
Pukul 14.30 Langit di luar jendela Apartemen sedang cerah ketika Bella bercerita dengan penuh semangat sambil sesekali memutar-mutar jemarinya pada cangkir kopi di depannya, Melissa senang karena Bella menginap di Apartemennya untuk membahas tugas dan hal-hal yang terjadi di kampus selama Ia pulang ke Boston.
Setelah mengantarnya ke Apartemen Hendry langsung pulang ke Villanya, tentu saja perjalanan selama tiga puluh menit di pesawat tidak terlalu melelahkan bagi mereka namun selama pergi ke Boston, tugas kampus telah menunggu mereka dengan setia.
"Mel, banyak hal yang terjadi selama dua hari kamu tidak datang ke kampus, Irina Kova misalnya.. Dia mencoba bunuh diri di Apartemennya sepulang kuliah karena merasa depresi" kata Bella bercerita dengan semangat
"OMG, benarkah? Mengapa bisa begitu? bukankah Dia tampak ceria selama ini?" kata Melissa sambil mengusap dagunya perlahan
"Yah, kabarnya keluarganya bangkrut dan Dia terancam DO dari kuliahnya" kata Bella serius
"Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah di rumah sakit?" tanya Melissa penasaran
"Tentu saja keadaannya sekarang koma, Ia menelan racun Sianida, beruntung teman sekamarnya bisa memberikan susu sebagai pertolongan pertama" kata Bella serius
"Aku turut prihatin Bel, apa Kita harus kesana sekarang? Aku merasa bahwa Kita harus mengunjunginya Bel, Ia cukup baik pada Kita" kata Melissa dengan nada khawatir
"Aku dan teman-teman sudah kesana kemarin Mel, tapi Aku akan menemanimu kesana sekarang kalau Kamu ingin melihat keadaan Irina di rumah sakit" kata Bella penuh perhatian
"Aku mandi dan ganti pakaian dulu ya" kata Melissa bergegas menuju kamar mandi
"Ok, mandinya jangan lama-lama ya" kata Bella dengan nada memperingatkan
Setelah siap dengan segalanya, Melissa dan Bella segera naik taksi menuju Lenox Hill Hospital
***
Irina tampak tidak sadarkan diri ketika Melissa dan Bella masuk ke ruang Irina di rawat, seorang perempuan yang tampaknya tidak asing bagi Melissa sedang duduk menjaga Irina, Melissa dan Bella masuk dengan sopan. Perempuan tadi menoleh dengan matanya yang tampak sayu, ada lingkaran hitam di sekitar matanya, Ia tampak sangat lelah.
"Selamat siang, maaf jika kami berkunjung pada saat yang kurang tepat" kata Melissa dengan senyum menyeringai
"Selamat siang" kata perempuan tadi yang seolah baru sadar dari lamunan panjangnya
"Kami ingin melihat keadaan Irina, apakah Dia sudah lebih baik?" kata Melissa dengan nada hati-hati
"Dengan nona..?" kata perempuan tadi dengan nada bertanya dan sedikit memiringkan kepalanya
"Maaf terlambat memperkenalkan diri, saya Melissa dan ini Bella, Kami teman kampus Irina" kata Melissa tersenyum sambil mengulurkan tangannya
"Saya Joana Milliutin, sepupu Irina" kata Joana menjabat tangan Melissa dan Bella dengan senyum tipis di sudut bibirnya
Benarkah? jadi benar bahwa Ia memang pernah bertemu perempuan ini sebelumnya, perempuan ini sahabat kecil Hendry, wajar jika wajahnya tidak asing karena Ia pernah melihatnya ketika berkunjung ke Villa Hendry bersama Nina dan Garry, pikir Melissa
Melissa bingung apakah Ia akan memberi tahu Hendry atau tidak, tapi bukankah yang sedang terkena musibah adalah Irina, bukan Joana. Melissa memutuskan untuk tidak memberi tahu Hendry tentang masalah ini.
"Saat dalam perjalanan kesini kami sempat membeli ini" kata Bella menyodorkan parcel buah pada Joana
"Terima Kasih" kata Joana tersenyum
"Maaf kalau boleh tahu, Apakah Ayah dan Ibu Irina sudah tahu tentang keadaan Irina?" tanya Bella yang sedari kemarin tidak melihat adanya Ibu dan Ayah Irina di rumah sakit
"Ibu Irina meninggal terkena serangan jantung satu bulan yang lalu, dan Ayahnya sedang di penjara karena tuduhan korupsi perusahaan, Irina punya seorang adik laki-laki yang kabur dari rumah sejak kematian Ibunya dan tidak pernah kembali sampai sekarang" kata Joana dengan nada sedih
"Maaf, sebenarnya Kami tidak bermaksud membuatmu sedih" kata Melissa dengan nada menyesal
"Tidak apa, Irina sangat terpukul dengan keadaannya" kata Joana menghapus air mata di sudut matanya
"Kami tidak menyangka bahwa kondisi Irina seperti ini, sejujurnya di kampus Ia tampak ceria" kata Bella pada Joana
"Sebagai sepupunya, Aku juga tidak menyangka akan jadi begini. Ia bahkan tidak pernah menampakkan raut wajah sedih" kata Joana dengan nada sedih
Drrt.. drrt.. Handphone Joana bergetar, Joana mengangangkat telepon dan agak menjauh dari Melissa dan Bella
"Hallo, Kamu sudah sampai? kamarnya berada di lantai tiga" kata Joana menjelaskan
"Iya, kamar 305" kata Joana menjelaskan pada seseorang yang meneleponnya
"Temanku akan datang kesini juga" kata Joana dengan nada senang setelah menutup teleponnya
"Kami juga akan segera undur diri" kata Bella tersenyum
"Eh, kenapa kalian cepat sekali?" kata Joana dengan nada menyesal
"Lain kali Kami akan datang lagi" kata Melissa tersenyum tulus
Melissa dan Bella beranjak dari kursi ketika seorang lelaki mengetuk pintu
"Masuk" kata Joana mempersilahkan
"Hendry?" kata Bella terkejut ketika melihat bahwa lelaki yang melangkah masuk adalah Hendry
"Bella, Sayang.. " kata Hendry terkejut menatap Bella dan Melissa bergantian
"Sayang? kalian saling kenal?" tanya Joana kali ini dengan nada tidak ramah
"Iya, ini Melissa kekasihku dan ini Bella teman sekelas di MKU" kata Hendry memperkenalkan pada Joana
"Dia Joana, temanku dari SD. Aku pernah cerita kan Sayang..? " kata Hendry memperkenalkan, Ia menatap Melissa yang tampak tidak suka
"Iya, tadinya Kami bersiap akan pulang" kata Melissa tersenyum kecut berusaha menutupi rasa cemburunya
"Aku tidak tahu, Kamu sudah punya kekasih sekarang" kata Joana mencoba tersenyum
Bagaimanapun Hendry adalah cinta pertamanya dan Ia sangat berharap bisa jadi pasangannya suatu hari, entah kapan.. Namun kini, Hendry sudah menjadi kekasih perempuan lain. Tentu Ia tidak akan serta merta menyerah begitu saja, apapun akan dilakukannya untuk membuat Hendry menjadi miliknya, pikir Joana.
"Kami pulang duluan ya" kata Melissa sambil melangkah
"Tunggu! Bukankah lebih baik pulang sama-sama" kata Hendry menarik tangan Melissa
"Iya Kita pulang bersama Hendry saja" kata Bella dengan nada membujuk
Joana merasa kesal namun Ia menutupinya dengan senyum di wajahnya
"Joana, Bagaimana keadaan sepupumu?" tanya Hendry
"Ia masih koma" kata Joana dengan nada sedih
"Apa Kamu butuh bantuan? Apa yang bisa kubantu?" tanya Hendry penuh perhatian
"Tidak apa, Aku bisa melakukannya sendiri" kata Joana dengan nada tidak berdaya
Joana menatap Melissa sekilas, menunjukkan seolah Ia tidak bisa meminta bantuan Hendry dengan leluasa karena ada Melissa
"Katakan saja jika Kamu butuh bantuan, jangan sungkan" kata Hendry dengan wajah serius
"Aku akan menelponmu jika Aku butuh bantuanmu" kata Joana sambil menundukkan kepalanya
"Ini makanan dan minuman yang Kamu butuhkan, tadi Aku membelinya saat sedang dalam perjalanan kesini" kata Hendry memberikannya pada Joana
"Terima kasih, maaf merepotkanmu" kata Joana pelan
"Jangan sungkan" kata Hendry tersenyum
Melissa berusaha keras menahan sakit di dadanya, rasanya sesak napas melihat kekasihnya begitu perhatian pada perempuan lain, ingin rasanya Ia pergi secepatnya
"Apa Kamu sendirian menjaga sepupumu?" tanya Hendry pada Joana
"Seperti yang Kamu lihat" kata Joana pelan
"Sayang, Apakah tidak keberatan jika kita menemani Joana sedikit lebih lama?" tanya Hendry pada Melissa
"Maaf Sayang, Aku harus pulang sekarang.. Aku masih ada urusan mendesak yang harus dilakukan, Jika Kamu masih mau disini maka tidak apa, biar Kami pulang naik taksi" kata Melissa mencoba tersenyum
"Iya Kami duluan saja" kata Bella menimpali
"Benarkah tidak apa-apa? Apa kuantar dulu?" tanya Hendry mendekati Melissa dan Bella yang berada di dekat pintu
"Iya, tidak apa-apa kok Sayang" kata Melissa dengan senyum dipaksa
"Hati-hati di jalan Sayang" kata Hendry tersenyum sambil mengcup kening Melissa tanpa menyadari kecemburuan Melissa
"Terima kasih atas kunjungannya" kata Joana sedikit memalingkan wajahnya ke arah Irina
Melissa dan Bella keluar dari pintu dan pulang ke Apartemen Melissa dengan menggunakan taksi. Ada rasa sakit dan kecewa di hati Melissa sehingga Ia tidak banyak bicara ketika Bella mengajaknya berbincang selama di perjalanan.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕