![[DMS#1] AGRA](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-dms-1--agra.webp)
"Kontak ini udah gak terdaftar lagi sejak seminggu yang lalu. Dan terakhir kali aktif, kontak ini ada di Bandara Soekarno Hatta."
Agra tidak bisa tidur memikirkan ucapan salah satu temannya yang bekerja di Tim Cyber. Ya, Agra siang datang mendatangi Tim Cyber untuk melacak nomor ponsel Aurora untuk mengetahui di mana cewek itu sekarang. Namun, informasi yang ia dapat kan justru membuat Agra bingung.
"Bandara Soetta? Ngapain Rara di sana minggu lalu?" Agra yakin, Aurora ke bandara bukan untuk mengantar kerabat atau pun temannya. Karena, setau Agra, kerabat cewek itu tidak ada yang di Jakarta dan temannya hanya Keyra. Lalu siapa?
Seketika, suara gurunya tadi terlintas. Mengatakan bahwa Aurora pindah sekolah tapi entah kemana. Agra yang semula berbaring di kasurnya kontan terduduk. Tidak! Tidak mungkin. Tidak mungkin kan Aurora pindah keluar negeri?
Agra cepat-cepat meraih ponsel di nakas. Menelepon seseorang yang mungkin memiliki informasi lebih dari pada dirinya.
"Halo, Rey. Rey, lo ada info terbaru tentang Rara?" tanya Agra tanpa basa-basi. Helaan napas Rey terdengar. "Nggak. Setau gue dia pindah. Tapi gak tau pindah kemana. Gue udah coba hubungin dia, tapi gak pernah nyambung. Keyra juga ngehindarin gue akhir-akhir ini."
Agra mengurut alis tebalnya. "Gue tadi siang dari Tim Cyber buat ngelacak nomer HP Rara, dan terakhir kali nomor dia aktif, itu di bandara Soetta."
"Bandara? Aurora ngapain ke bandara?"
"Ya menurut lo? Dia pasti pindah ke luar negri."
"Bisa juga masih di Indonesia, sih."
Benat juga. Rute antara kota di Indonesia dengan kota lainnya banyak yang menggunakan pesawat. Aurora tidak mungkin sejauh itu.
***
30 menit perjalanan, Agra tiba di depan rumah mewah Keyra. Di gazebo rumah cewek itu, ada Keyra yang duduk menyantai dengan sebuah gitar. Agra menghampirinya. Ketika Keyra melihatnya dan hendak pergi, Agra cepat-cepat menahan tangan cewek itu.
"Please, Key. Gue bener-bener pengen tau Rara di mana." Pelas Agra. Keyra melepas cekalan Agra di tangannya sembari mendengus. "Buat apa lo mau tau Rara di mana? Mau nyakitin dia lagi, iya?"
Agra menggeleng dengan tatapan sendu yang menyiratkan keputusasaan. "Gak, Key. Gue cuma mau tau Rara di mana. Udah itu aja."
Berdecak, Keyra meninggalkan Agra di sana. Namun, tiba-tiba saja Agra bersuara dan sukses menghentikan langkah kaki Keyra. "Rara udah gak ada di Indonesia, kan?"
Keyra perlahan berbalik. Menghujam Agra dengan tatapan tajam penuh kebencian. "Gak usah sok tau jadi orang," desis Keyra geram.
Agra mengangkat sudut bibirnya. "Gue cuma butuh lo jawab iya atau enggak, Key. Rara gak di Indonesia lagi, kan?" Keyra memilih diam. "Key, sekali ini aja kasih tau gue. Rara di mana? Dia masih di Indonesia atau enggak? Gue bener-bener kangen sama dia. Gue mau ketemu Rara."
Keyra masih diam. Raut wajahnya masih sama.
"Key, plis jawab. Rara-"
"IYA!! DIA UDAH GAK DI INDONESIA! PUAS LO HAH?! INI SEMUA GARA-GARA LO TAU GAK?!" Lalu Keyra masuk ke rumahnya dengan menutup pintu kasar.
Menyisakan Agra yang tersentak di tempatnya. Bukan karena bentakan Keyra, tetapi fakta bahwa Aurora, benar-benar sudah jauh darinya. Ia sudah benar-benar kehilangan Aurora-nya.