We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXXIV Pemberontakan Juno



Pagi ini Juno tidak berangkat ke perusahaan, Juno yang marah pada ayahnya kini mengemasi barang-barangnya dan pergi mencari apartemen yang siap dihuni, Ia sengaja mencari di sekitar wilayah Apartemen Melissa agar dapat lebih dekat dengan gadis itu.


Setelah lebih dari satu jam mencari akhirnya di dapat Downhome st. John apartemen yang merupakan salah satu apartemen mewah di New York. Jarak apartemen Juno ke Apartemen Melissa sekitar 1 km. semua persiapan beres dan Juno bersih-bersih di apartemennya.


Juno keluar apartemennya menuju mini market untuk berbelanja kebutuhannya, Ia mengambil beberapa perlengkapan mandi, makanan ringan dan bahan makanan untuk di masak. Ia berencana mengajak Melissa untuk acara pindahannya malam ini. Namun saat melakukan transaksi ternyata semua kartu kredit Juno terblokir dan saat mencoba melakukan penarikan kartu ATM ternyata ATM juga di blokir, untunglah Juno punya uang cash $150 di dompetnya yang hanya cukup untuk membayar sebagian dari tagihan belanjaannya. Dengan kesal Juno kembali ke apartemennya.


Juno berpikir bagaimana cara agar Ia mendapat uang? apa Ia harus kerja paruh waktu? Ia punya rencana untuk meminjam uang Melissa, Juno bisa meminjam uang dari Stundley atau Jessyca tapi Ia sengaja memilih meminjam uang dari Melissa agar Ia bisa punya alasan untuk bertemu dengan gadis itu.


Sore hari Juno sedang ada di beranda rumahnya ketika mobil chevrolet silver yang Ia kenal melewati jalan di dekat apartemennya, Juno mendengus kesal karena mobil itu pasti menuju apartemen Melissa. Ia masuk ke apartemennya, mandi dan bersiap untuk pergi ke apartemen Melissa.


Setibanya di apartemen Melissa, tidak ditemukannya mobil chevrolet yang tadi Ia lihat, mungkin pacar Melissa sudah pulang, pikir Juno.


Ting.. tong.. Juno membunyikan bel apartemen Melissa


"Iya?" kata Melissa membuka pintu


"Kamu? kenapa kesini?" tanya Melissa sambil mencoba menutup pintu


"Eits.. Tunggu dulu dong Mel, walau bagaimanapun Aku tamu kan?" kata Juno melangkahkan sebelah kakinya masuk ke dalam apartemen Melissa


"Iya, Kamu ada perlu apa lagi sama Aku?" tanya Melissa dengan nada kesal


"Aku kabur dari rumah Mel dan semua kartu kredit dan ATM di blokir ayahku" kata Juno sengaja menampilkan raut wajah putus asa


"Kamu mau pinjam uangku?" kata Melissa


"Kalau boleh sih" kata Juno menyeringai sambil menampakkan barisan giginya yang putih


"Kamu boleh pinjam uangku, tapi segera pergi dari sini" kata Melissa dingin


"Jangan begitu dong Mel, Aku bukan tipe yang suka manfaatin perempuan, sebagai gantinya Aku mau kok bantu kamu kapanpun kamu butuh, antar-jemput ke kampus misalnya, atau kalau Kamu lagi mau belanja Kamu boleh telepon Aku kapanpun" kata Juno semangat dalam membujuk Melissa


"Tidak usah Jun, Kamu tahu kan Aku sudah punya kekasih.. apa kata Dia nanti, Kamu boleh pinjam berapapun deh tapi jangan ganggu hubunganku sama Hendry" kata Melissa dengan nada tidak senang


"Ya sudah pinjami Aku $2000" kata Juno santai, walau begitu namun dalam hatinya terasa sangat sakit karena perkataan Melissa


"Nih, kamu pakai satu kartu kreditku.. Isinya lebih dari yang mau kamu pinjam, tapi setelah ini jangan ganggu hubunganku lagi" kata Melissa sambil memberikan kartu kreditnya


"Kamu benar-benar keterlaluan Mel. ." Juno berdiri kesal


"Kan sudah Aku pinjami, Apa lagi sih?" kata Melissa menautkan alisnya sambil menatap Juno kesal


"Kalau begitu Aku tidak jadi pinjam uang dari Kamu, malas jadinya. . aku bukan pengemis ya Mel" kata Juno kasar


"Ya sudah, Aku kasih pinjam Kamu malah tidak mau" kata Melissa mamasukkan kembali kartu kreditnya ke dompet


Kriyukkk.. Suara perut Juno menjelaskan bahwa pemiliknya belum makan siang hari ini


Melissa yang tadinya kesal, jadi tersenyum, merasa lucu namun juga sedikit kasihan pada Juno, Juno hanya nyengir kuda dan mencoba mengalihkan perhatian karena merasa malu.


"Kamu punya roti?" kata Juno dengan senyum dipaksa


"Ok, Aku ambilkan dulu di dapur" kata Melissa beranjak menuju dapur


Melissa mengambil roti, selai blueberry dan cemilan cokelat yang Ia punya dengan segelas jus apel


"Thanks.. thanks.. " kata Juno senang sambil mengunyah roti selai blueberry di mulutnya


Juno sudah menghabiskan roti yang diberikan padanya ketika Melissa duduk menatapnya dan kembali bertanya


"Jadi batal nih pinjam uangnya?" tanya Melissa serius


"Yah.. Kalau Kamu setuju Aku antar-jemput, Aku mau pinjam Mel, dan akan Aku kembalikan sepuluh kali lipat" kata Juno santai


"TIDAK AKAN" kata Melissa tegas


"Ya sudah kalau begitu.. Aku akan kesini untuk makan dan minum, pagi, siang, dan malam" kata Juno menyeringai licik


"Juno, please Kamu harus mengerti posisiku, sekarang Aku sudah punya kekasih dan Kamu juga sudah punya Jessyca kan" kata Melissa dengan kerutan di dahinya


"Aku tidak masalah, Jessyca juga tidak akan cemburu.. Toh Kamu belum menikah dengannya kan? ngomong-ngomong Kamu sudah nonton berita di televisi kan?" kata Juno


"Sudah, tentang kamu yang berkelahi sama mantan pacarnya Jessyca kan?" kata Melissa santai


"Iya, itu sengaja Kami lakukan untuk pura-pura mesra di depan mantan pacarnya yang selingkuh" kata Juno menjelaskan


"Yah, itu masalah kalian.. yang penting sekarang aku tidak mau di ganggu, Aku tidak peduli lagi Juno, tolonglah" kata Melissa dengan nada frustasi


"Kamu sekarang sudah berubah Mel, bukan Kamu yang dulu lagi" kata Juno dengan nada kecewa


"Setiap orang bisa berubah tergantung keadaan Jun, Aku tidak pernah berubah tapi keadaan yang membuatku tidak lagi sama" kata Melissa menatap Juno tajam


"Seandainya waktu bisa diputar ulang, dan Aku tidak pernah menjadi kekasih palsu Jessyca.. Mungkin Kamu sudah jadi milikku Mel" kata Juno berdiri dan mencengkram dagu Melissa dan mendekatkan wajahnya sehingga mereka nyaris berciuman


Melissa segera menghindari tatapan Juno dan mundur dari posisinya, jantungnya berdebar-debar namun bukan debar bahagia melaikan debar ketakutan dan gugup dengan perlakuan Juno.


"Nih, bawa saja.. terserah kamu mau kapan dikembalikan" kata Melissa menyerahkan salah satu kartu kreditnya


"Tidak usah, aku tidak jadi pinjam uangmu" kata Juno


"Ya sudah kalau kamu tidak mau" kata Melissa santai seolah tidak ada yang terjadi


"Tapi Aku bakal datang sesekali untuk ikut makan di Apartemenmu Mel" kata Juno tersenyum nakal dan mengedipkan sebelah matanya


"Tidak boleh" kata Melissa datar


"Kamu jahat sekali, benarkah ini Melissa yang kukenal?" kata Juno menarik kedua pipi Melissa


"Lepas.." kata Melissa kesal


"Ya sudah Aku pulang ya.. Telepon Aku kalau Kamu butuh sesuatu, Aku sekarang tinggal di Apartemen Downhome st.John Apartemen" kata Juno sambil beranjak pergi


"Ok, dah.. Hati-hati di jalan" kata Melissa sambil melambaikan tangannya


Juno melambaikan tangannya dan segera berlalu, hatinya sangat sakit dan Ia berjanji untuk terus memperjuangkan cintanya pada Melissa


Juno mengemudikan mobilnya menuju apartemen Jessyca, bagaimanapun Ia sangat butuh pinjaman uang saat ini, Ia berharap Jessyca mau membantunya.


Jangan lupa Like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕