
Hendry tampak murung siang ini, tidak seperti biasanya, Ia makan burger dengan sangat lambat dan tampak tidak berselera. Melihat Hendry tidak bersemangat, Melissa mencoba bertanya pada Hendry
"Sayang, kamu sakit ya? kok makannya tidak seperti biasanya? " tanya Melissa dengan ekspresi khawatir dan menyentuh pelan kening Hendry
"Aku baik-baik saja sayang, jangan khawatir" kata Hendry sambil menyentuh pipi Melissa
"Terus kenapa sayang? apa burgernya kurang enak?" kata Melissa sedikit berbisik, Ia tahu kalau Hendry sangat suka makan Burger
"Ayahku tadi pagi telepon, Ibu jatuh di kamar mandi dan kepalanya terbentur dinding kamar mandi jadi sekarang dirawat di rumah sakit dan sepertinya besok aku akan ke Indonesia" kata Hendry sedih
"Apa keadaan ibu parah?" kata Melissa dengan nada khawatir
"Ibu belum sadar diri sekarang, kemungkinan gegar otak ringan" kata Hendry lesu
"Segera temui Ibu, pulanglah ke Indonesia sayang" kata Melissa dengan nada khawatir
"Aku pasti akan rindu sama kamu sayang, Aku akan pergi selama satu minggu untuk merawat Ibu" kata Hendry sedih
"Kan kita masih bisa video call" kata Melissa menggenggam tangan Hendry mesra
"Iya sayang, jangan lupa kasih kabar ya.. Bila perlu setiap pagi, siang dan malam" kata Hendry tersenyum
"Pasti sayang, semoga Ibu cepat sembuh" kata Melissa sambil tersenyum memberikan semangat untuk Hendry
"Thanks sayang, apa Kamu mau ikut juga ke Indonesia?" tanya Hendry serius sambil menatap mata biru milik Melissa
"Seandainya Mata kuliah Hukum dagang, hukum pidana dan hukum internasional tidak sedang uas, aku pasti akan ikut" kata Melissa dengan nada menyesal
"Baiklah, tidak masalah sayang.. Tapi lain kali ikut ya, Aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku" kata Hendry tersenyum
"Sudah pesan tiketnya? berangkat jam berapa besok?" tanya Melissa sambil menggenggam kuat jemari Hendry
"Besok berangkat jam 10.00 pagi" kata Hendry
"Besok Aku akan ikut mengantarmu ke bandara sayang.. Bersama Nina dan Garry juga" kata Melissa meyakinkan
"Harus" kata Hendry tersenyum namun dengan nada memaksa
Setelah makan siang, Melissa dan Hendry kembali ke Jurusan mereka untuk melanjutkan kuliah seperti biasa, walau sulit konsentrasi tapi Hendry mencoba fokus pada materi yang sedang diberikan oleh Dosen.
***
Hendry sudah ada di Bandara lebih dahulu, Ia menunggu kedatangan Melissa, Nina dan Garry. Tidak lama kemudian mereka yang ditunggu akhirnya datang, Nina membawa barang untuk diberikan pada orang tua Hendry.
"Kamu kok baru bilang semalam sih soal tante" kata Nina kesal sambil menyodorkan makanan dan obat dari Ibunya untuk dibawa Hendry
"Ibu marah-marah semalam" kata Garry menjelaskan kekesalan Nina
"Iya aku minta maaf, Ayah sudah bilang untuk memberi tahu secepatnya tapi Aku lupa" kata Hendry menyesal
"Besok Ibu dan ayah bakal ke Indonesia juga" kata Nina
"Kalau om sama tante sedang banyak urusan tidak usah repot untuk datang Nin" kata Hendry
"Ini musibah Hen, tidak mungkin mereka tidak ke jakarta" kata Nina
"Iya, benar kata Nina.. sayang" kata Melissa
"Seharusnya kami pun ikut" kata Garry menimpali
"Semoga Ibu cepat sembuh, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir" kata Hendry
"Aamiin" kata Mereka serempak
"Nanti jangan lupa kasih kabar ya sayang" kata Hendry pada Melissa
"Iya sayangku" kata Melissa tersenyum
"Nin, jaga Melissa ya" kata Hendry tersenyum sambil mencium kening Melissa mesra
"Iya, dia tidak akan diculik kok" kata Nina bercanda
"Mohon perhatian, pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan xxx, tujuan Jakarta, Indonesia menuju pintu 3" pengumuman dari pramugari pesawat
Jam keberangkatan pesawat sudah tiba, sebelum melangkah pergi Hendry mengecup bibir Melissa mesra dan melambaikan tangannya pada Melissa, Nina dan Garry.
Hendry naik ke pesawat dengan perasaan sedih, Melissa, Nina dan Garry pulang naik taxy. Mereka memutuskan untuk makan siang bersama di apartemen Melissa.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕