
Jessyca sedang menikmati makan malamnya bersama Erick bahkan sedang berusaha menyuapkan makanan ke mulut Erick, dengan bibir yang pecah Erick berusaha makan dengan baik, namun gairah makan Jessyca terganggu saat melirik kearah pintu Restoran, sosok laki-laki paruh baya berkulit pucat, bermata biru, dengan sedikit uban dikepalanya sedang berjalan menuju salah satu sudut ruangan, namun beruntungnya Ia karena laki-laki itu berjalan membelakanginya, Ia melirik kearah Erick yang tampak heran dengan tatapan Jessyca.
"Sayang, Ada apa?" tanya Erick sambil menoleh kearah tatapan mata Jessyca
"Ti.. tidak apa-apa Sayang, cepatlah makan.. Aku baru ingat tadi Aku meninggalkan pekerjaan yang sangat penting di kantor, Kita harus cepat pergi" kata Jessyca gugup, nada suaranya bergetar
"Kamu bohong, Apa yang membuatmu tampak gugup?" Erick akhirnya menoleh dan menatap kearah Mr. Robinson yang membelakangi mereka
"I.. itu" Jessyca menundukkan kepalanya
"Kenapa Kamu tidak bilang? bukankah sebaiknya Kita menyapa" kata Erick bersemangat
"Erick tolonglah, Kamu tahu sikap Ayahku kasar padamu Sayang, Kita pergi saja dari sini ya" kata Jessyca dengan nada membujuk
"Aku tetap akan kesana" kata Erick berusaha bangkit dari duduknya
"Tidak! Aku akan meninggalkanmu jika Kamu memaksa untuk kesana" cegah Jessyca
"Baiklah jika memang tidak boleh kesana" kata Erick dengan nada murung
"Bukan begitu Sayang, Aku hanya tidak ingin Ayahku menyakiti hatimu" kata Jessyca dengan nada menyesal
"Aku sudah biasa diperlakukan dengan kasar sejak Aku masih kecil Jessy, Kamu tidak perlu khawatir kalau tentang itu Sayang.." kata Erick menyentuh pipi Jessyca lembut
"Ayo pergi dari sini" kata Jessyca menarik tangan Erick
Mereka baru akan pergi namun seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan Ice Coffee Arabica Mocca di gaun Jessyca, buru-buru pelayan itu minta maaf, Jessyca memaafkannya walau dihatinya sangat kesal, banyak tamu yang menoleh kearah mereka termasuk Mr. Robinson. Dengan tatapan dan raut wajah merah padam, Mr. Robinson menatap geram sambil mengepalkan kedua tangannya menatap Erick dan Jessyca, Jessyca cepat-cepat menarik tangan Erick keluar dari Restoran.
Mr. Eugene mengangguk dan segera meninggalkan tempat pertemuan bisnis Mr. Robinson dan Mr. Nakagawa.
"Ada Apa dengan mereka tadi Mr. Robin?" tanya Mr. Nakagawa penasaran
"Tidak apa-apa, mereka karyawanku" kata Mr. Robinson sedikit berbohong, Ia tidak ingin Jessyca mesuk berita televisi karena makan malam dengan Erick
"Oh.." kata Mr. Nakagawa singkat sambil berpikir bahwa Ia merasa familiar dengan gadis tadi
Tentu saja Mr. Nakagawa pernah melihat Jessyca di televisi saat scandal Dalton School dan acara jumpa pers, saat ini Mr. Nakagawa makin penasaran mengapa Jessyca bisa kembali dekat dengan Erick padahal sudah akan bertunangan dengan pemuda lain.
"Baiklah Mr. Nakgawa kita mulai dari pengembangan proyek robotik elektrik yang saat ini sangat bagus untuk dikembangkan.. "kata Mr. Robinson memulai percakapan mereka
"Iya Mr. Robin, saya sangat tertarik untuk lebih meningkatkan efisinsi kerja dari pengembangan proyek ini" kata Mr. Nakagawa
Percakapan tentang bisnis terus berlanjut sampai pukul 22.00 dan Mr. Eugene telah kembali dari pekerjaannya mengikuti Jessyca dan membisikkan sesuatu ke telinga Mr. Robinson
Air muka Mr. Robinson kini tampak merah padam dan berusaha menahan amarahnya, Ia terpaksa pamit dari hadapan Mr. Nakagawa.
Mr. Nakagawa yang penasaran dengan masalah yang dihadapi keluarga Wayne dan melirik kearah sekretarisnya.
"Tolong Kamu selidiki tentang Miss. Jessyca Laura Wayne" perintahnya singkat
"Baik Sir" kata Miss Maradona mengangguk meski Ia bingung dengan tujuan Mr. Nakagawa namun Ia tetap akan mencari tahu tentang Miss. Jessyca Laura Wayne.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕