We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXI Kenangan Jessyca



Juno mengantarkan Jessyca pulang ke Apertemennya, makan malam bersama Hendry dan Melissa ternyata tidak memuaskan bagi dirinya ataupun Jessyca, ada rasa bersalah yang di rasakan oleh Juno melihat ekspresi wajah Jessyca yang tampak badmood sepanjang jalan ketika pulang menuju Apartemen Jessyca, beberapa kali Juno mengajak Jessyca berbincang namun hanya ditanggapi dengan singkat oleh Jessyca. Pukul 22.30 akhirnya Mereka tiba di Apartemen Jessyca.


"Mau mampir?" tanya Jessyca yang sudah turun dari mobil Juno


"Sudah malam, Kau pasti sangat lelah dan butuh istirahat" kata Juno tersenyum


"Ok, lain kali sempatkan waktu untuk mampir" kata Jessyca tersenyum


"Tentu saja, di lain waktu Aku akan mampir" kata Juno senang


"Ok, Aku masuk ke dalam ya.. Bye" kata Jessyca melambaikan tangannya pada Juno


"Jess, thanks ya untuk hari ini.. maaf untuk makan malam yang mungkin tidak menyenangkan" kata Juno dengan senyum menyeringai


"Tidak masalah, Aku akan membantumu sebisaku.. Bukankah Kamu juga membantuku waktu Aku putus dengan Erick.." kata Jessyca tersenyum


"Aku lega, jika Kamu tidak marah padaku atas kejadian hari ini Jess" kata Juno dengan wajah bersalah


"Hari ini cukup baik" kata Jessyca tersenyum padahal baginya hari ini tidaklah menyenangkan namun Ia ingin menyenangkan hati Juno yang tampak muram


"Ok, karena sudah larut.. Aku pamit pulang ya" kata Juno dengan senyum manisnya


"Ok, Bye.. hati-hati di jalan ya Jun" kata Jessyca sambil melambaikan tangannya


"Bye, Selamat malam Jess" kata Juno mengemudikan mobilnya menjauh dari tempat Jessyca berdiri


Jessyca yang merasa lelah, segera mengganti pakaian dan merebahkan dirinya diatas ranjang empuknya, Ia baru sempat memeriksa handphonenya yang sedari tadi bergetar, ada lebih dari sepuluh panggilan tak terjawab dari Erick dan satu pesan whatsapp yang berbunyi:


"Honey, Aku tahu persis hubunganmu dengan Juno tidaklah serius.. Aku minta maaf atas segala salahku padamu, Aku ingin menjelaskan semuanya.. Namun Kamu selalu menghindar dariku. Hari itu saat Kamu melihatku dengan perempuan lain.. Bukan maksudku untuk berselingkuh, namun keadaan hubungan Kita membuatku merasa kesepian karena Kamu lebih sering meluangkan waktumu untuk Juno, tunangan palsumu daripada Aku yang merupakan kekasihmu. Aku sangat kesepian dan sangat merindukanmu.. Di kondisi seperti itu, Aku harap Kamu bisa memahamiku dan kembali memulai hubungan Kita yang sebelumnya sudah serius.." -Erick


Jessyca menarik napas dalam, Ia mungkin memang sedikit bersalah karena kesibukannya di perusahaan. Namun alasan Ia sibuk bukan karena Juno, itu hanya pemikiran Erick. Jessyca sangat kecewa dengan sikap Erick, walau merasa sangat kesepian tapi tidak pantas baginya untuk berselingkuh dengan perempuan lain. Jessyca meletakkan kedua tangannya diwajah, air matanya tidak mampu Ia bendung, Ia dan Erick sudah berpacaran sejak mereka di SMA Dalton School, perhatian dan kelembutan sikap Erick membuatnya merasa nyaman ketika bersamanya, Jessyca tidak pernah membayangkan bahwa Erick akan menghianati cintanya.


Meski terpisah Universitas namun hubungan Mereka tetap romantis, Erick selalu ada untuknya disegala kondisi, baik kondisi yang membahagiakan dalam hidupnya ataupun saat kondisi terburuknya ketika ada masalah di kampus bahkan Erick ada saat kondisi kesehatannya menurun, pernah suatu hari saat tengah malam Jessyca merasa sangat kesakitan di bagian perutnya, waktu itu orang tuanya sedang berada di luar negeri, Ia menelpon Erick untuk pergi ke rumah sakit, Erick langsung datang dengan mobil jeepnya dan segera ke rumah sakit, saat itu ternyata Jessyca di diagnosis terkena penyakit usus buntu, selama Ia sakit, Erick merawatnya dengan sabar dan memanjakannya seperti ratu, Erick selalu memastikan Jessyca makan dan minum obat secara teratur. Jessyca semakin sedih saat Ia mengingat hari-hari indahnya bersama Erick.


Malam itu Jessyca tidak membalas pesan Erick, Ia menangis sampai matanya bengkak. Ia tahu bahwa Ia harus melupakan Erick namun hatinya tetap saja merindukan lelaki itu, rasa benci juga rindu bersarang di hati Jessyca.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕