We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XLV Tiba di Boston



Frans yang sudah menunggu selama tiga puluh menit, akhirnya melihat Melissa dan Hendry tiba di stasiun dengan menenteng 2 koper, Frans melambaikan tangannya dan segera menghampiri mereka. Frans memberi pelukan singkat pada Melissa dan Hendry.


"Bagaimana perjalanannya? Apakah menyenangkan?" tanya Frans sambil mencoba membawakan koper Melissa


"Sangat menyenangkan kak" kata Melissa tersenyum senang


"Benarkah?" tanya Frans sambil melirik Hendry


Hendry mengangguk tanda setuju, perjalanan singkat yang sangat menyenangkan, pikirnya.


"Sangat menyenangkan, bahkan kami mengabadikan beberapa foto" kata Hendry tersenyum


"Kalian mau langsung ke Apartemen atau mau mampir dulu untuk melihat-lihat kota Boston?" tanya Frans pada Melissa dan Hendry


Hendry melirik jam di tangannya sudah penunjukkan pukul 14.30 kemudian Dia melirik Melissa untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan Frans.


"Kami di sini hanya tiga hari kak, kami tidak lama karena liburan musim semi sudah berakhir dan kuliah sedang padat-padatnya. Jadi kami memilih untuk jalan-jalan dulu selagi masih sempat" kata Melissa menyeringai


"Benarkah begitu? tidak mau langsung istirahat di rumah?" tanya Frans menatap Melissa


"Kami ingin ke suatu tempat" kata Melissa lambat


"Kalian mau kemana?" tanya Frans


"Antarkan kami ke Chinatown kak" kata Melissa bersmangat, Ia tahu Hendry sangat tertarik dengan bisnis dan keuangan negara tersebut


"Kakak kira kamu akan memilih pergi ke taman" kata Frans tersenyum


"Mungkin lain kali kak, Aku ingin menunjukkan padanya tentang perdagangan dan kebudayaan China di kota Boston" kata Melissa sambil melirik Hendry


"Bagaimana denganmu? Kamu setuju dengan usul adikku?" tanya Frans menatap Hendry


"Kemanapun Dia pergi, Aku akan ikut" kata Hendry tersenyum


"Ok baiklah, masukkan koper kalian di bagasi. Aku akan mengantar kalian ke Chinatown, tapi ingat jangan pulang terlalu malam" kata Frans mengingatkan sambil melirik Hendry


"Baik, kami akan pulang sebelum jam 22.00" kata Hendry


"Iya kak, kakak tenang saja ya.. " kata Melissa tersenyum senang


"Tidak usah kak, biar kami naik taxy" kata Melissa, Melissa berpikir bahwa Ia tidak akan leluasa dan puas jalan-jalan dengan Hendry jika pak supir menunggu untuk mereka.


"Ok baiklah, sekarang kita berangkat menuju Chinatown" kata Frans menuju mobil Range Rover Autobiografi hitam miliknya


Setelah berada di dalam mobil, Melissa merasa senang melihat pemandangan menuju Chinatown, Ia tidak sabar menunjukkannya pada Hendry yang sekarang duduk di bangku depan dengan kakanya Frans. Frans banyak bertanya tentang latar belakang Hendry, Hendry bercerita sama persis seperti yang diceritakannya pada Melissa sebelumnya, sedangkan Frans banyak menceritakan tentang Chaterine pada Hendry. Melissa tidak terlalu bersemangat menanggapi obrolan mereka.


"Kak, boleh Aku bertanya?" kata Melissa saat obrolan Hendry dan Frans mulai seru


"Iya, ada apa?" kata Frans penasaran


"Kakak tidak sibuk mengurus acara persiapan pernikahan besok?" tanya Melissa


Frans tertawa dengan pertanyaan Adiknya dan segera menjawabnya.


"Semua sudah siap, besok acara pesta pernikahan akan diadakan di Four Season Hotel Boston. Pakaian pengantin sudah siap, cincin pernikahan juga sudah siap, dekorasi pernikahan sudah diatur wedding organizer" kata Frans singkat


"Oh, syukurlah kalau begitu. Aku bertanya karena khawatir padamu, mendengar semuanya sudah beres hatiku jadi tenang. Jadi kenapa Kakak tidak ikut kami ke Chinatown? " kata Melissa penasaran


"Walaupun semuanya sudah beres namun kakak juga punya jadwal lain setelah ini, perusahaan Ayah sekarang sedang dalam usaha promosi produk baru, jadi Kakak juga jadi sibuk belakangan ini" kata Frans menjelaskan


"Produk baru? Memangnya kali ini produk apa yang akan di luncurkan Zonite Perfect Cleanser?" tanya Melissa penasaran


"Kali ini kami akan menambahkan pewangi aroma bunga Camelia ke dalam produk detergen" kata Frans menjelaskan


"Bukankah sulit mendapatkan bunga Camelia?" tanya Melissa serius


"Untuk itulah sekarang perusahaan sedang sibuk untuk mengajukan kerja sama untuk import dari negara Jepang, China dan Korea" kata Frans menjelaskan pada Melissa


"Oh, jadi begitu.. Baiklah, kami akan bersenang-senang hari ini" kata Melissa senang


"Ingat pesan kakak tadi" kata Frans datar


Hendry mendengarkan obrolan Frans dan Melissa dengan serius, sebenarnya Ia tertarik karena mereka sedang berbicara bisnis, namun Ia memilih diam dan hanya mendengarkan saja.


Frans kembali mengajak Hendry berbincang, kali ini topiknya seputar sepak bola, Melissa tidak terlalu menyukai sepak bola, namun Ia punya satu Idola yaitu Christiano Ronaldo.


Jangan lupa Like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕