We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XVI Kencan pertama



Melissa membuka matanya dengan perlahan, Diliriknya jam dengan motif kartun spongebob squarepants yang tergantung didinding menunjukkan pukul 07.00 dilihatnya sahabatnya Bella sudah tidak ada lagi disebelahnya, Bella sudah bangun lebih dulu untuk menyiapkan sarapan. Melissa segera beranjak menuju dapur, Ia membantu Bella untuk masak sarapan mereka. Setelah membantu Bella, keduanya mandi dan sarapan. Melissa yang punya janji kencan dengan Hendry sudah mengenakan pakaian yang dipinjam dari Bella, Melissa mengenakan kemeja merah berlengan trumpet yang dikombinasikan dengan jeans hitam dan sepatu sneaker tampak sangat begitu feminim namun tetap terkesan sexy. Jam menunjukkan pukul 09.00 sebuah mobil Chevrolet milik Hendry sudah terparkir di depan rumah Bella.


Tok.. tok.. tok.. terdengar suara ketukan di depan pintu, Melissa bergegas menuju ke depan pintu.


"Bel, Aku pamit pergi dulu ya" kata Melissa dengan senyum ceria


"Iya pergi sana, Doi sudah menunggumu.. " kata Bella tersenyum penuh arti


Melissa menemui Hendry di depan pintu, keduanya pamit pada Bella, Melissa menggandeng lengan Hendry mesra menuju ke mobilnya.


Pertama-tama Hendry mengajak Melissa ke taman High Line Park, suasana pagi dan warna taman yang kehijauan sangat cocok untuk mengawali kencan mereka, sebelum duduk di bangku taman, Hendry membelikan kembang gula dan kopi instan untuk Ia dan Melissa, Mereka memilih bangku yang berada di ujung taman, ada banyak hal yang ingin ditanyakan Hendry pada Melissa.


"Sayang, Kamu cantik sekali hari ini" kata Hendry memuji saat mereka telah duduk di bangku taman.


"Kamu juga sangat tampan sayang, kaos abu-abu dan jeans ini sangat serasi untumu" kata Melissa sambil tersenyum dan Ia juga memuji Hendry


"Mengapa kemarin Kamu menginap di rumah Bella dan nomormu juga tidak bisa dihubungi?" kata Hendry bertanya lagi Ia takut dibohongi


"Kamu tahu kan kalau saat ini tugas Kita sedang banyak, masalah Handphone non aktif kan kemarin sudah dijelaskan sayang" jawab Melissa berkilah, Ia tidak mau menceritakan tentang Juno pada Hendry.


"Benar itu alasannya?" kata Hendry dengan nada menyelidik sambil menaikkan satu alisnya


"Jadi kamu tidak percaya nih?" Melissa berpura-pura kesal


"Aku tenang kalau itu alasannya sayang, Aku hanya khawatir Kamu kenapa-kenapa" kata Hendry berusaha menjelaskan


Melissa sangat senang mendengar jawaban Hendry, sebuah kecupan mendarat di pipi Hendry dan Hendry menggenggam tangan Melissa erat. Ditatapnya Melissa dalam-dalam dan Ia berkata


"Sayang, sejak mengenalmu aku sangat tertarik tentang segala sesuatu tentangmu, bisakah kamu menceritakan hobbymu, atau hal-hal yang kamu suka, hal-hal yang kamu benci atau apapun itu?" kata Hendry antusias


"Hmm.. Oke, dengarkan ceritaku.. Tapi nanti gantian ya" kata Melissa tersenyum


"Rasanya aku pernah mendengar namanya sih" kata Hendry serius


"Sejak SMA Aku bercita-cita menjadi jaksa menurutku pekerjaan jaksa begitu keren dan aku ingin menegakkan hukum yang seadil-adilnya di negara ini" kata Melissa tersenyum cerah


Hendry menanggapi dengan serius, Ia menyibak helai rambut Melissa ke sisi telinganya yang menutupi sebagian wajahnya yang cantik. Diperlakukan demikian, Melissa jadi merona namun Ia berusaha menekan rasa malunya dan melanjutkan


"Aku Hobby minum kopi, makan pizza, baca novel, mendengarkan musik, karaoke, nonton film horor, romantis atau comedy" kata Melissa sambil tersenyum malu


"Oh iya aku benci ular, tapi lebih benci lelaki peselingkuh" kata Melissa tersenyum namun dengan nada serius


"Nah itu sedikit yang bisa kuceritakan, sekarang gantian ya sayang" Melissa menatap Hendry mesra


"Menarik, sekarang aku jadi semakin cinta" kata Hendry tersenyum nakal


"Eh apa? Kamu tadi bilang apa barusan? kata Melissa berharap Hendry mengulangi kata cinta yang barusan disebutkannya


"Bagian yang mana? menarik?" kata Hendry sengaja pura-pura dan tertawa menatap Melissa yang mulai kesal


Melissa menampakkan raut kecewa dan sedikit cemberut.


"I Love you so much Darling" Hendry membisikkan kata-kata itu di telinga Melissa


"I love you too" Melissa menjawab dengan pipi merona


Hendry mendekatkan wajahnya pada Melissa, bibirnya menyatu dengan bibir Melissa, Mulut mereka saling memberikan kehangatan dan rasa manis gulali yang beraroma kopi. Terik matahari yang mulai meninggi menghangatkan hati dan jiwa dua sejoli itu.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕