kepala Agra.


Tidak ada respon dari Agra, namun Aurora tetap mencoba lagi.


"Agra... Hei, bangun!" seru Aurora lagi dengan mengelus pipi Agra.


Bukannya bangun Agra malah memperbaiki posisinya mencari posisi yang lebih nyaman.


Aurora mendengus kala melihat respon Agra.


"Dasar kebo!!" batin Aurora menggerutu.


"Agra ih bangun!!" seru Aurora mulai kesal, iapun menepuk pelan bahu pemuda itu.


"ngghh.." suara lenguhan itu membuat Aurora bernafas lega, setidaknya pemuda itu mendengar seruaannya.


"Agra bangun! Udah mau bel ini!!"


Agra pun bangun dari pundak Aurora dengan mata yang sedikit memejam, antara masih ingin tidur dan ingin bangun.


"Kenapa?" tanya pemuda itu dengan suara serak khas orang bangun.


"Udah hampir bel, yuk balik!" jawab Aurora lalu bangkit dari duduknya diikuti oleh Agra.


Dengan capat Agra pun menyambar tangan Aurora lalu membawa tangan mungil itu kedalam genggaman tangannya yang lebih besar dari tangan Aurora.


Mereka berjalan sesekali bercanda tanpa memperdulikan barbagai jenis tatapan dari fans-fans Agra.


"Sana masuk!" titah Agra saat mereka telah sampai didepan kelas Aurora.


"Iya, ini mau masuk!" sahut Aurora lalu melangkah memasuki kelasnya.