
Makanan di hadapannya sudah mulai dingin, Melissa menyendok dengan pelan karena sedang tidak berselera, sedangkan Bella makan dengan lahap, sup daging sapi dan ayam goreng makaroni membuat Bella sangat bersemangat. Bella menatap Melissa yang tampak sangat murung, kalau begini bagaimana tugas kuliahnya akan selesai dengan baik, pikir Bella
"Mel, makanannya jangan hanya dilihatin.." kata Bella sambil menikmati makanan dimulutnya
"Entahlah.. Rasanya masakanku hari ini terasa hambar Bel" kata Melissa datar, dengan sorot matanya menatap entah kemana
"Makanannya enak kok. Mel, sebentar lagi Kita akan mulai mengerjakan tugas.. Kalau begini bagaimana tugasnya bisa selesai" kata Bella sedikit mengerutkan dahinya
"Iya, Aku tahu.. Ayo kita mulai mengerjakan tugas" kata Melissa mulai beranjak dengan makanan yang masih tersisa di piringnya
Ini pertama kali Bella melihat Melissa meninggalkan makanan di piringnya, biasanya makanan apapun pasti Ia habiskan. Bagaimana cara agar perasaan Melissa sedikit membaik? pikir Bella
"Kamu pergilah, biar Aku yang membereskan ini" kata Bella membereskan peralatan makan Mereka
"Aku tidak apa Bell, sini Aku bantu" kata Melissa menaruh beberapa piring dan gelas di wastafel
"Biar Aku, Kamu selesaikan saja tugas Hukum Perdata" kata Bella langsung mengambil alih piring dan spons dari tangan Melissa
"Thanks ya Bel" kata Melissa dengan nada datar
"Sudah sana, kalau besok tugas tidak selesai sudah pasti Kamu tidak akan lulus mata kuliah Hukum Perdata" kata Bella mengingatakan
Melissa segera melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, Ia membuka laptopnya dan mencari referensi dari beberapa buku yang dibawakan Bella untuknya, walau sulit untuk fokus, namun di paksanya agar tugas hukum perdata dapat diselesaikan dengan cepat.
Bella selesai dengan urusannya, Ia duduk di samping Melissa dan membawa dua gelas kopi Americano agar mereka dapat menahan rasa kantuk, Bella membantu beberapa tugas Melissa yang sedang Ia kerjakan, sedangkan tugas Bella sudah Ia selesaikan sehari sebelumnya bersama Alvin.
Pukul 23.00 beberapa kali Bella menguap karena merasa mulai mengantuk, ditatapnya Melissa yang sangat fokus pada Laptopnya, keringat memenuhi dahi Melissa, Ia tampak sangat lelah. Matanya tampak sayu dan jari tangannya tidak berhenti mengetik sejak tiga jam yang lalu
"Hufft.. Akhirnya selesai juga" kata Melissa dengan nada lega
"Benarkah?" kata Bella melihat ke layar laptop Melissa
"Tentu saja, bukan Melissa jika tidak bisa mengerjakannya dengan cepat" kata Melissa tersenyum senang
"Tidak sia-sia mengerjakannya hingga larut" kata Bella dengan nada riang
"Ayo kita tidur" kata Melissa mengajak Bella tidur di kamarnya
"Ok, kebetulan Aku memang sudah mengantuk Mel" kata Bella tergelak
"Yah, Itulah yang namanya sahabat.. Harus saling membantu" kata Bella tersenyum
Sebelum tidur, Melissa mengecek Handphonenya. Tidak ada satupun pesan atau telepon dari Hendry, bahkan Hendry tidak berpikir untuk minta maaf, Melissa hanya menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Rasanya rindu tapi juga benci saat ingat kejadian tadi siang. Diliriknya Bella yang masih sibuk membalas pesan Alvin.
"Bel, jika Kamu berada di posisiku. Apakah Kamu akan cemburu?" tanya Melissa menghadap kearah Bella yang berada di sampingnya
"Tentu tidak" kata Bella cepat
"Boleh Aku tahu alasannya?" tanya Melissa
"Melissa sayang, Hendry sudah jadi milikmu. Dia kekasihmu, sedangkan Joana hanya sahabatnya" kata Bella dengan nada santai
"Joana sudah mengenal Hendry dari dulu Bel, sedangkan Aku hanya mengenalnya selama empat bulan ini" kata Melissa murung
"Melissa, Kamu berlebihan. Aku bahkan sering melihat Alvin dekat dengan banyak perempuan, Aku bahkan sudah terbiasa dengan pemandangan itu" kata Bella sambil mengangkat kedua alisnya
"Itu berbeda Bel, Hendry jarang berinteraksi dengan perempuan lain. Tapi bisa dekat dengan Joana, itu membuat posisi Joana jadi spesial" kata Melissa dengan nada kesal
"OMG Mel, coba Kamu ikat Hendry pakai rantai besi sekalian agar Ia selalu berada di dekatmu. Aku percaya Hendry sangat mencintaimu Mel, Kamu saja yang terlalu berlebihan" kata Bella terkekeh
"Apa iya? Tapi Hendry juga bereaksi berlebihan saat Aku dekat dengan Kak Lucas atau Juno" kata Melissa pada Bella
"Ya menurutku kalian sama" kata Bella tergelak
"Dulu waktu Aku masih mencintai Juno, Aku tidak pernah merasakan cemburu sampai seperti ini" kata Melissa pada Bella
"Iya itu karena Juno bukan milikmu dan kalian masih bebas walaupun Kalian saling suka, lagi pula mungkin Kamu sudah biasa melihat Juno dekat dengan perempuan lain" kata Bella menanggapi
"Mungkin.." kata Melissa datar
"Sudahlah, ini sudah sangat larut Mel. Ayo tidur, jangan dipikirkan lagi.. Besok Kita ada kuliah pagi" kata Bella tersenyum
"Ok, selamat malam" kata Melissa sambil memejamkan matanya yang memang sudah terasa berat
Bella menarik selimut, Ac kamar Melissa terlalu dingin sehingga membuat Ia menggigil, keduanya hanyut dalam mimpi masing-masing.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕