We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXXVII Kejadian tak terduga



Akhir pekan sangat membosankan tanpa Hendry, biasanya Melissa akan pergi ke Villa Hendry bersama Nina dan Garry atau mereka akan pergi kencan berdua menikmati berbagai keindahan kota New York. Melissa menarik napas panjang, Ia rindu Hendry, walaupun Hendry sering menghubunginya dengan sejuta kalimat rindu namun tetap saja rasanya berbeda bagi Melissa, baginya tak ada yang lebih baik daripada pertemuan tatap muka.


Melissa mencoba untuk menanam bunga di beranda apartemenya agar suasana di sekitarnya terlihat lebih cantik, dibelinya bibit bunga mawar, tulip dan anggrek di toko seberang dan di cangkulnya tanah di halaman rumahnya untuk dimasukkan ke dalam pot yang berukuran sedang, Melisa sangat asik dengan aktivitasnya sehingga Ia sangat kaget ketika sebuah tangan menyentuh pundaknya dari belakang


"Whaaaa" kata Melissa terpekik


"Hai, ini Aku" kata Juno menyeringai


"Kamu mau buat aku jantungan?" kata Melissa sambil mengatur napasnya yang masih terengah karena terkejut


"Sini Kubantu" kata Juno merebut cangkul dari tangan Melissa


Tangan Juno menyentuh tangan Melissa seolah ingin menggenggam tangan gadis itu, namun cepat-cepat Melissa menarik tangannya.


"Ok, thanks kalau Kamu mau bantu" kata Melissa sambil meratakan tanah ke dalam pot


"Aku belum olahraga pagi ini, ku anggap ini olahragaku" kata Juno tergelak


Setelah semua bunga ditanam dengan baik, Melissa dan Juno membawanya ke lantai tiga beranda apartemen Melissa. Juno melirik jam di tangannya yang menunjukkan pukul 11.30.


"Ok akhirnya selesai, Aku pulang ya.. Kamu mau makan siang di luar sama aku? " kata Juno


"Tidak usah, Aku sudah masak.. Kamu saja yang makan di sini kalau mau" kata Melissa dengan santai


"Ok, Aku mau" kata Juno tersenyum senang


Melissa melirik Juno, tidak menyangka bahwa basa basinya akan di Iyakan oleh lelaki itu.


Melissa melangkahkan kakinya kedalam Apartemennya dan mengajak Juno masuk, diambilkannya jus jeruk yang ada di kulkas untuknya dan Juno


"Thanks" kata Juno senang sambil meraih jus jeruk yang di berikan Melissa


"Aku siapkan makan siangnya dulu ya, kamu tunggu di sini dulu" kata Melissa meninggalkan Juno dan berjalan menuju dapur


Juno bukan tipe yang mau menunggu tanpa melakukan sesuatu, Ia menyusul Melissa ke dapur untuk membantu gadis itu.


Melissa sedang mengiris bawang untuk tambahan bawang goreng pada hidangan daging panggang yang sudah Ia buat sebelum aktivitas menanam bunga, namun ternyata bawang selalu berhasil membuat matanya perih dan Melissa mengipas-ngipas matanya yang sulit terbuka. Juno yang melihat Melissa kesulitan membuka mata mencoba mendekat dan meniup ke arah bola mata Melissa berkali-kali dan sampai sebuah suara mengejutkan mereka


"Hallo sayang, kamu dimana? Aku pulang dan bawa oleh-oleh dari Ind.." kalimat Hendry terpotong ketika Ia melihat Juno dan Melissa dalam pose wajah Juno yang hanya berjarak 5cm dari wajah Melissa


"Sayang.. sudah pulang?" kata Melissa segera meninggalkan Juno dan berjalan kearah Hendry


Hendry yang salah paham segera mundur dan berjalan cepat meninggalkan Melissa, Melissa mengejarnya dan menarik tangan Hendry


"Sayang, ini tidak seperti yang terlihat.. Aku bisa jelasin semuanya" kata Melissa


"Bukan begitu sayang sayang, tadi.. " belum sempat Melissa melanjutkan Hendry segera memotong


"Cukup, Aku tidak menyangka akan dihianati seperti ini" kata Hendry sambil menepis tangan Melissa dan pergi meninggalkan Melissa tanpa menoleh sedikitpun


Melissa kembali ke apartemennya dengan air mata di pipinya, Ia bingung harus bagaimana, kejadian ini tidak di inginkannya. Juno mendekati Melissa yang terisak dan dengan nada menyesal Ia bicara


"Mel, maaf ya" kata Juno mencoba menghapus air mata Melissa dengan tangannya


"Kamu tidak salah sebenarnya, tapi keadaan tadi membuat Hendry cemburu dan salah paham" kata Melissa masih menangis


"Kamu benar-benar cinta sama dia?" kata Juno


"Apa maksudmu?" kata Melissa dengan nada sengit


"Biar aku yang jelaskan kejadian tadi" kata Juno sambil menghela napasnya


"Iya kalau Dia percaya, kalau tidak?" kata Melissa sedih


"Dia pasti mau percaya" kata Juno dengan perasaan sedih dihatinya


"Ayo ikut Aku kejar lelaki tadi" kata Juno


"Namanya Hendry" kata Melissa dengan nada kesal


"Iya kita kejar Hendry" kata Juno sambil menarik pergelangan tangan Melissa


"Tidak usah Jun, kebersamaan kita akan menambah suasana hatinya jadi tambah buruk" kata Melissa


"Jadi apa yang harus kulakukan umtukmu Mel?" kata Juno dengan nada menyesal


"Kamu bisa meninggalkanku sendiri saat ini, Aku minta tolong Jun.. " kata Melissa terisak


"Ok Mel kalau itu yang Kamu mau, aku pulang ya" kata Juno murung


"Tolong jangan muncul di hadapanku untuk beberapa hari kedepan Jun" kata Melissa dengan nada sedih


"Baiklah" kata Juno dengan nada sedih


Juno meninggalkan apartemen Melissa, Melissa masuk ke dalam kamarnya dan membenamkan wajahnya pada bantal, Ia menangis sejadi-jadinya hingga matanya bengkak.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕