We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXXXI Kasus 1 Mrs.A dan Mrs.B



Melissa sudah tiga minggu di Kirkland and Ellis firm. Tak ada satupun kasus yang diberikan padanya, kasus-kasus penting selalu ditangani oleh Jaksa handal yang senior dan berpengalaman, memang sudah menjadi resiko bahwa mahasiswa magang hanya bertugas mencatat hal-hal penting terkait kasus yang ditangani oleh pengacara senior. Lama-lama Melissa jadi bosan, Ia merasa sia-sia kemampuannya yang cukup kompeten karena tidak digunakan secara maksimal. Almero, salah satu mahasiswa Harvard University berusaha mengajaknya bicara.


"Kau tampak bosan dengan rutinitas yang sedang kita jalani sekarang?" katanya menatap sambil bicara


"Kamu juga tahu bahwa pekerjaan ini jadi terasa membosankan" keluh Melissa menatap lawan bicaranya dengan sedikit kesal


"Iya, tentu saja sebagaimana pengalaman yang sudah-sudah bahwa magang di sini hanya 9,0% mahasiswa yang berkesempatan menyelesaikan kasus selama 4 tahun terakhir, bukan karena mereka tidak kompeten tapi hanya yang menunjukkan ketekunan yang akan diberikan kesempatan" kata Almero menjelaskan sambil minum caramel machiato di depannya


"Kurang tekun apa? setiap pagi datang paling awal, kasus-kasus dicatat secara mendetail dan sesuai kronologis, ikut menganalisa kasus-kasus berat yang sedang dihadapi jaksa" kata Melissa kesal


"Entahlah, atasan punya alasan tertentu mungkin dalam memberikan kasus, kebetulan akhir-akhir ini Mr.Reagan baik padaku. Sekarang kurasa aku cukup percaya diri" jelas Almero tampak senang


"Ah, kau beruntung sekali. Mr.Arthur sangat sibuk sehingga mungkin tidak pernah memperhatikanku bahkan sekedar untuk tersenyum padaku juga tidak pernah" keluh Melissa sambil minum americano miliknya


"Berdoa saja agar para senior mau memberikan tugasnya walau hanya satu kasus, karena kalau kita tidak dapat satu kasus pun maka nilai kita tidak akan memuaskan" jelas Almero


"Akupun berharap demikian" jelas Melissa mengangguk perlahan sambil menatap lawan bicaranya yang tampak suntuk karena tidak mendapat kasus apapun


"Baiklah, jam istirahat berakhir seperti biasa kita harus kembali keruangan Masing-masing" kata Almero melambaikan tangannya


"Baiklah, dah" kata Melissa melambaikan tangannya pada lelaki berlesung pipi dan berkulit kocokelatan itu.


Dalam pandangannya Almero adalah lelaki yang manis dengan rambut ikal yang pirang, matanya yang hijau, sedikit lesung pipi dan alisnya yang panjang dan juga kulitnya yang eksotis membuat pria itu jadi sangat menarik. Secara keseluruhan memang sangat menarik dengan kepribadian yang menyenangkan.


Mr.Arthur masuk keruangannya, Pria yang sedikit gendut ini memiliki hidung yang teramat sangat mancung dan kumis yang sedikit terangkat mirip celurit, rahangnya tegas dan wajahnya seperti patung yang dipahat. Ia mulai membuka berkas dengan agak cepat, agaknya terjadi masalah dalam kasusnya. Melissa hanya diam memperhatikan, Ia siap untuk mencatat apapun yang diperintahkan Mr.Arhur, dengan harapan Ia berkesempatan menyelesaikan setidaknya satu perkara selama Ia magang.


"Melissa" panggil Mr.Arthur


"Iya, Ada apa Mr?" Melissa segera mendekat ke meja Mr.Arthur


"Aku punya kasus sederhana untukmu, apa kamu sanggup untuk mencobanya?" tanya Mr.Arthur serius


"Tentu saja Aku sanggup" jawab Melissa sangat yakin


"Keily, bawakan berkas Kasus perselisihan di pasar kemarin" perintah Mr.Arthur pada Investigator Keily.


"Baik Mr.Arthur" kata Keily segera membawakan sebuah berkas sekitar 30 lembar


Mrs. Keily sekitar umur 40 tahun, dengan wajah datar dan pendiam, matanya bundar dan dagunya lancip seperti sabun. Ia terlihat sangat efisien dan kompeten dalam tugasnya, salah satu Investigator berpengalaman di Kirkland and Ellis


Mr.Arthur menatap Melissa dengan agak ragu, mungkin karena Melissa terhitung baru magang di Kirkland and Ellis


"Baiklah. Ini kasus yang akan kamu tangani. Silahkan dipelajari dengan baik dan benar, Aku sedang menangani kasus pembunuhan jadi terpaksa kasus ini kuserahkan padamu" perintah Mr.Arthur serius dan hati-hati, tampak jelas bahwa sebenarnya Mr.Arthur yang berpengalaman masih kurang percaya dengan kemampuan Melissa


"Baik, Terima kasih atas kesempatannya Mr.Arthur" jawab Melissa senang


Pulang ini Aku akan menceritakan kegembiraan ini pada Almero, kata Melissa senang. Ia segera membaca garis besar kasus yang diserahkan Mr.Arthur padanya dengan sangat serius dan teliti. Pekerjaan Jaksa bukan pekerjaan mudah.


***


Kejadian Menurut Tersangka A


keterangan: Sebenarnya A dan B adalah tetangga di masa lalu.


Kejadian menurut Korban B


A sedang belanja dan saat lewat, Ia sengaja menyenggol barang dagangan B sehingga jatuh, B tidak Terima dengan sikap A yang tampak arogan itu dan mulai memaki dan mengatainya OKB sombong, A tidak Terima dan mengatainya tidak berbudipekerti dan tidak sopan, B marah dan mendorong A, A balas mendorong B, B menarik rambut A, A memukul dan mencekik dan menampar B hingga memar.


Penjelasan A: Ia tidak menampar dan mencekik


Penjelasan B: Ia melakukannya, silahkan tanyakan pada para saksi


Saksi: 70% adalah penjual dan 30% pembeli yang pada saat itu disekitar kejadian


Melissa menarik napas dalam sebenarnya menurut foto dan dokumentasi memang ada bekas tamparan pada pipi dan cekikan di leher B, kalau begini jelas A adalah pelakunya. Tentu saja tidak perlu bersusah payah untuk itu, pikir Melissa jadi malas dan tidak bersemangat


Jelas A adalah pelakunya, ini mudah. Besok Aku akan langsung memanggil A dan B. kata Melissa dalam benaknya, tentu saja Ia butuh Investigator Keily untuk menunjukkan lokasi kejadian.


"Investigator Keily, maukah menemaniku ke lokasi kejadian besok untuk perkara di pusat perbelanjaan Merchandise Mart?" tanya Melissa


"Tentu saja" kata Investigator Keily


Memang tugas Investigator Keily untuk membantu setiap urusan Jaksa. walaupun Melissa hanya magang namun Investigator Keily tidak bisa menolak untuk itu.


***


Merchandise Mart


"Dimana tempat kejadian A dan B pada kasus perkelahian yang sedang kita tangani Investigator Keily?" tanya Melissa


"Disana, kurang lebih satu blok dari sini" jawab Investigator Keily


"Ok, tampaknya sangat sepi, " kata Melissa mengamati


"Tentu saja, penjualnya mungkin sedang mengobati memarnya, jadi tidak berjualan hari ini" Investigator Keily menjelaskan


"Ok baiklah, Aku akan menghubungi A dan B malam ini untuk datang ke Kirkland and Ellis besok" kata Melissa serius


"Baiklah kita kembali dulu ke kantor" ajak Investigator Keily


"Setuju, kita lanjut esok. Kirimkan padaku semua dokumen dan foto bukti di TKP saat terjadi kejadian" kata Melissa tegas agaknya dia merasa menjadi Jaksa seperti yang Ia harapkan selama ini


"Baiklah, semua fotonya juga ada di kantor akan kuberikan langsung padamu" kata Investigator Keily membuka mobilnya dan mengemudi menuju kantor


Melissa membawa semua dokumennya ke Apartemen, besok Ia ingin melihat kedua tersangka dan korban yang kasusnya dianggap begitu mudah oleh Mr.Arhur, tentu saja Kasus-kasus gampang begini lebih baik diserahkan pada mahasiswa magang, jelas-jelas A adalah pelakunya karena 70% saksi mengatakan demikian juga didorong oleh foto memar di pipi dan sedikit merah pada leher yang diduga bekas tamparan dan cekikan. Melissa meremehkan kasusnya.


Bersambung


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers Agar Author makin bersemangat menulis ceritanya.. 💕