
Seperti biasanya, setelah sepekan tinggal di rumah mewah Mr. Robinson, Jessyca akhirnya diizinkan tinggal di Apartemen lagi, namun kali ini bukan di Apartemen yang sebelumnya Ia huni. Blue Sky Apartment adalah salah satu Apartemen mewah milik teman Mr. Robinson, walaupun jaraknya lebih jauh dari perusahaan namun Mr. Robinson merasa lebih aman jika bisa menjauhkan Erick dari Jessyca, Mr. Robinson juga dapat mengawasi Jessyca melalui orang suruhan dan temannya Mr. Davidson yang merupakan pemilik Apartemen yang Jessyca huni.
Jessyca bersiap akan pulang ketika Erick berusaha mengejarnya di parkiran, bodygard kiriman Mr. Robinson langsung menghampiri, menjauhkan dan memukul wajah Erick, sedangkan Jessyca berlalu begitu saja masuk ke dalam mobilnya menuju Apartemennya.
"Jessyca, kenapa nomor Handphonemu tidak bisa dihubungi?" teriak Erick dari kejauhan
Jessyca hanya menginjak gas lebih dalam agar mobilnya segera menjauhi Erick, rasa sakit di hati Jessyca belum sembuh, berapa kalipun Ia berusaha memaafkan Erick namun selalu saja waktu membuktikan bahwa Ia tidak ditakdirkan untuk bersama dengan Erick. Bahkan terasa makin sulit ketika Ia mengingat ancaman Mr. Robinson tentang menjebloskan Erick ke penjara, Jessyca sedikit bergidik saat membayangkannya.
Jessyca memang mengganti nomor Handphonenya atas perintah Mr. Robinson dan dilarang sepenuhnya berhubungan dengan Erick, namun Jessyca merasa dirinya juga bersalah jika tidak menjelaskan apapun pada Erick atas sikap dinginnya. Jessyca menggigit ujung kuku jempolnya, pertanda Ia sedang berpikir keras tentang bagaimana caranya memberikan Erick sebuah penjelasan, setidaknya itu bisa jadi pesan terakhir darinya untuk Erick. Lalu terpikir sebuah cara di kepala Jessyca, Ia bisa minta bantuan Juno, namun niat itu segera diurungkannya, setelah dipikir-pikir Juno mungkin tidak akan membantunya karena Juno juga sedang dalam pengawasan Ayahnya. Akhirnya Jessyca memutuskan untuk menulis pesan singkat pada selembar kertas dan memberikannya kepada bartender kenalannya di bar tempat Ia dan Erick sering datang jika ingin minum-minum. Tentu sulit sekali bagi Jessyca memberikan pesan itu, Ia bahkan pura-pura ke toilet dan menitipkannya pada pengunjung lain yang berada di toilet yang sama pada saat itu untuk memberikan pesannya pada bartender kenalannya.
Setelah Ia melihat isyarat "Ok" dari bartender kenalannya, Jessyca lalu pulang dengan perasaan lega, cepat atau lambat pesannya akan sampai pada Erick, pikirnya.
Hari ini, Jessyca merasa sangat lelah dan buru-buru ingin istirahat, namun saat tiba di Apartemennya, sebuah mobil Ferrari 488 Spider berwarna merah terparkir di depan Apartemennya, seorang laki-laki sedang menunggunya sambil melihat jam tangannya.
Lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah Juno Bram.
"Hai.." Jessyca melambaikan tangannya kearah Juno
"Hai, tumben pulangnya sampai malam. Ada lembur?" tanya Juno pada Jessyca
"Hmmm.. Tumben mampir, Ada perlu apa?" tanya Jessyca dengan pandangan menyelidik
"Aku ingin mengajakmu makan malam, tapi sepertinya kita bisa langsung pergi" kata Juno tersenyum cerah
"Dengan pakaian kerja? Kamu bercanda?" tanya Jessyca mengerutkan alis matanya tanda tidak setuju
"Sekarang pukul 07.30. Akan lama jika harus menunggumu berdandan" kata Juno sedikit mengangkat bahunya
"Mungkin bisa lain kali makan malamnya" kata Jessyca santai
"Okay, Kamu boleh mandi dan ganti baju. Aku harap tidak lebih dari tiga puluh menit" kata Juno mencubit hidung Jessyca
"Tumben.. Apa Kamu mau memamerkan mobil barumu" kata Jessyca dengan nada menggoda
"Ini hadiah" kata Juno tersenyum
"Hadiah? Dari?" kata Jessyca penuh selidik
"Nanti akan kuceritakan, sekarang cepatlah bersiap-siap untuk makan malam Kita" kata Juno mendorong bahu Jessyca kearah depan
"Apa itu berkaitan dengan makan malam hari ini?" tanya Jessyca masih penasaran sambil menekan tombol lift menuju kamar Apartemennya.
"Yah, nanti Kamu juga tahu" kata Juno dengan senyum penuh misteri
"Apaan sih, sok rahasia-rahasiaan segala" kata Jessyca dengan wajah masam
Akhirnya mereka tiba di apartemen Jessyca, Jessyca segera menuju kamar mandi dan segera berdandan dengan sangat cantik, Jessyca mengenakan gaun fashion nova favoritnya yang sangat elegan dan limited edition.
"Sudah dandannya?" tanya Juno yang menatap kearah Jessyca yang sudah menenteng tas Louis Voitton miliknya.
"Sudah, ayo berangkat" kata Jessyca tersenyum
Juno balas tersenyum, kali ini Ia sangat senang melihat Jessyca, entah mengapa jantungnya berdebar agak cepat dan keringat mengalir di tengkuk dan dahinya, ini sering terjadi ketika Ia bersama Melissa dulu. Juno semakin takut, bahwa Ia benar-benar telah jatuh cinta dengan gadis ini.
"Mau makan malam dimana?" tanya Jessyca sambil menoleh kearah Juno yang sedari tadi diam saja
"Eh..?" kata Juno agak gugup
"Kamu maunya dimana?" tanya Juno melanjutkan
"Lah, kan Kamu yang ngajak dinner" kata Jessica memutar bola matanya sebal
Akhirnya mereka tiba di Tocqueville Restaurant, dengan kemewahan dan suasana yang sangat romantis, Tocqueville restaurant sangat digemari para pencinta kuliner kalangan atas.
Juno dan Jessyca masuk dengan suasana hati yang bahagia, sambil menunggu pesanan mereka mulai mengobrol
"Jadi ceritakan padaku bagaimana Kamu mendapatkan hadiah mobil barumu?" tanya Jessyca yang memang sangat penasaran
"Hmmm.. Bagaimana ya? Seseorang memberiku karena senang dengan apa yang Aku lakukan" kata Juno santai dengan senyum menyeringai
Juno tahu Jessyca akan makin penasaran
"Yah, terserahlah kalau tidak mau cerita" kata Jessyca tak kalah santai
Diperlakukan demikian akhirnya Juno mulai bicara, ternyata Jessyca tahu bagaimana cara membuat seseorang mau bercerita padanya
"Itu diberikan Ayahku untuk Kita" kata Juno tersenyum
"Kita?" Jessyca bertanya dengan nada terkejut karena pernyataan Juno
"Iya, Kita.. Sebentar lagi Kita akan bertunangan Jessy, sebelum Aku kembali ke Los Angeles" kata Juno menatap dalam Jessyca
"Tapi.. tapi bukannya Kamu tidak akan melanjutkan sandiwara Kita?" tanya Jessyca dengan kening berkerut
"Iya, Aku juga tidak setuju.. Tapi Ayahmu dan Ayahku telah mengaturnya Jessy, bahkan Kamu bisa lihat berita di Internet tentang tanggal pertunangan Kita yang sudah di publikasikan" kata Juno menjelaskan
"Oh, Aku tidak habis pikir.." kata Jessyca melihat berita di handphonenya lalu menepuk pelan kepalanya
"Jadi Kamu tahu kan sekarang" kata Juno dengan nada agak lesu, Ia sedikit kecewa dengan respon Jessyca yang tampak tidak setuju dengan rencana pertunangan mereka
"Ya Aku tahu Juno, tapi Kamu tahu bahwa Kamu dan Aku, maksudku Kita tidak saling mencintai" kata Jessyca dengan nada kesal
"Iya Aku tahu, lantas harus bagaimana? hubunganmu dan Etick serta hubunganku dan Melissa juga tidak berjalan seperti yang diharapkan" kata Juno serius
"Entahlah harus bagaimana, tapi keputusan ini terlalu mendadak dan tergesa-gesa" kata Jessyca dengan wajah ditekuk
Pelayan membawakan makanan untuk mereka berdua, Jessyca dan Juno menatap makanan dengan lesu dan tampak tidak bergairah untuk makan, Jessyca bahkan menyisakan banyak makanan di piringnya
"Maafkan Aku jika Aku melakukan suatu kesalahan Jessy, harusnya Aku menolak lebih tegas, namun Mr. Robinson bilang bahwa pertunangan ini akan menyembuhkan luka hatimu" kata Juno dengan nada menyesal
"Kamu tidak salah kok, responku saja yang berlebihan, harusnya Aku yang minta maaf" kata Jessyca tersenyum, ada perasaan menyesal ketika dilihatnya Juno tampak merasa bersalah
"Aku akan berusaha membuatmu senang sebisaku" kata Juno tersenyum tulus
"Aku sangat berterima kasih Juno, oh iya.. selamat untuk mobil barunya" kata Jessyca tersenyum
"Itu mobil Kita" kata Juno tersenyum dengan nada menggoda
"Boleh dong kalau besok kubawa ke kantor" kata Jessyca tersenyum, Ia hanya menggoda Juno karena ingin melihat respon pemuda itu
"Tentu saja boleh" kata Juno tersenyum senang
"Aku hanya bercanda kok, Kamu pakai saja.." kata Jessyca terkekeh senang melihat ekspresi Juno yang tampak kikuk
Akhirnya mereka bisa menikmati makan malam itu dengan baik, Juno mengantar Jessyca kembali ke apartemennya pukul 22.00, Juno sempat mengajak Jessyca untuk belanja dan nonton bioskop namun Jessyca menolak, dengan alasan Ia ingin istirahat malam ini. Juno tidak memaksa dan memilih pulang ke apartemennya setelah mengantarJessyca.
Malam itu, Jessyca tidak bisa tidur nyenyak. Kabar pertunangannya pasti akan segera sampai ke telinga Erick, entah bagaimana jadinya jika itu terjadi.
Jangan lupa like dan komentarnya ya readers agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕