We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XLIV Perjalanan ke Boston



Melissa dan Hendry sedang makan siang di restoran Le Bernardin, awalnya Hendry menolak, akhir-akhir ini Ia jadi sering makan di luar karena menuruti permintaan Melissa, walaupun demikian Hendry memang belum pernah bercerita pada Melissa bahwa sewaktu masih kecil Ia pernah keracunan makanan. Tapi akhir-akhir ini Hendry jadi mulai terbiasa dan menikmati makanan yang Ia makan.


Melissa menatap Hendry yang sedang menyendok makanan kemulutnya, Hendry yang sedang di tatap kini menatap balik Melissa dengan pandangan bertanya.


"Sayang, Bagaimana kalau kita ke Boston besok menggunakan kereta api?" usul Melissa


"Apa alasannya sayang? Bukankah lebih cepat jika Kita naik pesawat?" tanya Hendry sambil menatap Melissa


"Bukan apa-apa sayang, tapi selama ini Aku selalu pulang ke Boston sendiri dengan menggunakan pesawat dan sekarang Aku punya Kamu di sisiku, rasanya sedikit tenang dan aman jika Aku boleh mencoba ke Boston dengan kereta api.." kata Melissa panjang lebar sambil menatap mata Hendry


"Benarkah Kamu belum pernah mencoba naik kereta Api?" tanya Hendry tergelak


"Sudah pernah, tapi sudah sangat lama.. Aku bahkan lupa bagaimana rasanya" kata Melissa menatap nanar jus jeruk di hadapannya


"Oke, Baiklah sayang.. Besok kita akan pergi ke Boston dengan kereta api" kata Hendry tersenyum sambil mengelus pipi Melissa


"Senangnya.. " kata Melissa sambil menggenggam tangan Hendry yang di tempelkan ke pipinya


***


Bepergian dengan kereta api ke Boston adalah pilihan yang cepat, rendah-stres. Perjalanan kereta dari Penn Station di Manhattan ke Stasiun Selatan Boston. Layanan Amtrak Acela memakan waktu tiga setengah jam, sementara kereta lain dapat memakan waktu selama lima setengah jam. Melissa dan Hendry membeli tiket terlebih dahulu di Amtrak.


Keuntungan terbesar untuk bepergian dengan cara ini adalah Amtrak cepat dan langsung, pemandangan indah sepanjang perjalanan dan free wifi meskipun Amtrak agak mahal biayanya sekitar $170 (Rp 2.380.000) per orang namun banyak pula keuntungan yang dirasakan jika pergi naik kereta api.


Hendry menyandarkan kepalanya di kursi kereta api dengan gerbong eksklusif yang mereka tempati, rasanya begitu nyaman dan menyenangkan, minuman dan kudapan sudah tersedia di hadapan Melissa dan Hendry


"Lihat sayang, bukankah pemandangannya sangat indah?" Melissa bersemangat menunjuk kearah bukit kehijauan di sekitar mereka


"Kamu benar sayang, pemandangannya begitu luar biasa" kata Hendry sambil mengabadikan beberapa foto pemandangan


"Bukankah naik kereta api lebih baik daripada naik pesawat?" kata Melissa sambil mengarahkan kentang goreng ke mulutnya


"Kamu lihat sayang, nenek dan kakek di sana sangat mesra" kata Melissa sedikit berbisik sambil menunjuk nenek dan kakek yang sedang mengobrol santai selama perjalanan


"Aku ingin cinta kita juga awet sampai tua" kata Melissa tersenyum malu


"Tentu sayang, semoga tuhan tidak pernah memisahkan kita" kata Hendry sambil menggenggam tangan Melissa


"Sayang, ayo ambil beberapa selfie untuk kita berdua" kata Melissa mendekatkan wajahnya ke pipi Hendry


"Ckrekk, Ckrekk, ckrekk" Beberapa foto diambil dengan berbagai pose


"Coba lihat hasilnya" kata Melissa meraih handphone Hendry


"Nih" Hendry memberikan Handphonenya pada Melissa


"Hapus yang ini, yang ini, juga yang ini" kata Melissa kesal


"Kenapa dihapus sayang?" kata Hendry dengan nada heran


"Aku jelek di foto itu" kata Melissa


Hendry tertawa menanggapi komentar kekasihnya, namun Ia menuruti permintaannya dengan menghapus foto yang tidak bagus menurut Melissa.


Hendry dan Melissa sangat menikmati perjalanan mereka, karena tiga setengah jam perjalanan yang mereka tempuh terasa sangat singkat, tidak terasa mereka sudah tiba di Boston. Seorang lelaki bersetelan cokelat menghampiri mereka, Ia adalah Frans kakak Melissa yang sudah menunggu kedatangan mereka selama tiga puluh menit.



Gambar 1. Pemandangan yang ditunjuk Melissa



Gambar 2. Nenek dan kakek yang sedang mengobrol di perjalanan


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕