We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXV Mr. Robinson Wayne



Seorang laki-laki karismatik sedang merapikan rambutnya dengan sisir dan minyak rambut, Ia tidak habis pikir mengapa Ia tidak pernah berencana menikah lagi setelah Ibu Jessyca meninggal dunia dua tahun lalu dan Jessyca adalah anak tunggalnya, karena rahim Mrs. Wayne terpaksa harus diangkat setelah melahirkan Jessyca, disebabkan Mrs. Wayne terkena penyakit Kangker rahim.


Mrs. Robinson sangat mencintai istrinya dan menyayangi Jessyca, namun Ia juga sangat protektif terhadap Jessyca terutama soal laki-laki yang dekat dengan Jessyca, Mr. Robinson sangat tidak menyukai Erick Miller atau seseorang yang disebut kekasih oleh Jessyca, baginya Jessyca telah di bodohi laki-laki itu. Karena bagi Mr. Robinson, Erick hanya mengincar harta Jessyca dan mengambil keuntungan atas hubungan pacaran mereka. Beberapa waktu lalu Mr. Robinson sempat meminta Jessyca untuk tinggal di perumahan mewah tempat mereka tinggal Happy Golden House, namun Jessyca bersikeras ingin tinggal di Apartemen dan mengancam tidak akan menjalin hubungan dengan Juno apabila tidak diizinkan tinggal di Apartemen, hingga akhirnya dengan terpaksa Mr. Robinson pun menyetujui keinginan anaknya itu. Dalam hati Mr. Robinson sebenarnya sangat kesepian namun Ia selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan dan proyek perusahaan.


Jam menunjukkan pukul 19.00. Seorang sekretaris paruh baya dengan perawakan kurus tinggi mengetuk pintu kamar Mr. Robinson.


"Tok.. tok.. tok.. " Mr. Eugene mengetuk dengan sopan


"Masuk" kata Mr. Robinson menyuruh sekretarisnya masuk


"Selamat malam Sir. Saya ingin mengingatkan bahwa anda punya janji makan malam dengan Mr. Nakagawa dari Jepang pukul 19.30" kata Mr. Eugene sambil melirik jam tangannya


"Oke, sebentar lagi Aku akan turun. Persiapkan segala dokumen yang diperlukan" kata Mr. Robinson dengan nada datar


"Baik Sir" kata Mr. Eugene penuh hormat dan berlalu dengan sopan


Mr. Nakagawa adalah salah satu pemegang saham tertinggi di perusahaan Great Electronic Inc. Malam ini Mr. Robinson berencana makan malam dengan Mr. Nakagawa dengan tujuan untuk membahas bisnis perusahaan dan mempererat kerja sama di antara mereka.


Mr. Robinson mengenakan dasi dan jasnya lalu segera menuju keluar dan menyusul Mr. Eugene. Dalam mobil Mr. Robinson merasa heran dengan selera Mr. Nakagawa, Ia heran mengapa Mr. Nakagawa memilih The Charter Oak Restaurant sebagai tempat makan malam mereka, Restaurant itu adalah restaurant yang sering dikunjungi muda mudi dan memang agak ramai karena yang datang rata-rata dari kalangan menengah keatas. Lalu untuk memuaskan rasa penasarannya Mr. Robinson membuka suara


"Mr. Eugene Apa Kamu tahu berapa umur Mr. Nakagawa?" tanya Mr. Robinson penasaran


"Hmmm.. Umurnya sepuluh tahun lebih tua dari umur Jessyca" kata Mr. Robinson sambil menyentuh dagunya


"Ada apa Sir?" tanya Mr. Eugene penasaran


"Tidak apa-apa, apakah Dia sudah menikah?" tanya Mr. Robinson lagi


"Sudah Sir, tapi.." kata Mr. Eugene dengan ragu-ragu


"Tapi?" tanya Mr. Robinson menatap Mr. Eugene penasaran


"Tapi mereka sudah bercerai tahun lalu Sir" kata Mr. Eugene akhirnya


"Oh begitu" kata Mr. Robinson singkat


Tidak heran mengapa Ia memilih tempat makan yang cukup ramai dikunjungi karena mungkin Mr. Nakagawa butuh hiburan, namun untuk urusan bisnis seharusnya Mr. Nakagawa memilih tempat yang sifatnya agak private atau yang jumlah pengunjungnya tidak terlalu ramai, pikir Mr. Robinson


Tidak terasa sudah tiga puluh menit mereka menyusuri jalan raya dan akhirnya tiba di The Charter Oak Restaurant. Mereka turun dari mobil dan memasuki restaurant, seorang pria jepang dan seorang wanita berambut hitam sebahu terlihat sudah duduk di salah satu kursi di meja dekat dengan sudut ruangan. Dia tersenyum dan berdiri untuk menyambut kedatangan Mr. Robinson.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕