We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXXI Rencana yang gagal



Juno bangun pagi diiringi irama hujan lebat di kota New York pagi itu, sebelum mandi dan sarapan, Ia mengambil Handphonya lebih dulu dan menekan call pada nama Jessyca


"Hallo" kata Jessyca


"Hallo Jes, rencana kita untuk memberi tahu Melissa tentang hubungan kita ditunda sampai hujan reda" kata Juno


"Ok, aku tunggu kabar selanjutnya" kata Jessyca


"Ok" kata Juno memutus telponnya


Selesai mandi, Juno turun kebawah untuk sarapan. Ibu dan ayahnya sudah selesai makan. Juno makan sendiri dengan berbagai macam jenis roti dan daging di atas meja makannya.


Selesai sarapan Juno kembali kekamarnya dan mencoba menghubungi Melissa namun gadis itu selalu berada di panggilan lain, Melissa pasti sedang menelepon seseorang, pikir Juno sedikit kesal. Juno menyerah dan melanjutkan tugas laporan magangnya.


Cemilan kentang goreng dan minuman cola tersedia didekatnya, sambil menunggu hujan reda Juno memutar musik melow kesukaannya.


Nothings gone a change my love for you~


you ought to know by now how much I love you~


One thing you can be sure of~


I'll never ask for more than your love~


Juno sangat menyukai lagu-lagu westlife, bahkan ada banyak koleksi CD original bertanda tangan personil westlife yang di simpannya sampai saat ini. selama mengerjakan tugas dan mendengar musik, Ia hampir tidak menyadari bahwa hujan di luar sana sudah reda.


Drrt.. Drrt.. Handphone Juno bergetar


"Hallo" kata Juno


"Jun, hujannya sudah reda.. bagaimana rencananya? jadi mau ke apartemen Melissa? kalau batal aku ada planning lain nih.. " kata Jessyca


"eh, oh iya sudah reda.. jadi dong" kata Juno tergelak


Dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 15.00


"Ok" kata Jessyca


Setelah telepon terputus, Juno langsung bersiap untuk menjemput Jessyca di apartemennya.


Jessyca menunggu Juno di jam 16.40, tumben dia terlambat. pikir Jessyca, Ia bersiap untuk menghubungi Juno ketika bell apertemennya berbunyi. Jessyca bangkit dan membukakan pintu untuk Juno.


"ayo kita berangkat" kata Juno bersemangat


"kok tumben kamu agak terlambat?" tanya Jessyca


"Iya tadi menemani Ibu ke Salon dulu, ini sudah termasuk cepat" kata Juno


"Ok, ayo berangkat" kata Jessyca


Juno dan Jessyca berangkat menuju kostan Melissa, sepanjang jalan Jessyca bercerita tentang Erick dan Juno menanggapi dengan cukup baik walau sebenarnya Ia tidak tertarik mendengar kisah Jessica dengan Erick.


Dua buah Mobil sudah terparkir di dekat Apartemen Melissa, mobil Chevrolete silver tidak asing lagi bagi Juno, Ia bisa menebak bahwa Hendry ada disana, pintu apartemen Melissa terbuka, disana tampak ramai. Juno menoleh ke arah Jassyca.


"Jes, mungkin lain kali kita menjelaskan pada Melissa, kamu masih mau kan membantuku? " kata Juno sedikit kecewa


"Ok lain kali, pasti aku bantu" kata Jessyca


"kamu ada acara lain setelah ini?" tanya Juno


"tidak ada, tadi sebenernya mau jalan sama teman tapi sudah di batalkan" kata Jessyca


"kita nonton bioskop yuk" ajak Juno


"Ok" kata Jessyca


Juno yang sedang kecewa dan cemburu menghibur dirinya dengan pergi ke bioskop bersama Jessyca, Jessyca yang sedang patah hati sangat membutuhkan refreshing. Juno mengemudikan mobilnya menuju Bioskop dengan kecepatan diatas rata-rata.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih semangat menulis lanjutan ceritanya.. 💕