We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LIV Kesal



Bunyi Bel yang ada di Apartemennya membuat Melissa beranjak dari sofa, Bella menoleh kearah Melissa dengan tatapan bertanya, seolah mengerti dengan maksud Bella, Melissa mengangkat kedua bahunya dan segera beranjak untuk melihat siapa yang datang. Melissa sedikit terkejut, Ia tidak menyangka bahwa Hendry akan menyusul ke Apartemennya


"Hai Sayang" kata Hendry tersenyum


"Hai, sudah selesai kunjungannya?" tanya Melissa dengan nada menyindir


"Sudah selesai, jangan cemberut dong.. Nanti cepat tua" kata Hendry tersenyum sambil menarik pipi Melissa dengan gemas


"Biarin tua, biar Kamu bisa cari yang muda" kata Melissa ketus


"Jangan marah dong Sayang, Kamu cemburu sama Joana? Dia itu sahabatku, Kamu kan sudah tahu" kata Hendry menyentuh dagu Melisaa hingga membuatnya bertatapan


"Siapa juga yang cemburu!" Melissa mendengus dan memalingkan wajahnya dari Hendry


"Oke kalau begitu, boleh dong masuk kedalam kan Sayang..? Ini sekalian makan Pizza sama-sama" kata Hendry menyeringai sambil menyodorkan Pizza yang Ia bawa


"Masuklah, di dalam juga ada Bella.. Rencananya Kami akan menyelesaikan tugas malam ini jadi Dia menginap" kata Melissa menjelaskan dengan nada datar


"Baiklah Sayang, ayo Kita makan bertiga" kata Hendry menarik tangan Melissa menuju sofa ruang tamu


Bella tersenyum geli melihat Hendry yang menarik tangan Melissa, seperti seorang Ibu yang menyeret paksa anaknya ketika sedang berbelanja.


"Hai" kata Bella ramah


"Hai Bel, kudengar dari Melissa Kamu akan menginap malam ini?" tanya Hendry berbasa-basi


"Yah, Kami rencananya akan mengerjakan tugas hukum perdata yang akan dikumpulkan besok pagi" kata Bella menjelaskan


"Aku tidak akan lama, kalian akan punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas" kata Hendry tergelak


"Aku mengerti" kata Hendry sedikit terpingkal Ia senang melihat ekspresi Bella yang kebingungan


"Katanya mau makan Pizza, mana?" kata Melissa tanpa senyum diwajahnya


"Masih marah?" tanya Hendry menatap Melissa dalam-dalam


"Cuma lagi bad mood kok" kata Melissa dengan senyum dipaksa


"Ya udah, Ayo mulai makannya" kata Bella mengambil kotak Pizza dari tangan Hendry yang jadi tampak murung


Bella menyalakan televisi agar suasana antara Hendry dan Melissa tidak canggung.


"Ayo dong makan" kata Bella mulai mengambil sepotong Pizza untuknya


"Ayo makan, nanti Pizzanya dingin" kata Melissa mulai mengambil salah satu potongan Pizza dihadapannya tanpa menatap Hendry


"Aku tidak mau makan jika kamu masih marah padaku" kata Hendry dengan nada kesal


"Iya, Aku memang kesal! Kesal sekali! tapi sudahlah.. Aku sudah mulai melupakan kejadian tadi, tapi kedatanganmu membuatku jadi kembali merasa kesal" kata Melissa kini dengan nada marah


"Kalau begitu Aku minta maaf, Aku pulang dulu, Aku akan kembali jika Kamu sudah tidak marah lagi padaku" kata Hendry beranjak dari tempat duduknya menuju keluar Apartemen


Melissa membiarkan Hendry pergi, melihat Hendry membuatnya merasa marah dan kesal. Ia ingin Hendry menjauh darinya untuk saat ini, perhatian Hendry pada Joana membuatnya marah walau Hendry sudah mengatakan bahwa Joana hanya sahabatnya tapi bagi Melissa tidak pernah ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan, pasti salah satu dari mereka punya rasa terpendam. Melissa kembali menonton televisi bersama Bella, Bella hanya diam Ia tidak ingin mengusik Melissa yang sedari tadi tampak sangat kesal.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕