We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXXIV The Hotchkiss School



Juno memarkirkan mobilnya, Jessyca merasa heran dengan Juno, mengapa Juno membawanya ke tempat Ia menghabiskan masa sekolah menengah pertamanya atau dikenal dengan sebutan The Hotchkiss School.


"Juno, Apa ini tempat yang menurutmu bisa membuatku senang?" Jessyca mengangkat satu alisnya


"Apa kamu tidak suka?" tanya Juno heran


"Ya, Aku suka sih.. tapi ini sungguh tidak terduga, kupikir kamu akan mengajakku ke taman hiburan, taman bunga, atau.. Ah sudahlah" Kata Jessyca dengan senyum di paksa, ada nada kecewa pada getaran suaranya


"Sebenarnya Aku juga ingin mengajakmu ke tempat yang kamu sebutkan Jessy, tapi ini kan hari kerja, tidak baik untuk kita membolos bukan?" Kata Juno tersenyum sambil mengedipkan matanya.


Jessyca menatap Juno malas, kembali ke sekolah lamanya membuat Jessyca mengingat kembali kisah yang tidak ingin ia ingat. Kisah yang terjadi sebelum Ia mengenal Erick.


"Ikut Aku" kata Juno tersenyum sambil menarik tangan Jessyca


Mereka tiba didekat air mancur dengan patung-patung yang dipahat Indah disetiap sisinya, ada tempat duduk bewarna putih dengan ukiran bunga yang indah disudut taman mengarah ke gedung olahraga.


"Aku sengaja memilih tempat ini Karena sebuah alasan" Kata Juno tersenyum


"Kalau boleh tau, Apa alasanmu mengajakku ke sini?" kata Jessyca menoleh ke arah Juno


"Bukankah ini tempat yang tepat untuk membahas masalah pekerjaan" kata Juno tergelak


"Oh" kata Jessyca tidak bersemangat


"Bukankah ini tempatmu menghabiskan masa remajamu? harusnya kamu senang kan.." kata Juno sedikit terpingkal Karena ekspresi Jessyca yang tampak menggemaskan baginya


"Ya, ini tempat masa-masa remaja yang tidak menyenangkan bagiku pada akhirnya, Aku pernah sekolah disini, Aku punya banyak teman, tapi mereka semua meninggalkanku karena saat itu perusahaan Ayahku mengalami krisis dan nilai saham menurun drastis, Kami kira Kami akan bangkrut saat itu, lalu ayahmu menawarkan bantuan pada Ayahku, sejak Itulah mereka berhubungan baik, disini Aku adalah saat-saat terburuk dihidupku dan Aku tidak memiliki satupun teman sejak kondisi perusahaan Ayahku hampir bangkrut, itu membuatku memilih pindah sekolah dan kemudian bertemu dengan Erick, Erick lah yang membuat hari-hariku jadi indah" kata Jessyca yang tanpa sadar meceritakan masa lalunya pada Juno.


"A.. Aku tidak tahu bahwa Kamu mengalami masa sulit di sini Jessy, waktu Aku datang ke rumahmu Aku melihat fotomu bersama sahabatmu tersenyum bahagia, Aku bertanya pada Ayahmu dan beliau bercerita bahwa Kamu sangat senang berada di sekolah ini" kata Juno menjelaskan


"Pada awalnya Aku memang bahagia bisa bersekolah disini, tapi itu tidak berlangsung lama, kupikir teman-temanku tetap mau bersahabat denganku walaupun keadaanku berubah, tapi ternyata mereka hanya suka uangku" kata Jessyca murung


Juno merasa bersalah, Ia tidak menyangka bahwa Jessyca pernah mengalami masa sulit seperi itu di sekolahnya.


"Jess, tapi kenapa fotomu dan teman-temanmu masih terpajang di dalam album kesayanganmu?" kata Juno penasaran


"Foto itu diambil saat Aku dan teman-temanku sedang berlibur pada akhir semester, hubungan kami hampir seperti saudara dulunya" kata Jessyca tidak bersemangat


"Maaf, jika saja Aku tahu bahwa mengajakmu kesini bukanlah ide yang bagus" kata Juno dengan nada menyesal


"Pemandangannya makin Indah, ada banyak gedung baru yang didirikan sekarang, Aku cukup senang dapat melihat perubahan ini" kata Jessyca dengan nada riang karena melihat ekspresi Juno yang jadi murung juga karenanya


"Bagaimana jika kita ke tempat lain saja" Ajak Juno


"Hmmmm.. Kupikir tak apa jika disini, Aku tidak begitu suka disini tapi juga tidak keberatan" kata Jessyca tersenyum


"Benarkah?" senyum Juno mengembang mendengar Jawaban Jessyca


"Kita sebaiknya cepat menyelesaikan masalah pekerjaan yang seharusnya kita bahas" kata Jessyca tersenyum


"Baiklah, ini tidak akan lama. Setelah ini Kita akan langsung makan siang" kata Juno tersenyum


"OK, bolehkah Aku yang memilih tempat makan siang nanti?" kata Jessyca tergelak


"Tentu saja" kata Juno mengedipkan sebelah matanya


Mereka membahas masalah pekerjaan dengan serius dan Juno mencatat point penting yang di sarankan Jessyca padanya.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author semangat untuk melanjutkan jalan ceritanya..💕