
Melissa berdandan dengan cukup lama, Ia mengenakan gaun berwarna hijau kombinasi warna emas sehingga tampak menyilaukan mata yang memandang, ditambah anting dan kalung dengan permata zamrud membuat Ia tampak sangat cantik dan glamour, gaun yang Ia kenakan sangat serasi dengan perhisan yang Ia pakai.
Ting.. Tong.. Suara bel berbunyi, Melissa segera menyudahi dandan pada mata dan alisnya, Hendry sudah tiba di Apartemennya, Jas Maroon kombinasi hitam pada kerahnya membuat penampilan Hendry tampak memukau, Melissa tersenyum dan membiarkan Hendry masuk kedalam Apartemennya.
"Apa Aku terlambat?" kata Hendry melirik jam tangannya menunjukkan pukul 19.10 yang memang lewat sepuluh menit dari janji mereka
"Tidak masalah, Aku juga baru siap" kata Melissa dengan nada santai
"Tadi ada kecelakaan di jalan, jadi lalu lintas agak terhambat" kata Hendry menjelaskan alasan Ia sedikit terlambat
"Tidak masalah Sayang, asalkan Kamu baik-baik saja" kata Melissa dengan tatapan mesra
"Kamu cantik malam ini" kata Hendry mulai menggoda Melissa
"Benarkah? Kamu bohong.. " kata Melissa dengan nada manja
"Iya Aku bohong" kata Hendry tersenyum
"Huh, ternyata memang Kamu hanya bercanda kan?" kata Melissa sedikit kecewa
"Kamu sangat cantik malam ini Sayang, bahkan bulan malam ini kalah cantiknya" kata Hendry mengecup singkat pipi Melissa yang sekarang tampak merah merona
"Kita jadi makan malamnya?" kata Melissa tergelak
"Jadi dong, kalau tidak makan malam Aku akan memakanmu Sayang" kata Hendry tersenyum nakal
"Sudah bercandanya, ayo Kita berangkat!" kata Melissa sambil bersiap dengan tas mungil ditangannya
"Ayo" kata Hendry menggenggam tangan Melissa menuju mobilnya yang sudah menunggu untuk dikemudikan
Didalam mobil Melissa sibuk membalas pesan dari teman-temannya yang membahas masalah tugas dan beberapa hal lainnya, Hendry sesekali menatap ke arah handphone Melissa, Ia ingin tahu siapa yang sedari tadi menyibukkan Melissa.
"Sibuk sekali, chat sama siapa?" tanya Hendry dengan nada penasaran
"Ini, chat dengan teman sekelas.. Kami punya beberapa tugas yang harus dikerjakan bersama besok" kata Melissa menjelaskan
"Oh" kata Hendry singkat
"Kita makan dimana malam ini?" tanya Melissa menoleh kearah Hendry
"Nanti juga tahu" kata Hendry tersenyum
"Bikin penasaran nih" kata Melissa mengerutkan dahinya
Beberapa saat kemudian, Hendry memarkirkan mobilnya di salah satu restauran paling mewah di Amerika, mereka akhirnya tiba di Eleven Madison Park Restaurant. Hendry membukakan pintu untuk Melissa dan menggenggam tangannya sambil berjalan menuju pintu masuk restaurant. Mereka memilih duduk di dekat jendela agar dapat melihat indahnya kota New York malam itu.
Melissa sedang membolak balik buku menu saat Hendry melambaikan tangannya pada seseorang, karena merasa penasaran Melissa menoleh. Juno dan Jessyca sedang berjalan menuju kearah mereka. Melissa terkejut, Ia tidak menyangka akan bertemu Juno dan Jessyca, namun Melissa segera tersenyum kearah mereka.
"Hai" sapa Juno saat jarak meraka sudah dekat, mata Juno menatap Melissa lekat
"Hai" kata Melissa santai
"Kebetulan sekali ya" kata Hendry dengan senyum dipaksa
"Bolehkah Kami ikut bergabung?" kata Juno menatap Melissa dan Hendry bergantian
"Bagaimana Sayang?" tanya Melissa pada Hendry
"Yah, mau bagaimana lagi.. Silahkan saja" kata Hendry datar
"Sebaiknya kita duduk disana saja" kata Jessyca pada Juno
Hendry merasa sikapnya kurang ramah, akhirnya Ia mengatakan
"Tidak apa, ini juga masih ada dua kursi kosong" kata Hendry tersenyum
"Mereka bilang boleh" kata Juno dengan nada senang
Jessyca merasa kurang nyaman, Ia merasa bahwa keadaan meja makan jadi canggung sejak mereka bergabung bersama Hendry dan Melissa. Namun Juno tampaknya menikmati makan malam bersama Melissa walaupun ada Hendry dan Dirinya.
"Aku pesan Makanan Hawaiian blue prawns and seaweed dan minuman cocoa milk ice with extra soda" kata Melissa menutup buku menu
"Bagaimana dengan kalian?" tanya Hendry pada Juno dan Jessyca
"Aku pesan sama seperti Melissa" kata Juno tersenyum
"Bukankah disini Ada banyak menu makanan yang mungkin Kamu suka?" kata Hendry dengan nada agak sinis
"Yah, kurasa malam ini Aku ingin mencicipi makanan itu" kata Juno tergelak
Hendry menatap dingin namun Ia berusaha agar tidak merusak suasana indah malam ini.
"Bagaimana denganmu?" tanya Hendry pada Jessyca
"Aku pesan makanan The choicest morsels were served alongside asparagus, ramps, and Strawberry dan minuman Blanded Milk shake with Avocado coconut ice" kata Jessyca
"Baiklah Aku juga memesan makanan yang sama dengan Melissa" kata Hendry sambil menyerahkan menu pesanan mereka pada pelayan restaurant yang sudah menunggu dari tadi
Suasana begitu canggung setelah itu, namun akhirnya Melissa memulai pembicaraan
"Apakah jumpa pers kalian hari ini berjalan lancar? tadi Aku melihat Kalian di televisi" kata Melissa santai
Juno terkesiap dengan pertanyaan Melissa Ia ingin menjelaskan pada Melissa bahwa itu mereka lakukan untuk suatu tujuan namun niat itu Ia urungkan, Hendry menatap tajam padanya, seolah ada ancaman dalam tatapannya.
"Berjalan dengan cukup baik" kata Jessyca menjawab
"Jadi Kalian membicarakan tentang apa di acara jumpa pers tadi siang?" tanya Hendry penasaran karena memang tidak menonton televisi
Juno diam saja, Ia tidak suka membicarakan tentang hubungannya dengan Jessyca yang sebenarnya hanya hubungan palsu. Jessyca diam sesaat lalu kemudian menjawab dengan hati-hati.
"Kedua orangtua Kami sangat mendukung hubungan Kami, namun sebenarnya Kami belum siap untuk hubungan lebih serius, Aku ataupun Juno masih ingin fokus pada karir Kami" kata Jessyca menjelaskan
Tentu saja Hendry mengetahui bahwa Juno dan Jessyca tidak saling mencintai, tatapan Juno yang berada di sampingnya lebih sering menatap Melissa daripada menatap Jessyca.
"Oh begitu, kurasa keinginan orang tua adalah keputusan terbaik untuk kalian" kata Hendry tersenyum senang
"Tapi Kami belum siap untuk menjalin hubungan lebih serius" kata Juno balas tersenyum penuh arti
"Jika itu yang terbaik, kenapa tidak.. Juno dan Jessyca pasangan yang serasi, iya kan Sayang?" kata Hendry menatap Melissa yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan antara mereka
"Tentu, menurutku Kamu dan Jessyca pasangan yang sangat serasi" kata Melissa tersenyum menatap Juno dan Jessyca bergantian
Juno tampak kecewa dengan jawaban Melissa, Jessyca yang melihat Juno tampak kecewa lalu mencoba untuk menghiburnya
"Tentu saja Kami cocok, doakan saja Kami jodoh" kata Jessyca terkekeh
"Semoga saja Kalian berjodoh, semoga Aku dan Melissa juga berjodoh" kata Hendry tersenyum
Ekspresi Juno malah tambah murung, seperti seseorang yang sedang di lempari batu, rasanya sangat menyakitkan.
"Eh, itu makanan sudah dibawa menuju kesini" kata Melissa mengalihkan pembicaraan
Walau sudah tidak mencintai Juno namun Melissa merasa kasihan pada Juno, hubungan Mereka berakhir karena keadaan yang pada akhirnya tidak berpihak pada Mereka.
Makanan sudah terhidang memenuhi meja makan, Masing-masing dari mereka makan tanpa mengeluarkan suara soalah sangat menikmati makanannya namun sebenarnya keadaan Mereka sangat canggung.
Sebenarnya Hendry tidak puas dengan makan malam kali ini, Ia berharap makan malam romantis berdua dengan Melissa namun kedatangan Juno dan Jessyca mengacaukan keinginannya. Melissa juga merasa tidak nyaman dengan makan malam Mereka terutama karena harus ada Juno dan Hendry dalam satu meja, Juno awalnya sangat senang dengan makan malam hari ini karena bisa makan dengan Melissa namun perasaannya jadi sedih karena percakapan tentang hubungannya dengan Jessyca. Sedangkan Jessyca adalah seseorang yang paling tidak nyaman dengan keadaan Hendry dan Juno yang tampak hangat namun sebenarnya saling menjatuhkan karena mencintai Melissa.
Tiga puluh menit berlalu tanpa percakapan selama Mereka makan, makan malam hari ini menimbulkan rasa kecewa dan rasa tidak puas dihati Mereka, akhirnya setelah makan Mereka memutuskan untuk pulang, Hendry dan Juno rebutan membayar makanan, hingga akhirnya Juno mengalah karena Credit Card Hendry lebih dahulu diambil daripada Credit Card miliknya.
Juno pulang dan mengantarkan Jessyca ke Apartemennya, sedangkan Hendry dan Melissa memutuskan untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum Mereka pulang.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕