We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXXVII Bagaimana Perasaanmu?



Melissa berjalan pelan pulang menuju Apartemennya, pikiran tentang Juno yang masih mencintainya membuat hatinya sedih, tapi Ia tidak bisa mencintai Juno lagi. Hatinya telah Ia serahkan pada Hendry, itulah yang ada dalam pikiran Melissa saat ini.


"Hufffttt.. ternyata tidak sia-sia memilih Apartemen dekat kampus" gumam Melissa setelah tiba di halaman Apartemennya


"Lama ya ngobrolnya, apa saja yang kalian obrolkan? tentang balikan?" kata Hendry ketus dengan kedua tangan terlipat di dada.


Melissa menoleh kearah parkiran di sisi kiri Apartemennya, Hendry? Dia belum pulang? batin Melissa.


"Hmmm.. Kamu cemburu?" kata Melissa mendekati Hendry dan merangkul lengan pemuda itu


"Tidak, kenapa harus?" kata Hendry dingin


Melissa mengeluarkan handphone di tasnya dan mengarahkannya pada wajah Hendry.


"Mau lihat bebek?" tanya Melissa tersenyum senang


Hendry menjauh dari Melissa, pertanda Ia tidak suka


"hihihi.. Tuh lihat bibirnya tambah 1cm, persis bebek.." Melissa tertawa menggoda Hendry yang tampak kesal padanya


"Apa sih?" Hendry menepis handphone yang berada dekat dengan wajahnya


"Jelek ih... jangan cemberut lah" kata Melissa sambil menarik kedua pipi Hendry


"Juno akan menikah dan dia mengundangmu dan Aku di acara pernikahannya sayang" kata Melissa tersenyum menatap Hendry yang masih berwajah dingin dan datar.


"O.. Kenapa hanya kamu yang diundang minum coffee?" kata Hendry dengan nada kesal


"Hmmm... Entahlah, mungkin dia merasa canggung jika ngobrol bertiga" kata Melissa tertawa canggung


"2 jam cuma untuk mengundang datang ke acara pernikahannya? hahahaha.. Apa Aku anak kecil yang mudah Kamu bohongi?" kata Hendry dengan nada marah


"Hmmm.. kenapa Kamu harus marah sih? tadi kan Aku sudah izin dan diperbolehkan, lantas kenapa marah?" kata Melissa dengan nada kesal


"Ayolah jangan kesal lagi yah sayang.. Pliss, Kamu jelek kalau cemberut" kata Melissa memelas persis seperti anak kucing yang butuh makanan


"Terserahlah, sebentar lagi malam, Aku masih harus menyelesaikan perbaikan skripsiku" kata Hendry masih dengan nada datar


"Baiklah, padahal lebih baik Kamu mampir dulu ke Apartemen" kata Melissa melirik ke arah Hendry yang sedang menatapnya


"Kurasa Aku harus pulang sekarang" kata Hendry sambil menatap jam tangannya


"Baiklah.. hati-hati ya sayang.. pelan-pelan dan jangan ngebut" kata Melissa tersenyum, Ia sedikit berjinjit lalu memberikan sebuah kecupan di pipi Hendry


Mood Hendry sedikit berubah,


"Baiklah.. Jaga diri dan jika perlu sesuatu telepon saja" kata Hendry menatap Melissa


"Ok siap.." kata Melissa tersenyum


Mobil Hendry menghilang dari pandangan dan Melissa bergegas menuju kedalam Apartemennya. Apa Hendry menunggunya selama 2 jam tadi? Ada rasa bersalah di hati Melissa, Ia tidak menyangka Hendry menunggunya di depan Apartemen, Ia pikir Hendry sudah pulang.


Melissa segera mandi, Ia merasa gerah dengan pakaian yang Ia kenakan saat ini.


"Ting..Tong..." Bel Apartemen berbunyi, Melissa mengintip siapa yang datang dari monitor di pintunya


Nina? tumben Dia mau datang hari ini, biasanya Nina akan datang di akhir pekan atau ketika libur, pikir Melissa. Melissa segera membukakan pintu untuk sahabatnya itu.


"Hei gadis.. Tumben mau datang hari ini?" tanya Melissa tersenyum senang


"Mel, Aku punya berita untukmu.." kata Nina pelan dan menatap ke sekelilingnya seolah memastikan bahwa benar hanya mereka yang ada di dalam ruangan itu


"Kabar?" kata Melissa heran sambil mengerutkan keningnya


"Juno.. Mel.." kata Nina serius


"Ada apa dengan Juno Na?" kata Melissa menatap Nina dengan serius


"Ia akan menikah dalam waktu dekat" kata Nina sedikit berbisik


"Oh, Aku sudah tahu" kata Melissa datar


"Kok? tahu darimana? Kupikir Akulah yang lebih dulu tahu" kata Nina kesal


"Aku tahu darinya secara langsung barusan.. Bagaimana denganmu?" kata Melissa tersenyum senang


"Na, tunggu disini.. Aku akan buatkan jus Avocado kesukaanmu" kata Melissa tersenyum


"Ok deh.." kata Nina sambil membenahi posisi duduknya


Melissa segera menyiapkan dua jus Avocado untuknya dan Nina, Ia tidak minum kopi lagi karena sudah dua gelas kopi Ia habiskan sebelumnya.


"Bagaimana?" kata Melissa sambil memperhatikan temannya yang sedang minum jus yang dibuatnya barusan


"Bagaimana apanya?" kata Nina tergelak


"Bagaimana rasa jusnya.." kata Melissa tersenyum


"Ga enak.." kata Nina dengan raut wajah serius


"Benarkah? sini biar kubuatkan lagi" kata Melissa buru-buru berusaha mengambil gelas di tangan Nina


"Hey gadis bodoh, Aku bercanda.. Kamu begitu mudah percaya ya.. hahahha.." Nina tergelak sambil menatap Melisaa


"Hummmmm.. Dasar, Aku benci lelucon itu" kata Melissa pura-pura marah


"Hehehe.. gapapa kan Kita jarang ketemu" kata Nina tersenyum senang


"Huh.." Melissa mendengus tidak suka


"Jadi Mel, maaf kalau boleh tahu bagaimana pertemuanmu dengan Juno barusan? Apa yang kalian bicarakan? Aku sangat penasaran.." kata Nina menatap Melissa sambil meletakkan jusnya kembali


"Begitulah.. Dia mengundangku untuk datang ke acara pernikahannya dan Jessyca" kata Melissa sembari membenahi rambut di sisi telinganya


"Lalu? Apa katamu Mel?" kata Nina dengan tatapan penasaran


"Apa lagi, Dengan tulus Aku memberinya selamat" kata Melissa menarik napas dalam-dalam dan hembuskannya


"Apa Kamu benar-benar sudah tidak ada rasa cinta sedikitpun pada Juno, Mel?" kata Nina


"Hmmm... Jujur saat Ia mengatakan akan menikah, ada rasa sakit dihatiku Na.. Tapi Aku tidak mungkin kembali padanya, Kamu tahu sendiri keadaannya kan?" kata Melissa menatap Nina yang juga serius dengan percakapan mereka


"Maksudnya?" kata Nina sedikit heran


"Alasan pertama karena Aku ingin Dia bahagia walau bukan denganku Na, Alasan kedua Aku sudah jatuh cinta pada Hendry, tidak baik bagiku jika harus membagi cinta" kata Melissa sedikit sedih dalam nada suaranya


"Yah, Aku mengerti Mel, Kamu tahu Hendry adalah sepupuku dan Juno adalah sahabat, jika menurutmu melepas Juno adalah keputusan terbaik maka Aku juga akan mendukung" kata Nina tersenyum canggung


"Oh sungguh, jika saat ini Juno bahagia aku juga bahagia.." kata Melissa


"Bahkan jika Dia akhirnya jadi membencimu Mel?" kata Nina serius


"Iya, tidak apa.. Itu yang terbaik untuk kebahagiaannya dan kebahagiaanku juga" kata Melissa menatap Nina


"Yah, Aku hanya ingin memberitahumu kabar itu Mel, kukira Kamu belum tahu" kata Nina tersenyum menampakkan giginya yang putih berseri


"Hmmm.. Kamu menginap disini malam ini ya Na.. Ada banyak yang ingin ku ceritakan padamu tentang kejadian-kejadian di kampus" kata Melissa dengan nada memohon


"Hmmm.. Baiklah, Aku akan jadi pendengar yang baik malam ini" kata Nina tersenyum


"Oh iya, Aku penasaran tentang satu hal Na, kita bertiga bersahabat. Apa Kamu benar-benar tidak punya perasaan pada Juno?" kata Melissa dengan tatapan menyelidik


"Hmmm.. Baiklah Karena Kamu juga sudah tidak lagi dengan Juno Aku akan jawab jujur" kata Nina sedikit mengangkat alisnya


"Iya, katakan saja" kata Melissa tersenyum


"Diawal-awal persahabatan Kita, Aku sempat suka Juno tapi karena Aku tahu Juno menyukaimu dan Kamu juga menyukainya jadi Aku melupakan perasaanku, tapi itu hanya sebentar karena Austin kemudian menyatakan perasaannya padaku dan Aku menjalin hubungan dengannya, Dia membuatku nyaman dengan sikapnya, jadi lama kelamaan Aku benar-benar tulus menganggap kalian sahabatku" kata Nina tertawa riang


"Hmmm.. Maaf kalau Aku pernah menyakiti hatimu Na" kata Melissa dengan nada tidak bersemangat


"Oh ayolah Aku tidak terluka sama sekali, itu hanya perasaan suka yang singkat" kata Nina tersenyum


"Aku sangat beruntung memilikimu sebagai sahabatku Na, terima kasih" kata Melissa memeluk erat sahabatnya itu


"Iya.. Iya.. Baiklah" kata Nina tersenyum


Mereka segera menyiapkan Makan malam, Nina sangat mahir menggunakan rempah-rempah dalam memasak, Melissa senang karena dapat menikmati makanan lezat yang dibuat Nina.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers Agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕