
Setelah pulang dari rumah sakit jam menunjukkan pukul 19.00, Melissa dan Hendry memutuskan untuk makan malam di salah satu restoran terkenal di Boston Restoran Union Oyster House, segala hidangan laut tersedia disana. Sebagian besar interior di dominasi warna cokelat kemerahan dengan meja dan kursi dari kayu dengan nuansa tenang dan nyaman, ada banyak pengunjung yang datang namun udara di dalam Restoran tetap sejuk dan menyenangkan. Melissa dan Hendry memesan makanan dengan menu Pan Seared Shrimp, Scallops + baked beans dan Seafood Newburg masing-masing dua porsi.
"Makanannya sangat lezat sayang" kata Hendry sambil mengelap sisa saus di sudut bibirnya menggunakan sapu tangan yang sudah tersedia
"Itulah mengapa Aku mengajakmu kesini Sayang" kata Melissa tersenyum
"Kapan-kapan kita kesini lagi ya" kata Hendry senang
"Tentu saja, sebenarnya ada banyak hal-hal di Boston yang ingin kutunjukkan padamu, tapi kita hanya di sini untuk tiga hari" kata Melissa dengan nada sedikit kecewa
"Lain waktu, ajaklah Aku berkeliling kota Boston sepuasnya" kata Hendry tersenyum sambil menyentuh dagu Melissa pelan
"Siap Komandan" kata Melissa tergelak
Selesai makan mereka berencana mampir ke Central Park Boston. Hendry menyukai pemandangan di Central Park, pemandangan malam dan bunga-bunga indah di sekitar taman sangat cocok untuk menenangkan hati dan pikiran yang sedang stres. Ada banyak mahasiswa dan mahasiswi yang seumuran dengan mereka juga terlihat sedang bersenang-senang di Central Park, Hendry dan Melissa melihat patung Make Way For The Ducklings dan menyempatkan diri untuk berfoto selfie berdua. Setelah puas berfoto dan mengobrol, Hendry dan Melissa memutuskan untuk pulang ke kediaman keluarga Zoan.
***
Hendry dan Melissa akhirnya tiba kediaman keluarga Zoan, Mrs. Angelica telah menunggunya, seorang pelayan berusia paruh baya mempersilahkan mereka masuk, Interior dengan dominasi warna hitam dan putih yang terkesan elegan.
Mrs. Angelica menyambut kepulangan Melissa dengan senyum cerah di wajahnya.
"Akhirnya anak Ibu pulang juga" kata Mrs. Angelica memeluk Melissa
"Iya Bu, tapi mana Ayah dan Kak Frans?" tanya Melissa sambil menatap Mrs. Angelica untuk mendapat jawaban dari pertanyaannya
"Ayah dan Kakakmu sedang ada urusan di perusahaan, jadi pulang agak malam" kata Mrs. Angelica menatap Melissa dan pandangannya berhenti ketika matanya beralih menatap Hendry.
Mrs. Angelica menatap Hendry yang pipi dan dahinya tampak sedikit lebam, Ia mengerutkan dahinya dan membuka suara
"Mel, Ada apa ini? kenapa wajah Hendry lebam begini?" tanya Mrs. Angelica sambil menyentuh wajah Hendry dengan cemas
"Tadi kami mengalami masalah saat berada di Chinatown Bu, seorang pencuri mencuri dompet Hendry hingga akhirnya terlibat perkelahian diantara mereka" kata Melissa menjelaskan dengan sesingkat-singkatnya
"Ini harus segera di kompres dengan air es agar tidak bengkak" kata Mrs. Angelica serius
"Nanti Melissa yang akan mengompres wajah Hendry Bu, untuk sementara mungkin kami akan mandi dan istirahat sebentar" kata Melissa
"Baiklah.. Mrs. Jean, antarkan Hendry ke kamarnya" perintah Mrs. Angelica pada pelayan paruh baya yang tadi sedari tadi berdiri di sisi kanan Melissa
Hendry mengikuti Mrs. Jean sampai ke lantai dua, tangga yang melengkung membuat mereka tidak merasa lelah. Mrs. Jean membuka salah satu kamar.
"Ini kamarnya Sir" kata Mrs. Jean dengan nada sopan
"Terima Kasih" kata Hendry tersenyum dan melangkah menuju kamarnya
Hendry mengamati kamar yang Ia tempati, begitu bersih dan kopernya sudah berada di sana, Hendry memutuskan untuk membersihkan badannya yang terasa lengket dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.
"tok.. tok.. tok.." terdengar suara dari arah pintu kamarnya
"Masuk" kata Hendry, pintu kamar memang tidak di kunci, Ia tahu bahwa Melissa akan ke kamarnya untuk memberi kompres di wajahnya
"Hai.." kata Melissa masuk dengan mengenakan piyama tidur selutut berwarna pink lembut
"Hai.. " kata Hendry menatap lekat pada lekuk tubuh Melissa yang cukup jelas terekspos dalam pandangannya
"Apa yang kamu lihat?" tanya Melissa dengan pipi merona sambil membawa wadah kompres dan air es di tangannya
"Apa Aku terlalu sexy?" kata Melissa tertawa menggoda sambil duduk di salah satu bibir ranjang
"Apa Kamu sengaja menggodaku sayang.. " kata Hendry mendekati Melissa sambil mengangkat dagu gadis itu yang sedang menunduk mempersiapkan kompres untuknya
"Apaan sih" Melissa tampak malu dan segera menyentuh pipi Hendry dengan handuk yang sudah bercampur dengan air es
"Aduh.. tolong pelan sedikit sayang" kata Hendry meringis
"Ini sebenarnya sudah pelan sayang, tapi karena pipi kamu lagi lebam jadi terasa sakit" kata Melissa menyentuh pipi Hendry lebih pelan dengan kompres handuk putih di tangannya
Hendry memejamkan matanya sambil berbaring agar Melissa leluasa mengkompres seluruh bagian wajahnya yang lebam karena pukulan tadi siang.
"Kamu sudah tidur?" tanya Melissa sambil terus mengkompres dahi, mata dan pipi Hendry
"Hmmm.. Belum" Jawab Hendry
"Apa sekarang sudah lebih baik?" tanya Melissa
"Iya, sekarang lebih baik" kata Hendry
"Aku kembali ke kamarku ya, Selamat tidur sayang" kata Melissa sambil mengecup bibir Hendry singkat
Hendry menarik tangan Melissa, tanpa persiapan Melissa kini berbaring di pelukan Hendry, jantungnya berdebar-debar dan wajahnya memerah
"Bagaimana kalau tidur disini saja malam ini" kata Hendry pada Melissa yang memunggunginya
Belum sempat Melissa menjawab, sebuah ketukan terdengar dari balik pintu kamar
"Tok.. tok.. tok.. "
Melissa segera beranjak dari tempat tidur, Hendry mengikuti dari belakang dan segera duduk di sisi ranjang
"Masuk" kata Hendry mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu agar masuk ke dalam kamar
"Hai.. Bagaimana keadaanmu? kata Ibu kamu terlibat perkelahian dengan pencuri" kata Frans dengan Mr.Gabriel berada di belakangnya
"Sudah lebih baik, barusan Melissa membantu mengkompresnya" kata Hendry tersenyum sambil menunjuk pipinya yang terkena pukulan
"Baiklah kalau sudah lebih baik, Apa kalian sudah makan malam?" kata Frans penuh perhatian
"Ajak Hendry turun untuk makan malam" kata Mr. Gabriel menatap Melissa
"Tadi kami sudah makan kok" kata Melissa tersenyum
"Melissa, biarkan Hendry istirahat.. Kamu sudah selesai dengan tugasmu memberi kompres ke wajahnya kan?" kata Frans dengan nada terdengar santai dan perhatian
"Te.. tentu sudah selesai Kak" kata Melissa tersenyum penuh arti pada Hendry
Frans dan Mr. Gabriel keluar dari kamar Hendry, Melissa mendekati Hendry dan berbisik padanya
"Mungkin lain kali" kata Melissa tersenyum menggoda
"Baiklah kalau begitu" kata Hendry tersenyum sambil mengedipkan satu matanya
Melissa keluar dari kamar Hendry dan menuju kamarnya yang bersebrangan dengan kamar Hendry. Jantungnya berdebar-debar mengingat kejadian barusan. Entah apa yang terjadi jika Kak Frans dan Ayahnya tidak muncul, Pikirnya. Melissa merasa senang dan kini Ia tersenyum dalam tidurnya.
Jangan lupa like, komentar, vote dan rating bintang lima ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕