We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LX Brooklyn Bridge New York City



Hendry memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus di kawasan Brooklyn Bridge tempat dimana mereka saat ini, Ia ingin mengobrol santai dengan Melissa sambil menikmati gemerlapnya kota New York malam ini. Ia membukakan pintu mobil untuk Melissa, walaupun sebenarnya Melissa selalu keberatan setiap kali Hendry melakukannya.


"Sayang, sebelum kita jalan.. Ada baiknya Aku membelikan gulali dan es krim disana" kata Hendry menunjuk kedai penjualan gulali dan es krim yang berada tidak jauh dari posisi Mereka saat ini


"Baiklah, hati-hati.. Jangan sampai kejadian di Chinatown terulang lagi" kata Melissa dengan bibir maju 1 cm


"Baiklah, jangan khawatir Sayang" kata Hendry menyentuh pipi Melissa lembut


Hendry pergi untuk membelikan Melissa gulali dan es krim, sedangkan Melissa menunggu sambil mencoba melihat bintang di langit New York malam itu, terang dan gemerlapnya kota New York membuat bintang malam tersembunyi dari pandangannya, padahal saat Ia di Boston, Melissa bisa melihat bintang dengan cukup jelas dari jendela kamarnya.


Untuk sesaat Melissa mengingat kejadian di Restaurant barusan, bagaimana bisa Ia dan Hendry bertemu dengan Juno dan Jessyca, bahkan Ia tidak pernah membayangkan kondisi ini akan terjadi, Melissa menarik napas dalam-dalam, Ia tahu Juno masih sangat mencintainya, tatapannya hampir tak pernah beralih darinya saat makan malam tadi, namun Melissa selalu menunduk dan mengalihkan tatapannya pada Hendry atau hal-hal yang ada disekitar Mereka. Sejujurnya Ia sudah mengikhlaskan Juno, namun sikap Juno membuatnya merasa bersalah, Melissa sekarang berharap bahwa Juno bisa bahagia dengan Jessyca, seperti Ia dan Hendry.


"Drrt.. Drrt.. " sebuah pesan singkat masuk di handphone Melissa


Melissa sedikit terkejut, Juno mengirim pesan untuknya, yang berisi:


"Mel, kurasa Aku sangat beruntung malam ini karena dapat bertemu denganmu, jujur Aku sangat ingin makan malam hanya berdua denganmu, tapi makan malam tadi sudah cukup membuatku senang.. Apa Kamu pulang dengan selamat?" -Juno


Melissa sempat bingung akan membalas pesan itu atau tidak, setelah agak lama akhirnya Ia memutuskan untuk membalas pesan Juno yang isinya:


"Iya, Aku pulang dengan selamat. Terima Kasih sudah mengkhawatirkanku" -Melissa


Melissa segera mengirim pesan tersebut dengan cepat dan menghapus pesan Juno


"Sayang, Aku belikan es krim Strawberry ya, es krim cokelat sudah habis terjual" kata Hendry


Suara Hendry mengejutkan Melissa, dan membuatnya terkesiap.


"E.. eh.. Tidak apa Sayang, sini" kata Melissa meraih gulali berbentuk boneka beruang dan es krim Strawberry dari tangan Hendry


"Kamu berkeringat Sayang, Apa Kamu sakit?" kata Hendry menyeka keringat di dahi Melissa


"Tidak apa kok, Aku memang mudah berkeringat" kata Melissa tersenyum,


Sebenarnya Ia terkejut dengan kedatangan Hendry, Ia merasa seperti seseorang yang sedang takut ketahuan selingkuh padahal Ia tidak selingkuh, Ia hanya membalas pesan Juno, batin Melissa berusaha menenangkan diri.


"Ayo, Katamu ingin menelusuri Brooklyn Bridge malam ini" kata Hendry sambil menggenggam tangan Melissa


"Tentu Sayang, Aku sangat senang bisa berjalan berdua denganmu di sepanjang Brooklyn Bridge malam ini sambil menikmati indahnya kota New York" kata Melissa senang


"Benarkah, lihat disekeliling Kita ada banyak orang yang sedang mengambil beberapa gambar" kata Hendry


Hendry mendekatkan tubuh dan wajahnya sehingga kamera dapat mengambil gambar mereka dengan sempurna, peberapa pose lucu Melissa membuat Hendry tergelak.


Setelah itu, Hendry dan Melissa berjalan sambil bergandengan tangan, Mereka mengobrol sepanjang jalan tentang kuliah dan rencana masa depan mereka, sesekali mereka tertawa karena hal-hal lucu yang jadi topik pembicaraan Mereka


"Sayang, apa Kamu puas dengan makan malam hari ini" kata Melissa tiba-tiba


"Jujur, sebenarnya tidak" kata Hendry menatap Melissa


"Kurasa Aku tahu bahwa pasti Kamu tidak puas" kata Melissa dengan nada menyesal


"Jangan khawatir, masih ada makan malam besok, lusa, dan sereterusnya" kata Hendry tersenyum


"Iya, tapi.." Melissa tidak melanjutkan kata-katanya


"Tapi apa? Kamu tidak mau makan malam denganku lain waktu?" kata Hendry pura-pura kecewa


"Bukan begitu, kalau itu tentu saja Aku bersedia" kata Melissa sedikit terkekeh


"Aku tidak apa-apa, malah Aku menghawatirkan perasaanmu" kata Hendry


"Khawatir untuk apa?" tanya Melissa menoleh kearah Hendry


"Khawatir Kamu akan cemburu pada hubungan Juno dan Jessyca" kata Hendry kali ini tanpa menatap Melissa


"Apa-apaan.. Aku senang Mereka akhirnya bersama" kata Melissa menaikkan sedikit alisnya


Hendry hanya diam, Ia berpikir jika memang Melissa tidak lagi mencintai Juno, lalu kenapa suasana diantara mereka masih sangat canggung, pikir Hendry.


"Satu-satunya yang kucintai saat ini hanya Kamu sayang, tolong jangan cemburu lagi" kata Melissa melanjutkan sambil menatap lekat mata Hendry yang menoleh padanya


"Aku tidak cemburu" kata Hendry berusaha menutupi perasaannya


"Iya, baguslah kalau tidak cemburu" kata Melissa dengan nada kesal


Hendry mempererat genggaman tangannya, perjalanan mereka menghabiskan waktu satu setengah jam pulang pergi berjalan kaki sepanjang jembatan Brooklyn Bridge, namun tidak terasa melelahkan karena mereka berbincang santai selama perjalanan. Sampai akhirnya Hendry mengantar Melissa pulang ke Apertemennya. Saat itu pukul 23.00 Hendry melirik jam ditangannya, sebelum pulang Hendry mencium mesra bibir Melissa


.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕