
Hendry dan Melissa tiba di halaman apartemen Melissa, Hendry membukakan pintu mobilnya untuk Melissa dan menggenggam tangannya, mereka menaiki tangga menuju lantai tiga apartemen Melissa. Untuk pertama kalinya Melissa memasuki apartemen yang sudah dua minggu ditinggalkannya.
"Duar.. duar.. duar" suara balon pecah
"Kyaaa" kata Melissa menjerit karena terkejut mendengar suara letusan balon
"Tadaaaaaaa" kata Nina, Garry, Bella dan Alvin
"kalian? " kata Melissa tak percaya sambil menutup satu tangan ke mulutnya
"Kaget ya" kata Garry menyeringai
"Selamat untuk kesembuhannya, semoga sehat selalu" kata Bella menyodorkan kue tart yang diatasnya terdapat lilin dengan api menyala
"kok pakai kue ? memangnya aku lagi ulang tahun?" kata Melissa sambil tersenyum bahagia
"silahkan tiup lilinnya sayang" kata Hendry setengah berbisik
Melissa sedikit menundukkan kepalanya dan meniup lilinnya dengan sekali tiupan di sertai dengan tepuk tangan semua yang ada di ruang tamu.
"thanks ya untuk semuanya" kata Melissa mengelap matanya yang basah karena terharu
"Oh, kejutan kami tidak hanya ini loh" kata Nina bersemangat
"Ada lagi? " kata Melissa tak percaya
"Hari ini kita akan party" kata Bella menimpali
"Kami sudah menyiapkan kalkun panggang dan steak untuk pesta malam ini" kata Alvin sambil merangkul Bella
"Entah harus bagaimana mengungkapkannya, terima kasih untuk semuanya" kata Melissa berbinar bahagia
Semua siap dan berkumpul di dalam, Melissa mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih simpel namun terlihat feminim, dengan baju warna maroon dan jeans yang membuatnya tampak sexy.
"Mel, bagaimana kakimu? sudah tidak sama sekali merasakan sakit?" tanya Bella di atap apartemen Melissa, tempat pesta kembang api kecil-kecilan akan diadakan
"Sudah sembuh Bel, lihat?" kata Melissa sambil menggoyangkan kakinya
"Syukurlah Mel, kamu tidak tahu betapa khawatirnya kami semua saat mendengar kabar kecelakaan waktu itu dari Hendry" kata Bella
"Maaf ya gara-gara aku, kalian jadi repot" kata Melissa sedih
"Bukan begitu maksudku Mel" kata Bella pelan Ia takut sahabatnya jadi sedih
"Hei.. lagi ngobrol apa kalian?" kata Nina mengagetkan dari belakang
"Lagi lihat kondisi kaki Melissa nih" kata Bella
"Benar-benar sudah sembuh kan?" kata Nina memperhatikan lutut Melissa yang masih tampak lebam
"Iya sudah sembuh kok, Nih lihat" Melissa menarik dan menjulurkan kakinya beberapa kali untuk membuktikan kakinya sudah sembuh
"Dari mana saja kamu Na?" tanya Melissa
"Dari toilet, tadi perutku terasa sakit sekali" kata Nina sambil menyeringai
"Sudah minum obat? aku punya, nanti aku ambilkan ya" kata Melissa bersiap bersiap beranjak untuk mengambilkan obat sakit perut
"tidak perlu Mel, sudah mendingan kok" kata Nina tersenyum
"Kalau aku pulang ke Florida tempat keluargaku dan Alvin juga ikut" kata Bella tersenyum senang
"Ehem, duh senangnya.. " kata Melissa tersenyum penuh arti
"Apanya?" kata Bella tersenyum malu
"Kalau Aku biasa saja, Aku dan Garry ikut ibu dan ayah ke desa woodstock di Vermont" kata Nina santai
"Wah senangnya, bukankah pemandangan sleepy Hollow farm di sana sangat indah ketika musim semi seperti ini? " kata Bella sambil membayangkan betapa Indahnya bunga-bunga yang mekar di sana
"Pasti menyenangkan" kata Melissa tersenyum namun dimatanya tampak sedih
"Yah begitulah, kapan-kapan kita kesana sama-sama ya.. " kata Nina tersenyum, Ia melihat Ekspresi Melissa yang kecewa karena liburannya hanya di habiskan di rumah sakit
"Ok, pastinya nanti kita pergi bersama" kata Bella yang melihat kerlingan mata Nina yang mengisyaratkan untuk menghibur Melissa
"Eh dari tadi kita ngobrol, Hendry, Alvin sama Garry mana?" tanya Bella sambil menatap Nina mencoba mengalihkan topik pembicaraan
"Mereka lagi nonton sepak bola di dalam, mereka asik dan tidak mau diganggu, katanya lagi babak semi final" kata Nina sedikit kesal
"Sudah jam 20.30 nih, ayo mulai acara pestanya" kata Bella melirik Nina dan Melissa
"Ok, ayo kita bawa makanan, minuman dan kembang apinya" kata Nina bersemangat
Mereka bertiga menyiapkan semuanya sambil tertawa dan mengobrol, setelah acara sepak bola selesai dengan hasil kemenangan Paraguay atas Bulgaria 1-0. Handry, Alvin dan Garry membantu para gadis menyiapkan makanan minuman di atas meja.
Setelah semua makanan siap tersaji, Mereka makan bersama dan mengobrol hangat, setelah acara makan malam selesai, Garry menyalakan kembang api satu persatu dan semua mata tertuju pada Indahnya kembang api malam itu.
"Ini akan menjadi malam yang tidak akan pernah terlupakan" kata Melissa menatap Hendry yang ada di sampingnya
"Iya sayang" kata Hendry tersenyum mesra
Melissa menyendarkan kepalanya di pundak Hendry, Hendry mengelus kepala Melissa dengan penuh kasih sayang, seolah dunia milik berdua.
"Ehem.. ehem.. " kata Nina menggoda pasangan di kiri dan kanannya
"Apa sih, iri ya?" kata Melissa menjulurkan lidahnya ke arah Nina
"apanya yang iri? aku bisa lebih mesra kok kalau Austin pulang ke New York" kata Nina kesal
"Salah sendiri mau LDR" kata Melissa tergelak
"Kalau tahu begini, kuajak Caroline kesini" Kata Garry menyipitkan matanya pada Nina
"Awas kalau berani, mentang-mentang udah punya pacar baru" kata Nina menatap Garry
"Iya.. iya.. kakak yang LDR kok aku juga ikut menderita? " kata Garry sedikit mengerutkan keningnya
Semua tertawa mendengar pertengkaran Nina dan Garry, pemandangan kota New York dan kembang api di langitnya serta riang gembira semua orang membuat malam itu menjadi malam yang sempurna.
Setelah acara selesai dan semua perlengkapan sudah dibersihkan dan dibereskan, saat itu jam menunjukkan pukul 11.00 semua pamit pulang.
Malam itu malam yang Indah Bagi semuanya namun Melissa yang paling bahagia, Ia tidak menyangka bahwa semua sahabatnya begitu peduli dan perhatian padanya, matanya yang sangat lelah kini membawanya ke alam mimpi yang tidak kalah Indahnya.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕