
Melissa terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan melihat kearah Hendry ketika suara pramugari membangunkannya karena membawakan beberapa makanan dan minuman di pesawat. Sejujurnya Melissa tidak suka tidurnya terganggu, kepalanya jadi sedikit pusing, untungnya penerbangan mereka hampir tiba di O'Hare Airport Ia menatap pramugari dengan tatapan tidak bersahabat.
"Sayang, kamu sudah bangun? Aku beli beberapa makanan dan jus" kata Hendry menoleh pada Melissa yang mengusap matanya dan sedikit menguap
"Iya, Kamu juga lihat kan aku sudah bangun karena suara merdu seseorang" sindir Melissa sambil melirik pada pramugari yang kini berjalan melewati mereka
"Sebentar lagi kan kita landing" kata Hendry lembut sambil menyodorkan sandwich yang Ia beli barusan
"Huh" Melissa melengos dan masih merasa kesal dengan pramugari tadi
15 Menit setelah makan dan minum, pesawat mereka landing di O'Hare Airport, mereka naik taksi dan tiba di N Wabash apartement yang cukup mewah di Chicago dekat dengan Kirkland and Ellis LLP.
"Kamu yakin memilih Apartemen ini?" tanya Hendry pada Melissa ketika mereka memasuki ruangan
"Yah, Aku yakin. Setelah berkeliling dan memilih kurasa Aku suka Apartemen ini karena menurutku cukup minimalis dan nyaman" kata Melissa menatap Hendry dengan penuh keyakinan
"Aku suka sekali dengan ruang tamu yang luas menghadap ke perkotaan, pemandangan malam pasti sangat indah" kata Melissa senang sambil menatap keluar jendela
"Benarkah?" tanya Hendry sambil memeluk Melissa dari belakang dan meletakkan dagunya pada pundak gadis itu
"Iya, tapi yang terpenting Aku suka tempat tinggal yang membuatku merasa aman dan nyaman" kata Melissa sedikit menengadah kearah wajah Hendry yang ada disisi kanannya
"Ternyata Kamu pandai memilih" kata Hendry tersenyum senang sambil mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Melissa
"Tentu saja, hmmm tapi.." kata-kata Melissa terputus
"Tapi apa?" kata Hendry penasaran
"Mari lihat dulu Kamar, Dapur dan toilet. Aku sangat penasaran" kata Melissa
"Baiklah sayang, mungkin saja Kamu akan berubah pikiran" kata Hendry melepas pelukannya yang posesif
"Tampaknya sangat baik" kata Melissa memperhatikan setiap ruangan
"Kurasa juga begitu" kata Hendry mengiyakan
"Bisakah malam ini menginap disini?" tanya Melissa pada Hendry dengan tatapan yang sulit didefinisikan
"Kurasa Bisa" kata Hendry bersemangat
"Tapi ini masih kosong, belum ada barang" kata Melissa
"Apa sebaiknya malam ini kita menginap di hotel saja?" tanya Hendry
"Ehemmm" kata Hendry berdehem
Keduanya jadi terlihat canggung, entah apa yang ada di dalam benak mereka.
"Drrrtttt...Drrrtt" sebuah panggilan masuk Hendry mengangkat telponnya
"Halo.." kata Hendry mengawali
"Hallo.. Hendry, Proposal magang yang Kamu berikan kemarin telah ditandatangani oleh Dr. Daren tapi Ia ingin Kamu langsung yang menemuinya, Ia tidak mau menitipkannya pada Kami, Malam ini pukul 19.00 Dr. Daren akan berangkat ke Domfront untuk penelitian selama sebulan, Kamu harus datang sendiri untuk mengambil proposal pengesahan sekarang" kata Andrew diseberang
"Baiklah, terima kasih untuk infonya, Aku akan menemui Dr. Daren pukul 16.00 sore ini" kata Hendry dan tidak lama telepon terputus
Hendry melirik jam ditangannya, pukul 11.25 Dia mengecek penerbangan Chicago - New York pada pukul 13.30
"Ada apa?" tanya Melissa penasaran karena wajah Hendry tampak tegang dan serius
"Proposal pengesahan milikku harus diambil langsung dari Dr. Daren, malam ini Ia akan berangkat ke Domfront" kata Hendry mengusap wajahnya agak kesal karena ini sangat mendadak baginya
"Huffft.. Padahal Aku sengaja menitipkan ke Andrew agar dapat menemanimu hari ini" kata Hendry terlihat kesal
"Domfront di Prancis kan? Kalau pengesahan itu tidak diambil Kamu tidak akan bisa magang di Indonesia kan? Kamu harus bergegas sekarang" kata Melissa penuh pengertian walaupun sebenarnya Ia agak kecewa namun Ia berusaha tetap mendukung Hendry untuk segera kembali ke New York
"Tapi harusnya Aku menemanimu hari ini" kata Hendry dengan nada kecewa
"Tidak apa, Kurasa lain kali Kamu bisa menginap" kata Melissa tersenyum
"Aku bahkan belum sempat menemanimu survey lokasi Kirkland and Ellice" kata Hendry mengusap wajahnya
"Seharusnya Aku juga menemanimu belanja kebutuhanmu selama disini" kata Hendry melanjutkan
"Iya, Aku mengerti Kamu kesal, tidak apa sayang. Kamu bisa kesini lagi nanti" kata Melissa tersenyum
"Baiklah kalau begitu, Aku akan bersiap. Kita makan siang dulu, lalu setelah itu Aku akan berangkat ke New York" kata Hendry menatap Melissa dengan tatapan penuh penyesalan
"Oke, tapi jangan lupa telepon Aku malam nanti" Kata Melissa menyetujui
"Iya, tentu Aku akan telpon Kamu sayang" Kata Hendry dengan mantap
Setelah sebuah kecupan mereka segera naik taksi menuju O'Hare Airport.
Mereka makan di restoran Wicker park seafood and sushi yang dekat dengan O'Hare Airport. setelah makan, Melissa mengantar kepergian Hendry, sebenarnya Ia kecewa karena Ia ingin Hendry tinggal lebih lama namun Ia tidak bisa menahan untuk tetap tinggal karena Hendry ada keperluan mendesak yang harus Ia lakukan.
Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author semangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕