We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXVII Kemarahan



Mr. Robinson sangat marah dengan laporan Mr. Eugene yang mengatakan bahwa Erick pergi ke Apartemen Jessyca, buru-buru Mr. Robinson menelepon Juno.


"Halo" kata Mr. Robinson dengan nada tegas


"Iya.. Ayah?" kata Juno dengan nada heran karena tidak biasanya calon mertuanya ini meneleponnya


"Juno, Apa Kamu tahu Jessy sekarang ada dimana?" kata Mr. Robinson dengan nada meninggi


"Selesai makan siang bersama, Aku belum bertemu dengannya Ayah" kata Juno menjelaskan sambil menghapus keringat didahinya, tidak biasanya Mr. Robinson begitu cerewet soal mereka.


Juno tidak berbohong soal makan siang, kebetulan Juno bertemu dengan Jessyca tadi siang, namun bukan sengaja berencana makan berdua, Jessyca dengan rekan kerjanya sedangkan Juno dengan karyawan kantornya. Ia sempat mengobrol berdua dan sengaja terlihat mesra didepan para rekan kerja mereka. Sehingga walaupun Mr. Robinson menyelidiki Juno tidak perlu khawatir.


"Sekarang Aku harap Kamu datang ke Apartemen Jessyca, Apa Kamu tidak peduli padanya sehingga Ia makan malam dengan Erick malam ini?" kata Mr. Robinson dengan nada tajam


"A.. Aku tidak tahu sama sekali soal itu Ayah.. Aku akan segera menemui Jessy di Apartemennya sekarang" kata Juno sedikit gugup, matilah Dia pikirnya. Ada apa dengan Jessyca, mengapa Ia kembali bersama Erick saat Isu mereka sudah mulai mereda, Juno merasa frustasi dan mengacak rambutnya


"Aku ingin kabar baik" kata Mr. Robinson penuh ancaman


"Baiklah, sampai jumpa" kata Juno sambil memutus teleponnya dan segera bergegas menuju Apartemen Jessyca yang tidak begitu jauh dari Apartemennya


Juno segera memarkir mobilnya dan menuju ke Apartemen Jessyca, tidak butuh waktu lama, Apartemen Jessyca terbuka dan Jessyca sedikit mengerutkan dahinya menatap Juno yang ada di hadapannya.


"Jess, Aku dengar Erick bersamamu?" kata Juno mengangkat satu alisnya


"Iya, Ada apa?" kata Jessyca santai


"Jess, tolonglah.. Kita belum selesai, gosip tentang kita belakangan selalu jadi sorotan, Apa Kamu sadar dengan yang Kamu lakukan?" kata Juno dengan nada kesal


"Aku bosan harus terus berpura-pura Juno, Kamu juga tidak pernah kularang untuk menemui Melissa kan?" kata Jessyca membela diri


"Apa belakangan ini Aku menemui Melissa dibelakangmu Jess?" kata Juno kesal


"Oh.. Bagus, Aku akan berkata padanya langsung" kata Juno hendak melangkah ke dalam Apartemen Jessyca


"Jangan!" kata Jessyca dengan tegas, Ia menatap Juno tidak suka


"Kamu ikut Aku, atau besok hubungan Kita berakhir dan berada di halaman depan Koran dan Media sosial" kata Juno dengan nada mengancam sambil menatap mata Jessyca tajam


"Oh, Silahkan! Aku tidak peduli dengan ancamanmu, Aku muak dengan hubungan ini Juno!" kata Jessyca kesal dengan nada hampir berteriak


Disaat Juno merasa frustasi, Mr. Robinson datang bersama Mr. Eugene dan dengan tatapan dinginnya, membuat Juno dan Jessyca bergidik menatapnya.


"Biarkan Ayah bicara padamu dan Juno, Ayah ingin lelaki ******** itu pergi! Kamu pilih Ayah yang mengusirnya atau Kamu sendiri yang mengusirnya" kata Mr. Robinson tajam menatap Jessyca


"Baiklah, Aku tidak akan mengusirnya.. Aku akan ikut kalian saja" kata Jessyca tegas


Buru-buru Jessyca keluar Apartemennya, meninggalkan Erick yang sedang makan di dapur.


Mr. Robinson menatap marah sambil menarik paksa tangan Jessyca, Juno sedikit tertegun melihat betapa tegasnya Mr. Robinson pada Jessyca, padahal selama ini Mr. Robinson tampak hangat dan penuh senyuman ketika Juno datang ke rumah mereka.


"Kita Akan kemana Ayah?" kata Jessyca menatap Mr. Robinson di dalam mobil mereka


"Pulang!" kata Mr. Robinson singkat


Erick bersiap menyusul namun sebuah pesan masuk ke Handphonenya.


"Sayang, Aku ikut Ayah dan Juno sebentar mungkin tidak pulang malam ini" kata Jessyca singkat


Erick menatap murung handphonenya, Ia sadar bahwa Ia tidak sepadan dengan Jessyca sehingga Mr. Robinson tidak pernah menyetujui hubungan mereka, bahkan selama mereka pacaran Erick tidak pernah bermalam bersama Jessyca, Mr. Robinson sangat protektif terhadap Jessyca, Erick memutuskan untuk menunggu Jessyca pulang walaupun mungkin gadis itu tidak pulang ke Apertemennya malam itu.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕