
Hubungan Raffa dan Clara terus naik level ke tahap berikutnya. Usai memperkenalkan diri secara resmi ke pihak orang tua masing-masing, dilanjutkan dengan lamaran klasik nan romantis Raffa secara pribadi kepada Clara, kini keduanya berencana untuk membuat foto prewedding.
Foto prewedding menjadi salah satu hal yang dilakukan pasangan sebelum melakukan pesta pernikahan. Tujuan Raffa dan Clara melakukan foto prewedding tentunya adalah untuk mendokumentasikan sebuah foto untuk kenang-kenangan semata atau bisa digunakan dalam undangan dan juga bisa dipajang di tempat berlangsungnya pesta pernikahan.
Apabila dulu Clara pernah berujar ingin melakukan foto prewedding dengan tema Fairy Tale, kali ini konsep itu sungguh-sungguh diusung Raffa dalam salah satu konsep foto preweddingnya. Bahkan Raffa menggunakan jasa fotographer kenamaan Ibu Kota untuk menghasilkan foto yang bagus dan tentunya berkesan.
"Clara, kita akan melakukan foto prewedding dengan konsep Fairy Tale, pilihlah kau ingin menjadi apa dalam konsep tersebut Elsa, Cinderella, Belle, atau Aurora. Jangan memilih Ariel, karena sudah pasti aku menolaknya." ucap Raffa sembari memincingkan matanya.
Clara terkekeh mendengar ucapan Raffa. "Tidak mungkin juga aku memilih menjadi Mermaid, Mas. Aku sebenarnya ingin menjadi Elsa, sayangnya di film Frozen, Elsa tidak memiliki pasangan di sana. Aku juga ingin menjadi Belle, sosok putri yang cerdas dan pemberani, sayangnya kamu kan enggak jelek, Mas. Jadi, lebih baik aku menjadi Aurora saja." ucap Clara sembari mengedikkan satu bahunya.
Raffa menatap wajah Clara. "Bilang aja aku cakep dan tampan, gak perlu juga bilang aku jelek. Sekali-kali memuji calon suami sendiri kan gak papa." ucap Raffa yang justru membuat Clara tergelak dalam tawa.
"Okay, kita akan menggunakan konsep Aurora. Gaun berwarna pink akan terlihat cocok bagimu. Baiklah make-up artistnya sudah tiba. Kamu harus dirias supaya lebih mempesona, ya walau pun bagiku tanpa make-up pun kamu sudah begitu mempesona bagiku. Aku tunggu ya ...."
Raffa pun keluar, ketika seorang make-up artist telah datang untuk memoles wajah Clara.
"Siang Kak Clara, aku Alvin yang akan memoles wajah Kakak. Jadi, hari ini akan melakukan pemotretan dengan konsep apa Kak?" tanya Alvin, seorang pria yang berprofesi sebagai MUA itu.
"Siang juga Alvin, aku mau ambil konsep Fairy Tale, tema Aurora keliatannya unik dan tidak banyak orang memakainya. Sebab biasanya orang akan lebih memilih menggunakan tema Cinderella bukan?" tanya Clara kepada Alvin.
Alvin pun mengangguk, "Iya Kak, biasanya calon pengantin sering menggunakan tema Cinderella di foto prewedding mereka. Beauty and The Beast juga banyak Kak." Alvin menjelaskan beberapa konsep Fairy Tale yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya.
Setelah itu Alvin mengenakan masker di wajahnya, kemudian ia mulai melukis wajah Clara dengan sapuan kuas dengan berbagai jenis make-up seperti foundation, cussion, eye shadow, maskara, blush on, hingga lipstik. Tangan dan jarinya bekerja apik, begitu padu untuk memoles wajah Clara.
"Kakak suka make-up flawless atau bold?" tanya Alvin di sela-sela pergerakan tangannya memoles wajah Clara.
"Kalau flawless saja bagaimana Vin? Apakah cocok dengan konsep yang kami usung nanti?" tanya Clara kepada Alvin.
"Oke Kak, bisa kok. Masuk kok Kak." jawab Alvin.
Hampir setengah jam Alvin menyapukan kuas di wajah Clara, pria itu juga yang menata rambut Clara. Hingga akhirnya Clara telah siap dengan make-up, tatanan rambut, dan gaun berwarna pink yang membuatnya seperti Putri Aurora.
Sementara di ruangan lainnya, Raffa telah bersiap menggunakan Tuksedo berwarna hitam. Tidak hanya Clara yang seolah menjelma menjadi Aurora, Raffa pun menjelma seperti Prince Philip. Setelah keduanya siap, mereka kemudian bertemu dalam sebuah ruangan yang di-setting sedemikian rupa dan berhiaskan bunga Mawar merah.
"Kau begitu cantik, Clara." Raffa berbisik ketika keduanya sudah bertemu dan lensa kamera siap membidik keduanya.
Clara tersenyum, blush on di wajahnya yang bernama pink justru membuat wajahnya memerah lantaran malu dengan pujian dari Raffa. "Terima kasih, Mas. Kamu juga seperti Prince Philip." bisik Clara kepada Raffa.
Perbincangan keduanya terhenti, karena fotographer mulai mengarahkan mereka berdua untuk berpose, menghasilkan berbagai gambar dalam jepretan kamera.
Walau pun malu-malu dan terkadang canggung, nyatanya foto yang dihasilkan sangat bagus. Bahasa tubuh atau gesture keduanya terlihat alami dan natural.
"Oke, untuk konsep Fairy Tale sudah bagus ya. Untuk konsep kedua, bagaimana kalau menggunakan tema santai dan bisa menggunakan aktivitas sehari-hari (daily activities) bagaimana?" sang Fotographer menawarkan konsep berikutnya menggunakan konsep aktivitas sehari-hari.
Raffa dan Clara pun segitu. Mereka akhirnya berganti kostum, dan Clara mengganti sedikit make-up nya.
Raffa memilih menggunakan kemeja putih dan celana jeans, sementara Clara mengenakan dress floral didominasi warna putih.
Berbagai pose juga mereka ambil bersama mulai dari kegiatan membaca buku, memasak, hingga menyiram bunga. Keduanya begitu padu berpose di depan lensa kamera, bahkan sang fotographer pun tidak banyak memberi arahan pose, karena mereka berpose sangat natural.
"Oke Pak Raffa, sessi foto untuk hari ini sudah selesai. Saya akan segera edit, dan mengirimkan hasilnya kepada Pak Raffa dan calon mempelai. Jika ingin mengadakan foto-foto versi outdoor bisa kontak saya lagi ya Pak, saya akan sangat senang bisa membantu Pak Raffa." ucap sang fotographer kepada Raffa di akhir sessi foto mereka berdua.
Raffa pun berjabat tangan dengan fotographer tersebut. "Oke, baiklah. Jika kami membutuhkan foto tambahan, aku akan menghubungimu segera. Terima kasih sudah mengabadikan momen bahagia kami berdua dalam jepretan kamera. Kami tunggu hasilnya yang sudah diedit ya." ucap Raffa kepada fotographer tersebut.
Setelah foto prewedding usai, Raffa dan Clara kembali mengenakan beberes, dan melanjutkan kegiatan mereka lainnya.
"Kamu senang enggak dengan foto prewedding kita hari ini?" tanya Raffa kepada Clara.
"Seneng. Pakai banget malahan." ucap Clara sembari tersenyum. "Mas, kita masih harus berfoto sendiri-sendiri untuk akta pernikahan kita. Mas tidak lupa kan?"
Raffa mengangguk. "Oh, iya. Hampir saja aku lupa. Terima kasih sudah mengingatkan. Kita atur waktu lagi untuk foto formal berukuran 3x4 dan 4x6 kan?"
"Iya, karena foto itu jauh lebih penting. Tanpa foto itu, pernikahan kita tidak akan tercatat secara agama dan negara. Jadi, secepatnya kita berfoto untuk akta pernikahan itu ya Mas."
Kembali Raffa menganggukkan kepalanya. "Oke, lebih cepat lebih baik."