
Prof. Harold yang berumur 42 tahun dengan wajah mirip Antonio Banderas sedang menatap lekat pada Melissa, jujur walaupun umurnya dua kali umur Melissa, namun tidak sedikit Mahasiswa yang suka pada Prof. Harold yang berstatus Duda, Sebenarnya Prof. Harold sering memberikan perhatihan khusus pada Melissa saat jam perkuliahan, namun Melissa tidak menyadarinya, Ia fokus dengan materi yang diberikan, ditatap begitu lama akhirnya Melissa menyerahkan rancangan proposal yang Ia bawa dengan sedikit gugup dan canggung.
"Mengapa baru datang? Prof. Bilang jam berapa kita bimbingan?" tanya Prof. Harold tegas
"Maaf Prof. Kami mengalami hambatan ketika menuju ke sini" kata Melissa berusaha menjelaskan sambil menelan ludah dengan susah payah
Prof. Harold menatap tajam kearah Hendry yang berdiri beberapa langkah dibelakang Melissa. Melihat Melissa yang kebasahan hampir sekujur tubuh, akhirnya Prof Harold memaklumi keterlambatan Melissa, namun ekspresinya tetap datar dan menatap pada rancangan proposal ditangannya. Setelah itu Prof. Harold membolak balik beberapa lembar rancangan proposal dari Melissa, membaca dengan sangat serius selama kurang lebih dua puluh menit. Dengan kening berkerut dan alis mata menyatu, Ia menggerakkan pulpennya. Memberikan tanda bahwa ada beberapa masalah dengan proposal Melissa yang harus diperbaiki.
"Prof akan acc judul yang kedua, yaitu Tinjauan Yuridis Tentang Pelaksanaan Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Fidusia" kata Prof. Harold sedikit menaikkan kaca matanya dengan tatapan serius
"Terima kasih Prof" kata Melissa tersenyum senang
"Beberapa kesalahan dalam pengetikan harus Kamu perbaiki, beberapa sudah prof tandai, sistematika penulisan sangatlah penting" kata Prof Harold berbicara sambil menekankan nada pada kalimat "penting"
"Baik Prof" kata Melissa senang
"Untuk saat ini mungkin hanya ini, Kamu beruntung karena Saya tertarik dengan judul yang Kamu ajukan, beberapa temanmu bahkan harus mengajukan judul berkali-kali" kata Prof. Harold sambil menatap Melissa
"Saya sangat senang, bersyukur dan berterima kasih Prof, Kami permisi undur diri" kata Melissa tersenyum
"Jangan lupa perbaikan yang sudah Saya tandai" kata Prof. Harold mengingatkan
"Siap Prof" Melissa tersenyum puas
"Drttt.. Drttt.." Handphone Melissa bergetar dalam tas yang Ia bawa
"Hallo" kata Melissa sedikit menjauh dari posisinya saat ini
"Mel, Kurasa Kamu tidak bisa pulang sekarang.. Saat ini hujan sangat lebat, beberapa daerah mengalami longsor, bahkan Aku dan Alvin sekarang sedang mencari penginapan, dari lokasi Villa Prof. jalan ditutup untuk meminimalisir kecelakaan" kata Bella menjelaskan
"Apa? Benarkah Bel?" kata Melissa dengan nada khawatir
"Hello, Aku tidak mungkin prank saat ini Melissa?" kata Bella dengan nada kesal
"Baik Bel, terima kasih informasinya" kata Melissa menutup telepon masih dengan raut wajah khawatir
Diliriknya jam dinding menunjukkan pukul 19.00. memang tidak memungkinkan baginya dan Hendry untuk memesan taksi karena jalan diblokir.
Prof. Harold yang menatap Melissa tampak khawatir akhirnya bertanya
"Ada apa?" kata Prof. Harold
Melissa berusaha menjelaskan dengan baik pembicaraan Bella barusan pada Prof. Harold
Prof Harold sangat mengerti dengan hal yang dikhawatirkan Melissa, kemudian Ia berdiri dari sofa dengan kedua tangan bersilang di depan dada
"Ok, Kamu boleh menginap disini" kata Prof Harold dengan seulas senyum tipis
Melissa sangat senang dengan tawaran Prof Harold, Ia menoleh ke arah Hendry yang sedang menatapnya tidak setuju. Kemudian Ia kembali menatap ke arah Prof Harold.
"Benarkah Kami boleh menginap disini Prof?" tanya Melissa tersenyum
Prof Harold mengerti bahwa kata Kami artinya Melissa ingin menyertakan laki-laki dibelakangnya untuk ikut menginap.
"Baiklah Prof, terima kasih" kata Melissa tersenyum
"Kamu boleh meminjam pakaian atau piyama tidur milik Saya" kata Prof. Harold sambil menatap pakaian Melissa yang basah
"Kami terlalu banyak merepotkan Prof" kata Melissa sungkan
Lagi-lagi Prof. Harold mendengar kata Kami yang berarti Melissa menyertakan laki-laki yang berdiri dibelakangnya untuk dipinjami pakaian.
"Baiklah, Kalian bisa berganti pakaian di toilet sana" Prof. Harold menunjuk kearah dapur Villanya
Setelah berganti pakaian, Melissa dan Hendry membantu Prof. Harold menyiapkan makan malam, Prof. Harold dan Melissa berbincang hangat setelah makan malam tentang hal-hal yang terjadi selama perkuliahan, sesekali Prof. Harold tertawa ringan. Melissa agak terkejut, karena Prof Harold sangat jarang tersenyum apalagi tertawa, menatapnya membuat Melissa senang.
Hendry yang hanya diam sangat merasa bosan, kesal dan cemburu, namun ekspresi wajahnya berusaha menutupi perasaannya. Ia dapat menebak bahwa Prof. Harold memiliki ketertarikan dengan kekasihnya.
Percakapan panjang membuat mereka lupa waktu, tanpa mereka sadari jam menunjukkan pukul 22.00
"Bagaimana jika setelah ini kita menonton film?" kata Prof. Harold menawarkan
"Maaf, tapi bukankah besok hari aktif perkuliahan?" kata Hendry tersenyum dipaksa
Ekspresi wajah Prof. Harold tampak tidak suka dengan pernyataan Hendry namun Ia juga tidak bisa memaksa mereka untuk menuruti keinginannya, menonton adalah alasan yang digunakan Prof. Harold agar Hendry dan Melissa tidak berduaan sepanjang malam. Setelah memutar otak, Prof Harold menemukan satu ide. Ia ingin Melissa membantunya mengkoreksi tugas-tugas milik adik tingkat jurusannya.
"Kamu boleh tidur, tapi Saya butuh bantuan Melissa untuk mengkoreksi tugas adik tingkatnya" Kata Prof. Harold menatap Hendry dengan tatapan tidak bersahabat
"Kamu mau membantu Prof kan?" kata Prof. Harold menatap kearah Melissa
"Tentu, Saya akan bantu Prof" kata Melissa tersenyum
Melissa sebenarnya agak mengantuk dan lelah karena kehujanan namun Ia tidak mungkin menolak permintaan Prof. Harold
"Saya akan ikut membantu" kata Hendry
"Silahkan, tidak banyak yang bisa Kamu bantu" kata Prof. Harold dengan nada datar
Begitu banyak tugas yang harus dikoreksi, akhirnya selesai pada pukul 02.00 dini hari, Prof Harold menatap Melissa yang tampak sangat lelah, Ia sedikit merasa bersalah.
"Saya sudah menyiapkan tempat tidur terpisah di dekat perapian untuk kalian, silahkan istirahat. Saya akan beristirahat di kamar" kata Prof Harold bangkit dan menyerahkan bantal beserta selimut
Hendry dan Melissa yang kelelahan akhirnya dapat langsung beristirahat dan tidur dengan nyenyak.
Sinar matahari pagi mulai menembus jendela yang berada di dekat mereka, Hendry bangun tidur dan menatap Melissa yang berada agak jauh darinya, Prof Harold jelas-jelas memberi jarak pada mereka. Hendry mendekatkan wajahnya pada wajah Melissa dan mengecup kening wanita itu. Hal itu membuat Melissa terbangun dan matanya langsung bertemu dengan mata bening milik Hendry, kecupan singkat mendarat dibibirnya.
"Ehem.. " Sebuah suara mengagetkan mereka
"Silahkan makan pagi dulu" kata Prof. Harold menatap keduanya
Melissa buru-buru beranjak, pipinya sedikit merona karena malu.
Setelah sarapan pagi pukul 07.30, Hendry dan Melissa pamit dan berterimakasih pada Prof. Harold. Mereka segera memesan taksi untuk pulang, jalan sudah dibuka dan mereka tiba dengan selamat sampai tujuan.
Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers.. Agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕