We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXXIX Bleecker Street Pizza



Melissa dan Hendry Akhirnya tiba di restaurant cepat saji Bleecker Street Pizza. Setelah memasuki bangunan yang tampak kuno itu Melissa memilih tempat duduk yang agak privasi agar Dia dapat bebas berbicara dengan Hendry tentang persiapan magang mereka.



"Kenapa memilih makan pizza? Bukan yang lain? steak misalnya?" Hendry menatap gadis di depannya yang sibuk memilih menu pizza


"Kalau makan steak berarti Aku makan bersama Bella" kata Melissa dengan mata yang masih berada pada menu yang dipegangnya


"kenapa jadi Bella?" kata Hendry mengangkat sebelah alis matanya


"Maksudnya tadi Bella mengajakku makan Steak, tapi tidak jadi, Kuputuskan untuk makan denganmu, sayangkuuu" kata Melissa mengalihkan perhatiannya pada Hendry yang cekcok tentang menu yang Ia pilih hari ini


"Oh" kata Hendry singkat, ditatap tiba-tiba membuatnya jadi salah tingkah dan merasa malu


"Jadi sudah putuskan pesan apa?" tanya Hendry menatap mata Melissa


"Kita berdua, jadi sebaiknya kita pesan large pizza, 2 chicken grill, mushroom, burger favoritmu dan 2 gelas cream soda? bagaimana?" kata Melissa menurunkan buku menu yang sempat menutupi wajahnya


"Kurasa itu cukup, ditambah roasted tomatoes dan salad juga boleh" kata Hendry singkat


"Baiklah, setuju!!" kata Melissa senang


Hendry segera memesan makanan mereka, sambil menunggu mereka mengobrol tentang beberapa persiapan yang akan Melissa bawa untuk magangnya di Chicago nanti.


"Dengar ya, awas macam-macam disana. Jangan suka datang ke klub malam, jangan genit dengan pria-pria di sana" kata Hendry mengingatkan dengan tegas


"Ehemm, tentu tidak. Aku juga tidak mau Kamu selingkuh di Indonesia" kata Melissa menatap intens


"Aku tidak akan selingkuh, Kurasa kamulah sering dekat dengan lelaki lain" kata Hendry dengan nada kesal


"Jadi kamu tidak mempercayaiku?" kata Melissa dengan nada tidak suka


"Sedikit" kata Hendry acuh


"Kenapa? Biasanya lelaki yang tidak setia, kami para wanita sudah pasti setia" kata Melissa sengit


"Kata siapa? Kamu bisa saja selingkuh atau kembali bersama Juno" kata Hendry sedikit marah


"Kok jadi marah? Hei, kita kesini untuk makan ya, jangan merusak selera makan" kata Melissa kesal


"Yah, tentu Aku tidak bermaksud begitu, Aku hanya khawatir tentangmu, itu saja. Ku harap kamu tidak marah" kata Hendry sambil melepaskan napasnya dengan berat


Makanan sudah berhasil dihidangkan di hadapan mereka, percakapan tadi membuat napsu makan jadi meningkat. Makanan cepat habis dan Hendry memperhatikan Melissa dan saus yang melekat di sudut bibirnya.


"Kamu tidak pernah melihatku makan?" kata Melissa sedikit merasa tidak nyaman karena diperhatikan


Hendry menyeka saus yang melekat di sudut bibir Melissa


"Sebaiknya kalau makan pelan-pelan" kata Hendry tersenyum


"Berdebat denganmu butuh banyak energi" kata Melissa melanjutkan makannya


"Kuliah sudah selesai? setelah ini kita kemana?" tanya Hendry sambil mengeluarkan black card miliknya bersiap membayar makanan mereka


"Coney island beach?" kata Melissa menyarankan


"Baiklah" Hendry setuju dan menuruti saran Melisaa, sedikit refresing akan membuat pikiran mereka rileks


***


"Ternyata tetap ramai padahal ini bukan akhir pekan" gerutu Hendry


"Namanya juga pantai, Orang-orang suka berjemur dan berenang" kata Melissa senang sambil merentangkan kedua tangannya


"Ah harusnya tadi Aku bawa pakaian renang yang seksi" kata Melissa ringan, Dia sengaja memancing reaksi Hendry


"Atau sebaiknya tanpa pakaian" kata Hendry kata Hendry tersenyum kecut


"Hahahhh.. serius kau ingin Aku tanpa pakaian?" kata Melissa tergelak


"Menurutmu?" kata Hendry tidak senang


"Baiklah kita hanya bermain bola pantai dan berjemur? Kau mau bergabung dengan mereka?" Melissa menunjuk pada mereka yang sedang bermain bola pantai


"Aku tidak ada waktu untuk bermain bola pantai" kata Hendry datar


Melisa menggenggam tangan Hendry dan mengajaknya berjalan-jalan di tepian pantai, mereka bercerita tentang beberapa rencana mereka setelah mereka lulus kuliah, mood Hendry berubah jadi senang entah apa yang mereka bicarakan beberapa kali Melissa tertawa lepas dan Hendry tersenyum senang menatap gadis itu. Selama tiga jam menghabiskan waktu di pantai dirasa cukup bagi mereka, Hendry mengantar Melissa pulang ke apartemennya, dan seperti biasa sebuah kecupan hangat mengakhiri pertemuan mereka sebelum Hendry berlalu menuju Villanya.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya... 💕