We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LI Kembali ke New York



Hendry menatap geram pada Lucas yang sedang berpamitan dengan Melissa di ruang tamu, Apa yang mereka bicarakan sehingga terlihat sangat seru, Ingin rasanya Hendry turun ke bawah dan ikut berbincang namun Ia tidak mau terbawa emosi jika Ia bertemu dengan Lucas secara langsung seperti sebelumnya. Hendry melihat Melissa yang bergegas menuju ke kamarnya yang berada berseberangan dengan kamar Hendry.


Hendry yang merasa kesal pada Melissa akhirnya memilih kembali ke kamarnya, Apa sebenarnya yang di terima oleh Melissa dari Lucas? Apakah sejenis barang yang pernah diberikan Melissa dahulu pada Lucas yang kemudian dikembalikan? Atau berupa benda yang dapat membuat Melissa senang? Hendry terus berfikir namun tidak mau bertanya langsung pada Melissa saat ini, Ia hanya kesal dan mencoba meredam amarahnya.


Selesai membereskan pakaian dan kamarnya, Melissa yang merasa diawasi oleh Hendry selama berbincang dengan Lucas segera menuju ke kamar Hendry, diliriknya Hendry juga sedang sibuk membereskan pakaiannya, Melissa melangkahkan kakinya pelan-pelan


"Sayang, sudah selesai beres-beresnya?" Kata Melissa sambil menyentuh bahu Hendry pelan


"Ini hampir selesai kok" kata Hendry datar


"Tadi ada Kak Lucas datang kemari" kata Melissa


"Benarkah? Ada keperluan apa?" kata Hendry pura-pura tidak peduli


"Dia memberiku ini" kata Melissa menunjukkan benda berbentuk pulpen ditangannya


"Ini? Camera pengintai?" kata Hendry mengerutkan dahinya


"Tepat.. Kamu tahu ini camera pengintai sayang?" kata Melissa


"Tentu Aku tahu, lihatlah lensanya di bagian atas ini" kata Hendry menunjuk tombol yang biasa digunakan pada pulpen tinta kebanyakan


"Kamu benar, ukurannya sangat kecil.. Jadi awalnya Aku tidak menebak bahwa ini camera, Kupikir ini alat perekam" kata Melissa tergelak


"Kenapa Kamu menerima benda ini darinya?" tanya Hendry dengan nada tidak senang


"Sebenarnya Aku ingin menolak, tapi Kak Lucas memaksa, Dia bilang anggaplah ini hadiah dari seorang Kakak pada Adiknya" kata Melissa menjelaskan dengan susah payah


"Aku tidak yakin Dia menganggapmu Adiknya" kata Hendry dingin


"Sayang, ini untuk Kita. Aku takut kalau-kalau kejadian di Chinatown terulang lagi, bukankah benda ini dapat sedikit membantu?" kata Melissa dengan nada membujuk


"Benarkah? Kupikir itu hanya ada dalam pikiranmu Sayang, Ia hanya berniat baik padaku yang merupakan Adik sahabatnya Kak Frans.. Cobalah untuk berpikiran positif" kata Melissa tanpa tersenyum


"Jadi menurutmu Aku tidak mampu melindungimu?" tanya Hendry dingin


"Bukan begitu juga, kalau memang Kamu tidak suka ya sudah, Aku tidak akan membawa benda ini ke New York" kata Melissa dengan nada kesal


Melissa meninggalkan benda yang diberikan Lucas padanya di kamar Hendry dan keluar dari kamar Hendry dengan cepat.


Hendry menatap benda berbentuk pulpen tadi dan memasukkannya ke dalam kopernya. Ia sedikit menyesal atas sikapnya pada Melissa.


Setelah makan siang bersama, sesuai janji Mr. Gabriel dan Mrs. Angelica mengantar Melissa dan Hendry ke bandara Boston Logan International Airport.


"Ayah, Ibu, Melissa pulang ke New York dulu.. Jaga diri kalian baik-baik" kata Melissa sambil memeluk Mrs. Angelica dan Mr. Gabriel bergantian


"Iya Sayang, Kamu jaga diri baik-baik di New York ya" kata Mrs. Angelica dengan nada sedih


"Hendry, Kami titip Melissa ya.. Tolong jaga Dia dengan baik selama di New York" kata Mr. Gabriel pada Hendry


"Aku pasti akan menjaganya dengan baik" kata Hendry tersenyum


"Salam untuk Kak Frans saat Dia pulang dari Honeymoon" kata Melissa pada Mrs. Angelica


"Tentu sayang, sampai jumpa.. Maaf Ayah dan Ibu tidak bisa mengantar ke New York" kata Mrs. Angelica


Setelah melambaikan tangan pada kedua orangtuanya, Melissa dan Hendry perlahan berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan pesawat Cape Air menuju Bandara John F. Kennedy.


Jangan lupa like, komentar, vote dan rating bintang limanya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕