
Siang ini, Rino sahabat sekaligus tangan kanan Raffa di Paradise Hotel memberikan kabar bahwa mereka berdua harus pergi ke Surabaya terkait pengembangan bisnis yang akan diperluas di Kota Surabaya.
"Raff, keliatannya kita harus terbang ke Surabaya sore atau malam ini. Ada beberapa hal yang perlu kita lihat terkait Paradise Hotel cabang Surabaya. Bisakah kita terbang ke Surabaya hari ini juga?" demikianlah kata Rino ketika ia mendatangi Raffa di kantornya.
"Memang ada masalah apa? Apakah sangat penting?" tanya Raffa memastikan permasalahan yang terjadi dengan cabang di Surabaya.
"Aku mendengar ada investor yang ingin menarik modal mereka, ada pula sedikit masalah terkait pembebasan lahan. Jadi sebaiknya kita segera selesaikan masalah di Surabaya supaya tidak berlarut-larut. Gimana Bos, bisa kita ke Surabaya secepatnya?"
Penjelasan dari Rino membuat Raffa harus berpikir, masalah yang sedang terjadi di Surabaya agaknya memang cukup serius. Tidak bisa diwakilkan kepada yang lain, sebagai atasan Raffa harus memastikan masalah kali ini benar-benar selesai.
Namun di sisi lain, Raffa enggan pergi. Pandangan matanya kini menatap dari jauh pada Clara yang tengah duduk di meja kerjanya. Pergi ke Surabaya berarti harus membuatnya menjalani Long Distance Relationship dengan kekasihnya itu.
Tanpa menunggu waktu lama, Raffa pun membunyikan interkom untuk memanggil Clara. Begitu mendengar interkomnya berbunyi, Clara segera memasuki ruangan Raffa.
"Permisi Pak Raffa, ada yang perlu saya bantu?"
"Sore ini aku akan ke Surabaya, Clara. Ada masalah terkait investor dan masalah pembebasan lahan di sana, baru saja Rino mengabariku kalau masalah di Surabaya harus diselesaikan." ucap Raffa dengan serius.
Clara nampak mendengar dengan sebaik mungkin informasi yang disampaikan atasannya itu.
"Tidak apa-apa Pak, segera diselesaikan akan jauh lebih baik. Berapa lama Pak Raffa akan berada di Surabaya." tanya Clara.
"Aku belum tahu, tergantung cepat atau lambatnya masalah ini teratasi. Tetapi, aku punya masalah lainnya."
"Masalah apa Pak?"
Raffa mengusap kasar wajahnya, "Masalah lainnya adalah selama aku berada di Surabaya, kita mau tidak mau harus menjalani Long Distance Relationship. Ya, walau pun untuk beberapa hari. Tetapi itu sangat berat." ucap Raffa dengan wajahnya yang serius.
Clara justru tersenyum mendengar celotehan atasan sekaligus kekasihnya itu. Bagi Clara sebenarnya berpisah sekian hari untuk urusan pekerjaan tidak masalah.
"Tidak apa-apa Pak. Anda bisa pergi ke Surabaya segera untuk menyelesaikan masalah di sana. Saya akan di sini untuk menyelesaikan tugas-tugas di sini. Jangan khawatir ya." ucapnya mencoba menenangkan.
"Hmm, baiklah. Tetapi, bisakah kamu mengantarkanku ke Bandara sebentar lagi. Aku hanya ingin sedikit lebih lama denganmu. Bagaimana?"
"Baiklah Pak, saya akan mengantarkan ke Bandara."
Usai itu, Raffa memberitahukan kepada Rino untuk memesan tiket dan akomodasi selama berada di Surabaya. Raffa juga mengirim pesan kepada Rino untuk bertemu langsung di Bandara.
"Ayo Clara, kita berangkat sekarang." ucap Raffa begitu ia keluar dari ruangannya dan mengajak Clara untuk mengantarnya ke Bandara.
Clara pun berdiri dengan hanya membawa sling bag nya. Ia lalu mengikuti Raffa untuk turun ke lobby dan setelahnya turut mengantarnya ke Bandara.
"Biar aku yang menyetir mobilnya dahulu. Seperti biasa, bawalah mobilku ini ya. Dan, tolong jemput aku saat aku kembali ke Jakarta nanti. Bisakan?"
"Siap Mas. Aku pasti akan menjemput Mas Raffa." sahut Clara sembari tersenyum kepada Raffa.
"Aku sebenarnya tidak suka berpergian jauh seperti ini. Apalagi sekarang aku sudah memilikimu, rasanya aku gak akan bisa jauh-jauh darimu."
Clara sekali lagi tersenyum sembari menoleh melihat Raffa yang sedang fokus menyetir. "Tidak apa-apa Mas, lagian ini risiko pekerjaan kita. Lagipula, kita masih bisa memberi kabar satu sama lain."
"Semalam saja berpisah denganmu, aku sudah rindu. Apalagi berhari-hari, gak bakalan bisa aku. Kena serangan Malarindu." ucapnya cemberut. Ekspresi wajah Raffa yang lucu justru membuat Clara tertawa.
"Sabar. Hanya sekian hari. Kita pasti bisa."
Setelah itu, satu tangan Raffa meraih tangan Clara. Menggenggamnya erat. Sehingga Raffa menyetir hanya dengan menggunakan satu tangannya.
"Menyetir dulu Mas, fokus." ucap Clara memperingatkan Raffa. Sebab menyetir dengan satu tangannya pastinya tidak mudah.
"Iya, aku cukup handal menyetir dengan satu tangan kok. Hmm, bakalan kangen deh aku. Ini LDR pertama kita setelah jadian ya? Kalau dulu aku ada perjalanan bisnis ke luar kota rasanya biasa, sekarang aku justru inginnya berada di dalam kota saja. Gak tahan jauh-jauh dari kamu."
"Mas Raffa lebay deh. Gak papa, biar kangennya tambah kan." sahut Clara.
"Bukan lebay, tapi ini kenyataan. Emang kamu enggak kangen kalau aku pergi melakukan perjalanan bisnis seperti ini?" tanya Raffa sembari menelisik wajah Clara.
"Ya kangen lah, mana ada gak kangen sama pacar sendiri."
Mobil yang dikendarai Raffa pun akhirnya telah tiba di Bandara. Clara ikut turun untuk mengantarkan Raffa hingga ke pintu keberangkatan.
"Hati-hati Mas Raffa, begitu sampai di sana jangan lupa kabarin aku ya. Jaga diri, jaga hati. Jangan macem-macem sama cewek lain ya." ucap Clara sembari memberi pesan kepada pacar sekaligus atasannya itu.
"Iya, kamu juga hati-hati di sini ya. Selama aku di Surabaya gak usah lembur. Terus hubungi aku ya, kapan pun kamu bisa menghubungiku. Jangan sungkan. Doakan urusanku segera selesai, sehingga aku bisa segera kembali ke Jakarta."
"Iya Mas, hati-hati ya." sahut Clara.
Raffa mendekat, mengikis jarak keduanya. Pria itu lalu memberi pelukan hangat kepada Clara. "Hati-hati di sini. Aku bakalan kangen sama kamu. Baru gini aja aku sudah kangen padahal. Apa kamu ikut aku saja ya ke Surabaya, jadi aku aman gak bakal kena Malarindu."
Clara memukul lengan Raffa. "Gak papa Mas, yang penting urusan di sana cepat selesai dan lancar. Nanti kabarin kalau mau balik, aku akan jemput Mas Raffa di sini." Setiap ucapan Clara bertujuan untuk menenangkan kekasihnya itu yang terlihat enggan pergi ke Surabaya.
"Ya sudah, aku pamit ya. Aku masuk dulu. I Love U So Much." pamitnya, lalu Raffa mendaratkan satu kecupan di kening Clara.
Cup!
"Hati-hati nanti waktu nyetir ke kantor ya. Love U."
Clara mengangguk, "Iya Mas Raffa juga hati-hati ya. I Love U too Mas..."
Perpisahan dua sejoli di Bandara yang sebenarnya enggan untuk berpisah. Akan tetapi, karena perjalanan bisnis yang tidak bisa diwakilkan membuat Raffa mau tidak mau harus pergi ke Surabaya.
"Aku masuk ke dalam untuk cek in. Bye.... Love U...." pamitnya sekali lagi sembari melambaikan tangannya kepada Clara.
Happy Reading 🥰
***
Dear All,
Mampir ke karya temen aku ya...
Terima kasih..
Love U All