
Erick Miller, seorang Pria berlesung pipi sedang merapikan tatanan rambutnya di depan cermin. Seulas senyum menghiasi wajah tampannya yang mirip Leonel Messy, Ia telah memiliki rencana yang sempurna untuk membuat Jessyca kembali menerimanya.
"Drrtt.. Drtt" Handphonenya bergetar, Erick segera meraihnya
"Hallo, Bagaimana?" kata Erick pada lawan bicaranya
"Aku sudah menunggu di depan Apartemennya" kata seseorang bernama Charles yang tidak lain adalah teman minum Erick di Bar
"Baiklah, Kamu tunggu saja. Aku segera menyusul, sekitar tiga puluh menit lagi Dia akan pulang bekerja" kata Erick senang
"Ok, Jangan lupa dengan janjimu" jawab Charles mengingatkan
"Baiklah, Aku akan membantumu bebas dari tuduhan perampokan" kata Erick
"Ingat, Kamu harus jadi saksi atas Alibiku" kata Charles
"Ok Aku tahu" kata Erick dengan nada kesal
Charles adalah teman minumnya di Bar yang sering dikunjungi Erick, pekan lalu Charles mabuk dan dijebak oleh seorang wanita komplotan perampok yang merampok salah satu rumah bangsawan di New York, para perampok berhasil melarikan uang dan perhiasan senilai $1.000.000, malangnya Charles yang mabuk diduga merupakan salah satu dari anggota perampok karena saat polisi datang, Charles sedang berada di dekat lokasi perampokan dengan tas berisi uang $10.000. Tentu saja Charles tidak mengingat apapun bahkan wajah wanita yang membawanya malam itu. Untuk itulah Charles membutuhkan Erick untuk membuktikan alibinya bahwa pada malam itu Ia bersama seorang wanita yang membawanya pergi dari bar, kebetulan Erick mengingat wajah wanita yang membawa Charles malam itu karena Erick sedang tidak terlalu mabuk.
***
Erick tiba di dekat Apartemen Jessyca, Ia berada 50 meter tepat di bagian barat seberang lokasi Charles yang sedang mengintai, Charles yang sedang mengenakan topeng hitam yang menutupi kepalanya sedang bersiap-siap untuk menyerang Jessyca dan berpura-pura akan memperkosa gadis itu. Ia sengaja memilih jalan sepi di arah Apartemen Jessyca. Sekitar lima belas menit menunggu, Jessyca pulang seperti biasa pukul 17.00. Sebuah mobil Sedan hitam menghadang jalannya sehingga mobil Jessyca terhenti, beberapa kali Jessyca membunyikan klakson mobilnya namun mobil itu tidak juga menepi, akhirnya dengan kesal Jessyca keluar dari mobilnya. Dengan marah, Jessyca memukul jendela mobil Sedan hitam yang menghalangi jalannya.
Charles keluar dari mobil dengan mengenakan topeng, Ia langsung menyerang Jessyca dengan seringai kejam dan bengis sehingga membuat Jessyca bergidik. Charles di curigai atas kasus perampokan karena memang wajahnya tampak bengis dan kejam. Jessyca mencoba berteriak namun Charles segera menutup mulut gadis itu dengan tanggannya, Jessyca berontak dan mencoba menggigit tangan Charles, kakinya berusaha menendang ******** Charles namun gagal, Charles yang sedikit banyak pernah belajar karate membuatnya bisa mengelak dengan mudah dari perlawanan Jessyca, merasa putus asa air mata Jessyca jatuh membasahi kedua pipinya. Ia ketakutan, Charles menyeretnya untuk dimasukkan kedalam mobil. Saat itulah Erick segera datang dari arah Apartemen Jessyca, Ia segera turun dari mobil Jeepnya dan memukul Charles dengan kuat.
"Brukk" sebuah pukulan yang sangat keras dari Erick membuat Charles jatuh dan tersungkur
Charles bangkit dan membalas pukulan Erick dengan kuat, mereka memang benar-benar saling pukul dan saling tendang, namun perkelahian tentunya dimenangkan oleh Erick. Charles yang kalah akhirnya pergi menjauh dari Erick dan Jessyca, Wajah lebam dan bibir Erick yang pecah membuat Jessyca menangis dan memeluk Erick.
"Erick.. hu.. hu.. hu.. Kamu tidak apa-apa kan Sayang" kata Jessyca menangis menyentuh wajah Erick yang lebam karena pukulan Charles
"A.. Aku tidak apa-apa Sayang, jangan khawatir dan jangan menangis.. Kamu jelek kalau menangis" kata Erick menyentuh wajah Jessyca lembut
"Aku tidak apa-apa.. tapi Kamu.. hu.. hu.. Entah apa jadinya Aku jika Kamu tidak ada Sayang.. hu.. hu.. hu.. " kata Jessyca disela isak tangisnya
"Ayo Kita ke rumah sakit sekarang" kata Jessyca sambil menghapus air matanya
"Tidak apa-apa, ini hanya butuh dua hari untuk sembuh" kata Erick tersenyum
"Apa-apaan Kamu, pokoknya Kita harus ke rumah sakit" kata Jessyca tidak dapat dibantah
"Baiklah Sayang, apapun yang Kamu mau" kata Erick terbaring di pangkuan tangan Jessyca, Ia bicara sambil mengelus pipi Jessyca
"Tunggu sebentar ya Sayang, Aku telepon seseorang dulu untuk membawa mobilmu ke Apartemenku" kata Jessyca menatap Erick
Dalam hati Erick merasa puas, Ia begitu bahagia dapat melihat tatapan mesra Jessyca lagi, Ia harus sangat berterima kasih pada Charles nanti, batin Erick.
"Oh iya, Aku ingat plat mobil pelaku tadi 30 R.. " kata Jessyca mencoba mengingat plat mobil Charles
Seketika wajah Erick makin memucat, celaka jika Jessyca ingat nomor plat mobil Charles.
"Aduh.. " kata Erick dengan wajah kesakitan sambil memegangi kepalanya
"Ada apa Sayang?" kata Jessyca cemas
"Rasanya sakit sekali" kata Erick mencoba mengalihkan ingatan Jessyca tentang nomor plat mobil Charles
"Tahan sebentar Sayang" kata Jessyca sambil menyentuh dahi Erick pelan
Seseorang kaki tangan Jessyca datang untuk memarkirkan mobil Erick di Apartemen Jessyca dan setelah itu Erick dan Jessyca segera menuju ke rumah sakit.
***
Charles melarikan diri menuju tempat tinggalnya di pinggiran kota New York, pukulan Erick terasa sakit di wajah dan tubuhnya, ingin rasanya Ia marah pada Erick karena memukulnya dengan serius namun Charles bisa memahami perlakuan Erick yang sangat menginginkan kekasihnya kembali padanya. Pelan-pelan Charles mengoleskan salap dan batu es ke wajahnya yang memar, panggilan pengadilan tinggal seminggu lagi, Charles sudah di penjara selama enam hari dan dibebasakan sementara karena pada saat kejadian perampokan Ia sedang dalam keadaan mabuk, namun sejumlah uang di tangannya membuat Charles harus menghadiri sidang untuk memutuskan hukumannya. Pekan depan Erick harus menjadi saksi dan membebaskannya dari tuduhan.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕