We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXIV Dia Milikku



Melissa sedang tidak ada mata kuliah di jam 10.00, sedangkan Bella sahabatnya sedang bersenang-senang dengan Alvin, Ia rindu dengan Hendry padahal baru tadi pagi mereka bertemu, Melissa memutuskan untuk pergi ke jurusan Hendry dengan inisiatif sendiri, Ia menyetop taksi dan menunggu di sebuah kursi di halaman depan Jurusan Ekonomi Akuntansi, banyak mahasiswa lelaki yang meliriknya ada pula yang berusaha merayunya, mengajaknya berkenalan dan minta nomor Handphonenya tapi Melissa sama sekali tidak menghiraukan, Ia menolak mereka secara halus, saat ini Ia sengaja tidak memberi tahu Hendry bahwa Ia akan datang ke jurusan dengan maksud memberi kejutan.


Beberapa saat kemudian Ia melihat sosok yang Ia cari, tapi yang dilihat sedang berbincang dengan seorang wanita, mereka nampak serius, beberapa kali wanita rambut kemerahan dengan cardigan warna cokelat menatap lekat pada Hendry, wanita itu lalu membisikkan sesuatu ke telinga Hendry dan Hendry membalas dengan mengedipkan sebelah matanya dan tangannya mengisyaratkan bahwa Ia setuju dengan apa yang dikatakan wanita itu.


Melissa terus memperhatikan mereka dari belakang karena posisi Hendry sedang berada di sisi kanan Melissa, namun tidak menghadap kearahnya. Setelah lama memperhatikan akhirnya Melissa jadi merasa sangat kesal dan memilih menghampiri mereka.


"Hai" Melissa menepuk pundak Hendry dari belakang


"Melissa? kenapa kesini sayang?" kata Hendry agak terkejut karena Melissa belum pernah datang ke jurusannya sebelumnya


"Sedang kosong mata kuliah nih" kata Melissa datar sambil melirik kearah wanita rambut merah


"Perkenalkan ini teman sekelas Florenza, dan ini pacarku Melissa.. " kata Hendry memperkenalkan keduanya


"Salam kenal" kata Florenza dengan senyum yang dibuat-buat


"Salam kenal, Aku pacarnya Hendry" kata Melissa sambil menjabat tangan Florenza


"Tidak lupa sama janji makan siang hari ini kan?" kata Melissa sedikit melotot ke arah Hendry


"Tentu sayang, setelah ini Kita akan makan siang bersama" kata Hendry tersenyum


Kapan ada janji makan siang? Melissa bahkan datang tanpa memberitahunya, pikir Hendry, tapi Ia mengiyakan karena melihat ekspresi Melissa seperti akan melahapnya.


"Sudah ya Hen, jangan lupa yang tadi.." kata Florenza dengan terpaksa berpamitan


Melissa menarik lengan Hendry seolah tak ada yang boleh dekat dengan Hendry kecuali dirinya, sekarang Melissa yang terang-terangan tentang hubungan mereka, Mereka pergi menuju kantin kampus yang biasa mereka kunjungi.


Melissa memilih tempat duduk di atap, melihat pemandangan kampus mereka dari atas cukup menyenangkan, hatinya yang sebelumnya sedikit kesal pada Hendry jadi terhibur, jika saja sikap Hendry menunjukkan tanda-tanda perselingkuhan maka Ia takkan segan memutuskan hubungan mereka.


"Kok dari tadi diam saja?" kata Hendry menatap lekat pada Melissa


"Apa yang kamu bicarakan dengan wanita tadi? tampaknya seru" tanya Melissa sedikit cemberut


"Terus apa yang dibilang Florenza tadi? kalian punya rencana apa?" kata Melissa sambil menyendok es krim ke mulutnya


"Donal, salah satu anggota kelompok kami tidak masuk kuliah hari ini, Ia berperan sebagai teller jadi rencananya Aku yang akan menggantikan peran dia sedangkan peran kliring dan nasabah akan diambil alih oleh Florenza" kata Hendry menjelaskan dengan sabar


"Oh begitu, Benarkah?" kata Melissa singkat


"Iya sayang, masa Aku bohong? sudah tidak usah cemberut begitu, Florenza cuma teman sekelas.. Melissa Zoan satu-satunya gadis yang ada di hatiku" kata Hendry terkekeh


"Apaan sih, Aku tidak cemburu kok.. " kata Melissa dengan senyum tertahan


"Nih, masih seperti anak kecil.. Minum es krimnya belepotan" Hendry menyeka es krim yang ada di sudut bibir Melissa dengan lembut


Melissa tersenyum dan pipinya merona, hatinya meleleh seperti es krim yang saat ini ada ditangannya


"Pulang jam berapa hari ini?" tanya Melissa


"Habis ini ada 2 sks lagi, pulang jam 15.00" kata Hendry


"Ok, Aku juga pulang jam 15.00.. nanti jangan lupa jemput ya sayang" kata Melissa manja


"Pastinya sayangku" Hendry menjawab sambil mencubit pipi Melissa gemas


"Nyebelin, cubitnya jangan kuat-kuat.. Sakit nih" kata Melissa dengan nada pura-pura kesakitan


"Kamu ngegemesin kalau lagi cemburu" kata Hendry tergelak sambil mengelus pipi Melissa yang tadi dicubit olehnya


Setelah makan siang Hendry mengantar Melissa kembali ke jurusannya, suasana hati Melissa kembali cerah setelah mendengar penjelasan Hendry. Ia kembali ke jurusannyadengan perasaan bahagia.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author semangat untuk melanjutkan tulisan ini.. 💕