
Juno hilir mudik di kamarnya, berita tentang palsunya hubungan Ia dan Jessyca kini semakin mencuat ke permukaan, sedangkan harga saham perusahaan kini semakin menurun dari hari ke hari dan Ayahnya terus menerus menghubunginya bahkan orang-orang suruhan Ayahnya telah didatangkan untuk menjemput Juno di Apartemennya, hingga akhirnya Juno terpaksa ikut pulang ke rumah besar keluarga Bram.
"Tok.. tok.. tok.. " Suara ketukan di pintu mengejutkan Juno
"Silahkan masuk" kata Juno datar
"Tuan, Mr. Hudson menginginkan bertemu dengan anda di ruang kerjanya" kata Mr. Standley di depan pintu kamar Juno
"Aku akan kesana" Juno kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ruang kerja Mr. Hudson
"Oke Tuan" kata Mr. Standley undur diri
Juno menaiki tangga menuju lantai tiga rumah keluarga Bram, sebenarnya Ia sudah merasakan bahwa Ayahnya ingin Ia segera menyelesaikan masalahnya dengan cepat, dengan cara apapun.
"Tok.. tok.. tok" Juno mengetuk pintu ruang kerja Mr. Hudson
"Masuk" kata Mr. Hudson yang sedang berdiri menghadap keluar jendela dengan tampang marah
"Ayah, ada apa memanggilku?" kata Juno seolah tidak mengetahui maksud Mr. Hudson
"Kamu pasti sudah tahu kan, bahwa harga saham perusahaan saat ini sudah menurun sebesar 20% dan ini akan terus menurun karena image burukmu di luar sana!" kata Mr. Hudson menatap marah pada Juno sambil mengepalkan tangannya
"Kenapa Aku?" tanya Juno dengan nada santai padahal hatinya diliputi perasaan kacau entah harus bagaimana menghadapi Ayahnya yang tampak murka
"Ayah ingin Kamu menikah dengan Jessyca secepatnya!" kata Mr. Hudson serius
"Tunggu Ayah, Aku masih kuliah dan Jessyca juga baru lulus kuliah, Ia ingin belajar tentang mengelola perusaan Ayahnya" kata Juno berusaha memberikan alasan
"Kalau begitu Kalian setidaknya harus bertunangan!" kata Mr. Hudson menatap Juno tajam
Mati Aku, Aku tidak mencintai Jessyca dan Jessyca juga masih mencintai Erick, batin Juno.
"Tidak perlu buru-buru Ayah, Aku dan Jessyca sudah berencana akan mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan hubungan kami ke publik" kata Juno berusaha meyakinkan Mr. Hudson
"Jika masalah ini tidak selesai dengan konferensi pers, maka Kamu harus menikah dengan Jessyca secepatnya" kata Mr. Hudson dengan nada mengancam
"Iya Ayah, Aku yakin ini akan berhasil" kata Juno dengan senyum dipaksa
"Ayah akan melihat apa Kamu melakukannya dengan baik, Ayah berharap Kamu tidak mengecewakan" kata Mr. Hudson dingin
Juno keluar dari ruang kerja Mr. Hudson dan kembali ke kamarnya, diraihnya handphonenya dan Ia menelepon Jessyca untuk melakukan rencana yang sebelumnya sudah diusulkan Jessyca.
"Hallo, Jess" kata Juno cepat
"Hallo, iya Jun.. Ada apa?" tanya Jessyca yang baru saja pulang dari perusahaan Ayahnya
"Usul yang mana?" tanya Jessyca dengan kedua alis bertaut
"Masalah hubungan Kita, sebaiknya kita mengadakan jumpa pers" kata Juno agak cepat
"Tunggu.. Kenapa tiba-tiba Kamu setuju? Apa karena.. " Jessyca tidak melanjutkan kata-katanya
"Kamu sudah lihat berita di televisi?" kata Juno dengan nada heran
"Iya, itu maksudku.. Apa karena Kamu tidak nyaman dengan berita itu? bukankah akan baik bagi hubunganmu dengan Melissa jika publik mengetahui bahwa hubungan Kita hanya pura-pura.." kata Jessyca menjelaskan
"Sebenarnya itu baik bagi hubungan Kami, mungkin.." kata Juno agak lesu
"Mungkin?" kata Jessyca memberi penekanan pada kata mungkin
"Iya Jess, tampaknya Aku sudah benar-benar kehilangan simpati Melissa, ditambah lagi kejadian kecelakaan Melissa waktu itu" kata Juno dengan nada kecewa
"Apa Kamu sudah menyerah?" tanya Jessyca serius
"Aku tidak menyerah, hanya saja Aku menunggu saat yang tepat bagiku untuk kembali dekat dengannya.." kata Juno menjelaskan
"Baiklah, Jadi sekarang kita harus mengadakan konferensi pers dan meyakinkan wartawan bahwa Kita benar-benar sepasang kekasih?" kata Jessyca sambil mengaduk Kopi di cangkirnya
"Kurasa itu jalan yang bisa dipilih saat ini, Ayahku bahkan ingin Kita menikah atau bertunangan" kata Juno menjelaskan
"OMG, yah Kamu tahu persis bahwa Aku belum sepenuhnya melupakan Erick dan Akupun tahu bahwa Kamu masih mencintai Melissa" kata Jessyca
"Itulah maksudku, maka dari itu jalan satu-satunya adalah mengadakan jumpa pers, Kita bilang ke Media bahwa alasan Kita belum bertunangan atau menikah dikarenakan Aku yang masih kuliah dan Kamu yang masih ingin belajar banyak tentang bisnis.. Bagaimana menurutmu Jess?" tanya Juno
"Baiklah, kurasa itu alasan yang cukup bagus" kata Jessyca tersenyum
"Baiklah, Aku akan mengatur jadwal konferensi pers bersama Mr. Standley, tunggu kabar dariku" kata Juno senang
"Oke, tolong kabari Aku secepatnya karena belakangan ini Aku agak sibuk di perusahaan" kata Jessyca mengingatkan
"Baiklah, sampai jumpa saat jumpa pers.. Thanks ya Jess" kata Juno mengakhiri kata-katanya
"Sama-sama, sampai jumpa" kata Jessyca sambil memutus sambungan telepon
Juno segera menghubungi Mr. Standley sektetaris kepercayaan Ayahnya yang sangat efisien dalam bekerja, Ia memberitahukan tentang rencana jumpa pers dan meminta Mr. Standley untuk segera mengurus jadwalnya.
Juno menghempaskan tubuhnya pada ranjang empuk yang luas, menatap langit-langit kamarnya, lalu Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Mungkin setelah acara jumpa pers, hubungannya dengan Melissa akan menjadi semakin tidak mungkin, pikirnya.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕